Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 63


__ADS_3

Sesampainya ditempat yang diinginkan diana, ia langsung saja masuk kedalam kantin tersebut tanpa menunggu reyhan. Kemudian reyhan pun segera menyusulnya kedalam.


" Kamu mau pesan apa sayang?"


" Pangsit yang jumbo ya rey"


" Kamu serius na? itu banyak banget lho"


" Iya rey, pasti aku habisin kok"


" Oke deh. Terus mau apa lagi?"


" Mm... aku mau teh es aja deh rey"


" Yakin itu aja"


" Iya"


" Yaudah tunggu bentar ya, aku pesenin dulu"


" Iya sayang" sahut diana sambil tersenyum. Reyhan sebenarnya merasa bingung dengan diana hari ini tetapi jika hal itu yang membuat istrinya bahagia maka reyhan akan melakukannya karena baginya kebahagiaan diana adalah kebahagiaan dirinya juga.


Reyhan pun kembali ketempat duduk dan melihat diana yang duduk sambil menatap layar ponselnya.


" Sayang"


" Iya rey"


" Aku boleh nanya gak sih?"


" Nanya apa?"


" Bukannya kamu dulu gak suka sama pangsit ya kenapa sekarang malah pesan ukuran jumbo lagi"


" Aku juga gak tau rey, hari ini rasanya aku pengen banget makan itu"


" Hmm yaudah deh kalau gitu, habis dari sini kita mau kemana?"


" Nanti aja deh kita pikirin, makan dulu ya "


" Iya sayang"


Ponsel reyhan berdering dan itu merupakan panggilan dari radit.


Kenapa radit menelpon ya? apa ada masalah lagi dikantor? batin reyhan.


" Siapa rey?"


" Radit"


" Angkat aja, mana tau penting kan"


" Iya sayang, tunggu bentar ya"


' Halo dit, ada apa?'


' Pak bos, ada masalah'


' Masalah apa?'


' Pak bos harus segera keperusahaan kalau tidak perusahaan kita akan mengalami kerugian yang sangat besar pak bos'


' Tapi saya sedang bersama istri saya dit, apa kamu tidak bisa menanganinya?'

__ADS_1


' Saya sudah berusaha pak bos tetapi klien ini tidak mau mendengarkan saya dan bersikeras harus bertemu dengan pak bos'


' Baiklah, kamu jaga dia dulu disana. Saya akan segera kesana'


Reyhan kemudian menutup telponnya dengan wajah yang tak senang.


" Ada apa rey?"


" Ada masalah diperusahaan na"


" Masalah apa?"


" Salah satu klien penting aku gak mau tanda tangan kontrak kalau aku gak disana"


" Yaudah kamu kesana aja rey"


"Tapi kan aku udah janji sama kamu na kalau hari ini aku bakalan habisin waktu seharian sama kamu"


" Rey, klien kamu itu lebih penting sekarang. Kalau sama aku, kita kan bisa ngabisin waktu lain hari rey"


" Tapi sayang"


" Rey, kamu dengerin aku baik-baik ya. Aku pengen jadi penyemangat kamu dalam bekerja bukan malah ngerusak pekerjaan kamu jadi kamu harus segera ke perusahaan sekarang dan ini perintah dari aku rey" jelas diana yang membuat reyhan tersenyum melihat istrinya tersebut. Dia kemudian mengelus rambut diana dengan lembut.


" Yaudah kalau gitu, aku antar kamu pulang ya"


" Gak mau rey"


" Lah terus kamu disini sendiri gitu"


" Aku bisa jaga diri kok rey, kamu gak usah khawatir ya sama aku. Kamu lupa ya kalau istri kamu ini kuat"


" Sekuat apapun kamu na, aku gak akan pernah bisa ninggalin kamu sendiri disini"


" Aku gak bisa ninggalin kamu sendiri sayang"


" Rey, dengerin perkataan aku ya. Kamu harus segera ke kantor sekarang, jangan keras kepala deh"


Reyhan kemudian memeluk diana lalu ia segera pamit pergi. Makanan pesanan mereka tampak sudah datang. Walaupun sebenarnya dalam hati diana dia sedih karena harus makan sendiri tapi ia mencoba bersikap santai.


Setelah selesai memakan menu yang ia pesan. Ia kemudian pergi ke kasir untuk membayar.


" Berapa mbak?" tanya diana sambil mengeluarkan dompetnya.


