
Sementara itu, dikediaman arsen tampak mereka sedang sarapan pagi bersama. Ayah dan ibu arsen telah kembali ke rumah mereka. Mereka mengajak tika dan arsen tetapi arsen mengatakan bahwa dia akan tinggal beberapa hari lagi dirumah mereka dan kedua orangtua arsen hanya bisa mengikuti keinginan mereka.
" Sayang, hari ini kamu gak ke kantor?"
" Gak sayang soalnya aku pengen fokus jagain kamu sama arsen junior " sahut arsen yang terlihat begitu senang.
" Sayang, aku bisa jaga diri kok. Kamu harus kerja dong jangan malas-malasan lagian aku bisa jaga diri aku sendiri kok. Lagian ada bibik kan yang nemanin aku disini sayang"
" Yaudah deh kalau gitu, aku siap-siap dulu ya sayang"
" Iya sayang, baju kamu udah aku letakin di atas kasur ya sayang"
" Makasih istri ku" ujar arsen sembari mencium kening tika. Lalu ia segera bersiap-siap menuju ke kantor sedangkan tika sibuk dengan makanannya.
" Bik" panggil tika pada pembantunya.
" Iya non, ada perlu apa?"
"Bibik ngapain didapur"
" Lagi beres-beres dapur non"
" Bibik udah makan belum?"
" Belum non"
" Yaudah makan bareng sama aku aja disini ya bik"
" aduh non, gak usah. Bibik nanti aja makannya didapur"
" Kenapa harus didapur buk, disini aja ya. Tika seneng bisa makan bareng bibik, lagian bibik kan udah tika anggap kayak keluarga sendiri jadi gak usah sungkan ya bik"
" Tapi non"
" Gak ada tapi-tapi bik, ayo makan"
Pembantu tersebut kemudian duduk bersama tika dimeja makan tersebut. Tika terlihat begitu senang, dia juga mengambilkan makanan untuk pembantunya tersebut.
" Aduh non, bibik bisa sendiri kok non. Gak enak jadi ngerepotin non"
__ADS_1
" Gak apa-apa bik, pokoknya mulai besok bibik ikut sarapan bareng aku sama arsen ya bik"
" Baik non"
Mereka kemudian makan bersama sambil bercerita santai. Tiba-tiba bel pintu rumah mereka berbunyi.
" Ada tamu non, bibik bukain pintu dulu ya non"
" Gak usah bik, biar tika aja ya bik. Bibik lanjut makan aja oke" sahut tika beranjak menuju ke pintu depan lalu ia membukakan pintu. Terlihat sekretaris seksi arsen berdiri dihadapannya sambil membawa beberapa map ditangannya.
" Permisi buk, Apa bos arsen ada?"
Ibu... ibuk emang gue emak lu apa? dasar ya nih cewek pakaiannya bikin gue naik darah mulu nih batin tika kesal.
" Mau ngapain cari suami saya?"
" Ini bu, saya ingin memberikan map yang pak arsen minta. Soalnya tempat meeting pak arsen tak jauh dari sini jadi dari pada pak arsen bolak balik ke kantor makanya saya bawa kemari saja berkas-berkasnya" jelas gadis sambil menyunggingkan senyum tipis.
Alasan aja nih anak, bilang aja mau ketemu sama arsen dan mau berangkat bareng pakai lagak sok-sokan antar map lagi batin tika semakin kesal.
" Oh gitu, yaudah sini mapnya ntar saya kasih sama arsen" ujar tika mengambil map tersebut dari tangan gadis " Kamu bisa kesana duluan ya soalnya arsen kayaknya agak telat jadi kamu harus pandai-pandai berbicara sama klien disana nanti"
" Baik bu kalau begitu saya permisi dulu bu"
Kenapa lihat cewek itu malah buat aku makin kesal aja sih? Apa mungkin arsen junior juga gak suka kali ya sama tu cewek makanya kesalnya jadi meningkat gini deh batin tika.
Saat sibuk mendumel didalam hatinya tanpa sadar ternyata arsen kini sudah berada di belakangnya.
" Sayang, kamu disini?"
