Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 75


__ADS_3

Diana berniat pergi tetapi reyhan menarik tangannya.


" Reyhan, lepasin tangan aku!" Tegas diana tetapi reyhan malah menariknya ke dalam pelukannya. Mata mereka saling beradu pandang. Reyhan menatap tajam bola mata diana yang indah berwarna hitam.


" Kamu harus ikut aku ke kantor"


" Apa? Ikut kamu!" ucap diana tak percaya pada perkataan reyhan.


" Iya ikut aku"


" Kamu sehat rey!" tanya diana sambil memeriksa kening reyhan dengan tangannya.


" Aku baik-baik aja na. Emang kenapa sih?"


" Kamu gak ingat kata ibu, aku gak boleh keluar rumah. Lagian aku juga belum sikat gigi, cuci muka, mandi dan banyak lagi deh pokoknya. Lebih baik kamu pergi aja sekarang ke kantor " jelas diana.


" Ibu pasti ngizinin aku na, lagian aku ngerasa gak aman kalau aku harus ninggalin kamu na"


" Reyhan, aku baik-baik aja dirumah ya. Disini kan ada bibik sama banyak pengawal juga Rey jadi udah pasti aku bakalan aman kok"


" Tapi aku gak bisa percaya siapa-siapa lagi buat jaga kamu selain aku sama ibu na. Terakhir kamu juga pergi sama banyak pengawal yang jagain tapi apa kamu malah kecelakaan na. Pokoknya aku gak mau dengar alasan apapun kamu harus ikut aku ke kantor"


" Gak bisa gitu dong rey. Pokoknya aku mau tetap dirumah aja" kekeh diana sambil memanyunkan bibirnya dan menyilangkan tangannya.


Reyhan segera mengambil tindakan cepat dengan cara menggendong diana yang membuat diana terkejut.


" Rey, turunin aku!" Pekik diana meronta-ronta berusaha melepaskan diri.


" Gak bisa. Pokoknya kamu harus ikut aku!" Tegas reyhan yang juga tak mau kalah dengan diana.


" Tapi disana kan banyak orang rey, aku juga belum mandi"


" Mandi dikantor aja nanti"

__ADS_1


" Kamu gila ya. Pasti kamu mau macam-macam ya kan, pasti kamu udah pasang banyak kamera di kamar mandi kantor" seru diana yang membuat reyhan menatapnya tajam dengan wajah dingin. Hal itu membuat diana terdiam tetapi terus menggoyangkan tubuhnya berusaha turun dari gendongan reyhan.


" Diana, jangan gerak-gerak terus dong. Nanti kamu jatuh" tegas reyhan.


" Makanya turunin aku sekarang!" Balas diana.


Mereka pun hampir sampai kedekat pintu keluar diana segera menyembunyikan wajahnya pada dada bidang reyhan karena ia tak ingin ada yang melihat wajahnya. Ia selalu mengingat pesan ibunya untuk menutupi wajahnya dari orang lain sampai ia bisa mengingat semuanya.


Reyhan hanya tersenyum saat diana menutupi wajahnya pada dadanya. Seorang pengawal kemudian membuka pintu mobil. Reyhan segera menurunkan diana lalu masuk juga kedalam mobil tersebut dan pengawal pun menutup kembali pintu mobil tersebut.


Diana masih menutupi wajahnya dengan tangannya.


" Kita udah dimobil tenang aja gak ada yang lihat kamu kok" seru reyhan. Diana perlahan menurunkan tangannya dan melihat sekitar. Diantara bangku mereka dan supir sudah dipasang penghalang agar supir tak dapat melihat mereka sedang berbuat apa dibelakang.


" Syukurlah tidak ada yang melihat" ucap diana merasa sedikit lega. Kemudian ia menatap pada dirinya yang hanya memakai piyama tidur dan sendal jepit. Rambutnya pun hanya dijedai separuh saja dan itu masih terlihat berantakan. Diana kemudian mengalihkan pandangannya pada reyhan yang sudah terlihat begitu rapi.


Dasar reyhan resek! Dia mah enak udah rapi, lah aku masih kayak orang gila gini malah belum mandi lagi batin diana begitu kesal dengan reyhan.


" Ada apa na? Kenapa lihat aku begitu banget sih?" tanya reyhan.


