Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 118


__ADS_3

Kini hanya ada ririn dan diana dalam tenda tersebut.


" Rin, kamu mau ngomong apa?"


" Diana, aku gak tau harus gimana lagi"


" Maksud kamu apa?"


" Aku sekarang tau kalau selama ini aku cuma salah paham sama perhatian galang ke aku"


" Salah paham, maksudnya gimana sih rin? Coba sekarang kamu jelasin semuanya sama aku"


" Aku kira selama ini galang juga punya perasaan yang sama kayak aku tapi semuanya cuma salah paham na. Aku kira pas dia dibus kemarin itu merhatiin aku tapi bukan na, dia itu merhatiin kamu. Dia sukanya sama kamu na bukan aku" jelas ririn yang terlihat sedih.


Apa? Galang suka aku! Bagaimana mungkin? Kamu kan hanya teman saja batin diana tak menyangka.


" Rin, kenapa kamu malah mikir begitu sih. Dia gak mungkin gak suka sama aku karena dia tau kan aku udah punya reyhan"


" Aku gak mungkin salah na, kamu tau dia dari tadi malam jagain kamu sampai dia gak merhatiin kesehatannya sendiri. Dia juga tidur na karena khawatir banget sama kamu. Seharusnya aku yang sadar dari awal na kalau cowok kayak galang gak mungkin suka sama cewek kayak aku" ujar ririn yang kemudian pergi keluar karena dia tak ingin diana melihatnya menangis.


Ketika ia keluar, ia tak sengaja menabrak galang yang ternyata masih menunggu diluar.


" Rin, kamu kenapa? " tanya galang sambil menolong ririn tetapi ririn tak menghiraukan galang dan segera pergi berlari.


Ririn kenapa? Kenapa dia lari kesana lagi? Itu kan hutan bahaya kalau dia kenapa-kenapa gimana? Aku harus segera menghentikan dia batin galang yang segera mengejar ririn. Dia juga memanggil Ririn tetapi ririn tetap saja berlari.


Diana juga berusaha untuk menggerakkan kakinya tetapi ia malah terjatuh dari ranjang.


Bodoh! Seharusnya aku sekarang mengejar ririn! Kenapa aku harus dikondisi begini saat sahabatku membutuhkan ku batin diana kesal karena tak bisa mengejar ririn.


Dia berusaha bergerak walaupun dengan cara mengesot perlahan. Seorang pun datang membantu diana.


" Saya bisa sendiri buk" ujar diana yang terus berusaha keras.


" Neng, ayo ibuk bantu. Neng lagi sakit lebih baik perbanyak istirahat neng"


" Tapi buk saya harus mengejar teman saya"


" Apa teman neng cewek pakai kaos panjang dan celana levis warna hitam neng"

__ADS_1


" Iya buk itu teman saya. Ibuk bisa bawa saya menemui dia"


" Dia tadi berlari kearah hutan neng, disana terlalu berbahaya"


" Apa? Hutan! Saya harus segera menyusulnya buk"


" Aduh neng, lebih baik istirahat aja ya. Tadi saya lihat sudah ada yang mengejar dia kesana kalau tidak salah namanya dokter galang"


" Yang bener buk"


" Iya neng, saya yakin teman neng pasti baik-baik aja kalau sama dokter ganteng itu. Yasudah ayo saya bantu kedalam neng"


" Iya buk, makasih ya buk"


Wanita tersebut segera membopong diana kembali ke atas ranjang. Lalu dia segera pamit untuk pergi pada diana.


Semoga aja galang bisa nemuin ririn. Aku gak mau ririn kenapa-kenapa. Ya ampun rin! Kenapa jadi begini sih baru aja kamu mau mencoba jatuh cinta tapi malah begini jadinya batin diana. Dia juga turut sedih mendengar perkataan ririn tadi.


Sementara itu galang terus mengejar ririn yang semakin masuk kedalam hutan.


