
Ririn kemudian langsung menutup tendanya dan mengurung dirinya didalam tenda.
Aduh gue oon banget sih, kenapa gue malah bilang begitu sama galang? Pasti dia bakal mikir yang enggak - enggak tentang gue nih. Ririn kenapa oon sih? batin ririn.
Dilain sisi galang terlihat masih terdiam dan merasa bingung.
Ririn suka sama aku, tapi sejak kapan? bukannya dia selama ini hanya menganggap aku sahabatnya seperti diana. Apa jangan-jangan dia kesal waktu itu karena aku begitu perhatian pada diana batin galang. Dia kemudian pergi menyusul ririn ketendanya karena begitu banyak pertanyaan dalam benaknya kini.
" Rin, aku tau kamu ada didalam. Buka tendanya rin" seru galang yang membuat ririn panik. Dia tak ingin bertemu galang dulu karena perkataan yang tadi dia ucapkan.
Galang ada diluar, aduh. Mampus gue! Dia pasti mau interogasi gue nih. Pokoknya gue gak boleh ketemu dia sekarang batin ririn.
" Rin, buka dong" pinta galang tetapi tak ada sahutan dari dalam.
Aku tau ada didalam rin. Aku bakalan pastiin kamu buat keluar batin galang.
" Yaudah deh kalau emang kamu gak mau ketemu aku rin. Aku pergi dulu" ujar galang. Mendengar perkataan galang ririn merasa sedikit lega. Untuk memastikan galang benar-benar pergi atau tidak ririn membuka sedikit tendanya dan ia begitu terkejut saat galang menariknya.
Galang ternyata bersembunyi didekat situ. Saat dia melihat ririn membuka tenda galang segera menghampirinya.
" Galang! Lepasin tangan aku!" Pekik ririn yang berusaha melepaskan tangannya dari galang.
" Aku gak akan lepasin sebelum kamu janji kamu harus ngobrol dulu sama aku"
" Ngobrol apaan sih? Gak ada yang perlu kita obrolin lagi lang. Lepasin tangan aku!" jawab ririn yang masih berusaha keras melepaskan genggaman galang.
Bukannya melepaskan galang malah menarik ririn kedalam pelukannya dan menguncinya.
" Galang! Kamu apa-apaan sih, lepasin aku! " Pekik ririn. Jantung ririn berdebar begitu cepat begitupun galang saat mereka saling beradu pandang. Mereka sama sekali tak berkedip dan begitu mendalami pandangan mereka.
__ADS_1
Entah apa yang membuat ririn berhenti mengeliat berusaha melepaskan dirinya. Dia kemudian menurunkan pandangannya dan melihat kearah lain.
" Aku janji bakalan ngobrol sama kamu tapi lepasin aku dulu" seru ririn. Galang pun melepaskan ririn.
" Mau ngobrol apa kamu? Mendingan cepat ya aku gak punya banyak waktu"
" Iya aku gak akan lama kok. Aku cuma mau tanya perihal perkataan kamu tadi yang bilang bahwa kamu suka sama aku"
" Haha... Kamu salah denger kali. Aku gak mungkinlah suka sama cowok gay kayak kamu"
" Kamu kira pendengaran aku bermasalah ha! sampai kata-kata kamu tadi aku gak bisa bedain iya atau enggak"
" Bisa jadi, gara-gara kamu kebanyakan begadang makanya pendengaran kamu salah tu" ujar ririn.
" Rin, aku sekarang mau nanya serius ke kamu. Apa bener kamu suka sama aku?"
" Enggak! Mimpi kamu aja kali kalau aku suka sama kamu. Lagian aku tadi bilang begitu cuma becanda doang"
Dia segera menjauhi galang dengan perasaan yang membuatnya bingung sendiri.
Apa yang aku lakuin sih? Sadar Rin! Sadar! Galang itu sukanya sama diana batin ririn. Galang kemudian mendekati ririn kembali.