" Sudah dibayar nona sama suami nona"


" Beneran?"


" Iya nona"


" Yaudah kalau begitu makasih ya mbak"


" Sama-sama nona"


Diana segera menuju keluar tetapi ia masih tak melihat batang hidung pengawal yang akan dikirim oleh reyhan.


Mana sih pengawalnya? apa jangan-jangan reyhan lupa ya? batin diana.


Tiba-tiba pesan masuk kedalam ponselnya dari nomor yang tidak dikenal. Pesan tersebut menunjukkan alamat sebuah bar.


" Ini nomor siapa lagi? pasti orang iseng nih" ujar diana mengabaikan pesannya tetapi nomor tersebut mengirimkan alamat yang sama berulang kali yang membuat diana kesal. Dia kemudian menghubungi nomor tersebut tetapi tidak diangkat.


" Ni orang maunya apa sih? " pekiknya kesal lalu ia memanggil taxi dan berniat untuk pulang tetapi ia sangat penasaran pada orang yang mengirimkan alamat ini.

__ADS_1


" Mau kemana mbak?" tanya supir taksi tersebut.


" Ke alamat ini ya pak" sahut diana menunjukkan alamat yang ditulis oleh nomor tak dikenal tadi.


" Baik mbak"


Ditengah perjalanan ponsel diana berdering dan ia segera mengangkatnya.


' Halo rin'


' Diana, aku kangen nih. Kamu kapan sih main-main kesini?'


' Sama rin, aku juga kangen kok tapi kamu tau sendiri kan kalau aku lagi sibuk dirumah dan jangan lupa lho kalau aku gak lajang lagi jadi makin susah keluar kalau gak dikasih izin sama reyhan'


' Mentang - mentang ya yang udah nikah jadi lupain sahabat ya'


' Bukan gitu rin, aku gak lupa kok. Kamu tenang aja ya, aku bakalan cari waktu buat kita kumpul lagi sama caca dan irma'


' Oh iya, aku ada berita terbaru nih'


' Hmm... Kayaknya bau-bau mau gosip nih'


' Bukan gosip na tapi ini real. Kamu tau caca sekarang berhenti ngejar atasan dia'


' Apa? kok bisa. Bukannya dia kekeh banget pengen sama atasan dia itu ya'


' Kalau aku gak salah denger sih, dia udah dapat pengganti gitu yang lebih dari bosnya dan dia juga mau resign dari perusahaan itu'


' Bagus dong kalau gitu, kasihan caca tau diphpin mulu sama bosnya itu kan lebih baik kalau caca bisa lepas dari dia. Btw kamu sama galang gimana?'


' Ya masih gitu-gitu aja na'


' Maksudnya?'


' Dia masih sibuk mikirin sahabat baiknya yang nikah sama sijason itu'


' Kenapa emangnya rin? bukannya bagus ya, kan jason lumayan baik juga'


' Hadeuh, diana... diana... kamu kalau tau jason itu kayak apa aslinya pasti bakalan nyesal deh bilang gitu'


' Emang sih tu anak rada-rada nyebelin tapi kalau dilihat-lihat kayaknya baik kok'


' Iya sama kamu baik, sama kita gimana na? sumpah ya sikapnya itu bikin aku pengen banget nimpuk dia pakai beton'


Tiba-tiba panggilan mereka terputus yang membuat diana heran. Lalu ia menerima pesan dari ririn.


Ririn : Na, kita sambung nanti ya. Ada pasien baru


Me : Oke Rin


" Mbak, kita udah sampai"


" Oh iya pak, ini pak kembaliannya buat bapak aja"


" Makasih mbak semoga dimudahkan rezekinya"


" Amin pak"


Diana kemudian turun dari taksi tersebut dan segera mencari dimana ruangan yang ada dikatakan oleh nomor tak dikenal tersebut. Tak lupa ia memakai masker karena dibar ada begitu banyak orang dan kalau reyhan sampai mengetahuinya dia akan dimarahi oleh reyhan.


Diana kemudian masuk kedalam dan bertanya pada salah satu pelayan dimana ruangan itu. Pelayan tersebut kemudian mengantar diana kesana.


Sesampainya didepan pintu, diana tampak mengintip sedikit kedalam dari balik celah-celah pintu dan ia sangat terkejut melihat apa

__ADS_1


__ADS_2