" Lihat apa?" tanya reyhan pura-pura tidak tahu.


" Ih.. ngeselin banget sih kamu! Kamu lihat dong gimana penampilan aku sekarang rey. Aku masih pakai piyama sama sendal jepit dan rambut aku juga acak-acakan. Terus paling penting aku juga belum mandi rey, kenapa kamu harus bawa aku ke kantor kamu sih?" Umpat diana yang merasa begitu kesal. Reyhan hanya tertawa mendengar umpatan diana.


" Kamu ketawa! Wah emang bener nih kayaknya kamu kurang sehat" tambah diana lagi. Reyhan pun menyentil jidat yang membuat diana terkejut lalu memegangi jidatnya yang terasa sakit.


" Kamu apa-apaan sih Rey! Sakit tau!" Ucap diana.


" Habisnya kamu dari tadi bicara sembarangan aja terus. Bisa gak na sekali aja kamu berpikiran positif sama aku"


" Ya gak bisalah orang kamu kebanyakan negatifnya" lirih diana pelan.


" Kamu ngomong apa Na?"

__ADS_1


" Gak ada. Cuacanya bagus ya?" Balas diana mengganti topik pembicaraan tetapi tiba-tiba saja langit tampak gelap dan turun hujan yang membuat diana tertegun sambil menatap tetes air yang mulai turun.


" Cerah banget ya" ejek reyhan pada diana yang kini terlihat diam sembari menatap kearah luar jendela mobil.


" Kok diam na" tanya reyhan lagi tetapi diana tak menghiraukannya. Reyhan pun menarik tangan diana hingga diana jatuh ke pelukan reyhan.


" Reyhan! Kamu apa-apaan sih?" Pekik diana kesal. Reyhan melepaskan jasnya yang membuat diana panik dan fikirannya mulai memikirkan yang aneh-aneh.


Aduh dia mau ngapain sih! Ibu tolong diana batin diana mulai ketakutan.


" Kamu mau apa rey? Aku peringatin ya jangan macam-macam ya rey" tegas diana. Reyhan kemudian memakaikan jas tersebut pada diana lalu memeluknya.


" Piyama kamu tipis, ini kan lagi hujan pasti dingin aku gak mau kamu kedinginan" ujar reyhan yang membuat diana terdiam. Tiba-tiba ponsel reyhan berdering dan itu merupakan panggilan dari radit. Reyhan pun melepaskan rangkulannya pada diana dan menjawab panggilan tersebut.


' Halo dit, ada apa?'


' Halo pak bos, saya ingin menyampaikan bahwa lelaki yang datang menemui maminya tika kemarin memang ada hubungannya dengan kecelakaan nona diana'


Sudah kuduga, pasti ini ada kaitannya sama mami tika. Kelakuannya kali ini sangat keterlaluan dan aku gak akan ngelepasin dia lagi sekarang batin reyhan geram.


' Saya sudah menduganya dit lalu dimana laki-laki itu sekarang?'


' Dia kini ada bersama mata-mata kepercayaan saya pak bos tetapi dia tidak mau mengaku bahwa mami tika ada hubungannya dengan kecelakaan ini pak bos. Dia mengatakan kecelakaan itu murni karena dia sendiri yang menginginkannya. Dia mengatakan bahwa dia sangat membenci pak bos'


' Apa? Tapi kenapa dia membenci saya? Pokoknya kamu harus urus masalah ini sampai tuntas dan juga jangan lupa kumpulkan bukti sebanyak mungkin, saya gak mau orang yang melukai diana hidup dengan tenang'


' Baik pak bos'


Reyhan kemudian memutuskan telponnya dan mengepalkan tangannya dengan ekspresi wajah penuh amarah.


Dia habis teleponan sama siapa ya? Kok kayaknya emosi banget batin diana bertanya-tanya.


Diana kemudian memberanikan dirinya untuk bertanya pada reyhan walaupun sebenarnya ada keraguan dalam hatinya karena takut reyhan melampiaskan amarahnya padanya.

__ADS_1


" Rey, kamu kenapa?"


Reyhan tampak perlahan melepaskan kepalan tangannya lalu menyandarkan kepalanya pada pundak diana karena ia tak ingin diana jadi sasaran amarahnya.


__ADS_2