" Galang, aku mohon stop ya! Lebih baik kamu sekarang pergi dari sini"
" Tapi rin aku belum mendengar jawaban kamu"
" Iya galang! Aku suka sama kamu! Apa kamu puas sekarang ha? "
" Sejak kapan?"
__ADS_1
" Untuk apa kamu tau itu Lang? Gak guna tau gak. Aku juga udah mutusin buat berhenti menyukai kamu dan akan menerima lamaran anak dari pasien itu. Lebih baik kamu lanjut kerja aja sekarang, jangan ganggu aku" jelas ririn yang masuk kedalam tendanya.
Galang terdiam mendengar perkataan ririn. Galang sebenarnya masih dalam kebimbangan yang besar kini karena dia merasa begitu nyaman saat berada didekat ririn tetapi dia menyukai diana sedari lama. Dia tak tau bagaimana perasaannya kini. Dia merasa sedikit sesak saat ririn mengatakan dia akan menerima lamaran orang lain.
Kenapa aku harus peduli tentang ini semua? Bukannya aku seharusnya aku senang ririn bisa menikah dengan orang lain dan melupakan perasannya pada ku. Aku tau mencintai seseorang yang cintanya dimiliki oleh orang lain itu sakit. Aku tak ingin ririn merasakan itu karena hati ku kini masih milik diana batin galang.
Dia kembali melanjutkan pekerjaannya sementara ririn terlihat sedih di tendanya. Dia kemudian mengambil sebuah tas hitam yang tak jauh dari situ. Dia keluar tenda dan mencari tempat yang bisa membuatnya tenang. Dia juga membawa beberapa minuman alkohol. Dia merasa masalahnya kali ini begitu berat sehingga membuatnya meminum minuman tersebut. Padahal ia tau bahwa minuman itu tak baik untuk kesehatan tetapi untuk menenangkan pikirannya ririn berniat ingin meminumnya sedikit saja.
Dia terus saja minum sambil mengingat ketika galang begitu perhatian pada diana yang membuatnya sakit hati. Ririn tak sadar bahwa beberapa kaleng minuman sudah raib olehnya. Kepalanya juga sudah mulai pusing.
" Kenapa? Kenapa aku harus mengalami semua ini Tuhan!" Teriak ririn lalu ia mulai tersenyum sendiri ketika mengingat kenangan manisnya bersama galang.
" Aku harus ketemu galang sekarang. Aku bakalan jadiin dia milik aku" seru ririn yang berjalan sempoyongan. Ririn terus saja memanggil nama galang. Seseorang yang mendengarnya segera memanggil galang karena takut sesuatu yang buruk terjadi pada ririn.
Galang terlihat panik mendengar perkataan salah satu warga tersebut. Dia segera menjemput ririn. Saat sampai ditempat, ia tertawa saat ririn yang kini sudah mabuk malah bernyanyi-nyanyi sambil memanggil namanya.
Saat melihat kedatangan galang, ririn segera berlari memeluknya.
" Galang, akhirnya aku menemukan kamu"
" Kamu minum ya"
" Enggak kok, aku gak minum galang"
Galang mencium bau alkohol pada tubuh ririn. Karena tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada ririn galang segera menggendong ririn menuju tendanya.
Sesampainya galang membaringkan tubuh ririn diatas tempat tidur. Dia kemudian mengambil air putih untuk ririn tetapi ririn malah membuangnya dan menarik galang sehingga galang jatuh dalam pelukannya.
" Rin, kamu kenapa sih? "
__ADS_1
" Aku sayang sama kamu galang, kenapa kamu gak ngerti sih. Kenapa kamu sukanya sama diana sahabat aku sendiri. Kamu tau aku sedih banget galang karena selama ini aku salah paham sama semua perhatian kamu" jelas ririn yang terlihat sedih. Galang kemudian berusaha untuk berdiri tetapi ririn menahannya.