" Iya, Kamu lagi mikirin apa sih sampai-sampai gak tau kalau aku dibelakang kamu"
" Ini map penting kamu" seru tika memberikan map tersebut pada arsen.
" Ini dari gadis kan, mana dia?" sahut arsen menerima map tersebut. Tika merasa kesal arsen mencari sekretaris tersebut.
" Apa kamu sepengen itu ya ketemu sama sekretaris seksi itu ha?"
" Maksud kamu sayang?"
__ADS_1
" Kalau emang pengen ketemu yaudah pergi aja sana kejar dia" seru tika kesal lalu pergi menuju kamarnya.
Aku salah apa coba? Kenapa tika jadi kesal begini ya? batin arsen bertanya-tanya. Arsen kemudian mengejar tika kedalam kamar. Dia melihat tika sedang duduk kesal diatas ranjang sambil memainkan ponselnya. Arsen kemudian mendekatinya.
" Sayang, kamu kenapa sih? coba cerita sama aku ya, jangan kesal gak jelas kayak gini kan aku jadi gak ngerti sayang. Kalau aku ada salah aku minta maaf ya sayang" ujar arsen berusaha membujuk tika.
" Kamu nih ya, gak peka banget. Aku tu kesel sama sekretaris kamu itu makin lama pakaiannya makin gak bener aja. Terus dia pakai kesini segala nganterin map kamu, emang gak bisa apa nanti ditempat rapat dilaksanain. Aku curiga jangan-jangan dia suka sama kamu lagi" jelas tika.
" Jadi kamu kesal-kesal kayak tadi itu gara-gara gadis"
" Udah deh, aku gak mau denger nama dia"
Arsen hanya tersenyum sambil mencubit pipi istrinya tersebut.
" Kok kamu malah senyum-senyum sih atau jangan-jangan kamu senang ya dicariin sama dia ha" pekik tika kesal.
" Sayang, kamu jangan mikir aneh-aneh ya. Aku sama dia itu cuma sebatas rekan kerja aja lagian bukannya kamu tadi yang nyuruh aku pergi kerja padahal aku kan pengennya dirumah aja sama kamu "
" Iya aku pengen kamu kerja tapi aku gak suka sama sekretaris kamu itu sayang. Aku gak suka lihat gaya berpakaian dia kayak penggoda tau gak"
" Sayang, dia udah lama banget lho jadi sekretaris aku dan buktinya aku gak pernah tu tergoda sama dia. Kamu gak usah khawatir ya sayang karena seluruh rasa suka, sayang dan cinta aku itu cuma buat kamu dan arsen junior kita tapi aku seneng juga sih kamu cemburuan kayak gini" jelas arsen lalu ia tertawa.
" Arsen" pekik tika sambil memukulinya dengan bantal. Arsen kemudian memegang kedua tangan tika.
" Sayang, aku janji sama kamu aku akan selalu ada untuk kamu dan gak akan pernah ninggalin kamu" seru arsen yang membuat tika langsung memeluknya.
" I Love you sayang, i wish kita akan selamanya bersama-sama ya " sahut tika.
Kemudian tika membantu arsen memakaikan dasinya. Setelah selesai bersiap-siap arsen tampak pamit untuk bekerja. Tak lupa dia mencium kening tika dengan penuh kasih sayang lalu ia pergi.
Pembantu tika pun datang menghampirinya.
" Non, saya sudah siapkan air hangat untuk mandi non"
" Makasih ya bik. Oh ya, Bik nanti bibik kepasar kan"
" Iya non"
" Bik saya mau pesan rujak yang waktu itu pernah bibik beli dong, saya lagi pengen banget bik"
__ADS_1
" Tapi kan non tempatnya kumuh, takutnya nanti non sakit belum lagi kalau tuan sampai tau non pasti tuan akan marah"
" Bik, tenang aja ya. Arsen pulangnya masih lama kok dan aku juga cuma pengennya cuma rujak itu bik. Pokoknya bibik harus belikan ya, ini kemauan arsen junior lho bik" pinta tika yang akhirnya membuat pembantu tersebut mengikuti kemauannya.