" Rin! Berhenti! Disana bahaya!" Teriak galang tetapi ririn yang keras kepala tetap berlari hingga ia terhenti karena kakinya tersandung batu.


" Rin, yang mana yang sakit? Yang ini atau ini" tanya galang sambil memeriksa tetapi ririn hanya diam menatap galang tajam.


" Gak usah sok perhatian lang, aku masih bisa ngobatin sendiri" sahut ririn ketus.


" Kamu kenapa sih sebenarnya? Kamu tau kan hutan ini berbahaya rin. Kalau kamu kenapa-kenapa gimana ha!"


" Bukan urusan kamu lang, kalau aku kenapa-kenapa pun itu gak ada hubungannya sama kamu. Lebih baik kamu pergi sekarang!" tegas ririn.


Galang terlihat kesal atas sikap ririn tetapi ia tak mungkin meninggalkan ririn dalam kondisi seperti itu. Dia segera menggendong ririn tanpa menanyakan terlebih dahulu karena dia tau ririn akan menolak bantuannya.


" Turunin aku galang! Aku bisa jalan sendiri" ujar ririn yang meronta-ronta.


" Diam! Aku gak tau kamu ada masalah apa rin tapi yang jelas sekarang keselamatan kamu itu tanggung jawab aku jadi kamu harus nurut apapun perkataan aku!" seru galang dengan nada tinggi yang membuat ririn terdiam seketika. Dia tak pernah melihat galang seperti itu sebelumnya.


" Aku beneran bisa jalan sendiri" ujar ririn lagi. Galang pun menatapnya tajam yang membuat ririn menunduk dan tak berkata apapun lagi. Ririn hanya memandang wajah galang yang sedang fokus melihat jalan.


Aku suka sama kamu lang tapi sayang kamu suka diana. Aku tau diana dan aku sangat jauh berbeda tapi kenapa kamu harus suka sama sahabat aku lang. Rasanya sakit banget Lang batin ririn sedih. Tanpa sadar air matanya menetes.

__ADS_1


" Kamu kenapa nangis rin, maafin ya aku gak maksud bentak kamu kok tadi cuma kamu keras kepala banget makanya aku bilang begitu" ujar galang yang merasa bersalah.


" Aku gak apa-apa kok. Mata aku cuma kelilipan aja" sahut ririn sambil menyeka air matanya.


Galang terlihat linglung karena sepertinya mereka dari tadi hanya berjalan disekitar situ saja. Mereka pun berhenti sebentar dibawah pohon yang begitu besar.


" Kamu ingat jalannya gak rin?" tanya galang. Ririn hanya menggelengkan kepalanya karena ia tadi hanya asal berlari saja.


" Maafin aku lang. Gara-gara aku kita nyasar disini"


" Udah gak usah nyalahin diri kamu sendiri. Kita cari jalan keluar sama-sama ya. By the way kenapa kamu lari kesini? Apa kamu berantem sama diana"


" Aku gak berantem kok sama diana"


" Terus kenapa kamu lari kesini?"


Ya gara-gara kamu lah galang! Aku kesel karena kamu suka sama diana dan php in aku batin ririn.


" Rin, kok diam "


" Gak apa-apa lang. Aku cuma penasaran sama hutan ini aja"


" Kamu yakin"


" Iya galang. Oh ya, aku boleh nanya gak?" seru ririn. Dia begitu penasaran benarkah galang menyukai diana atau tidak jadi dalam kesempatan ini dia mengumpulkan keberanian untuk menanyakan hal tersebut.


" Nanya apa Rin?"


Hadeuh gimana cara nanya nya ya? Ini seharusnya kesempatan bagus buat aku nanya sama galang tapi gimana caranya batin ririn.


" Rin, katanya mau nanya kok malah diam sih" seru galang.


" Gak jadi nanya lang"


" Lah kok gak jadi sih. Tanya aja gak apa-apa. Selagi aku bisa jawab aku jawab kok"


" Aku lupa mau nanya apa?"


Galang hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan ririn. Mereka akhirnya kembali melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


__ADS_2