
" Berhenti!" pekik ocha.
" Apaan berhenti. Kita harus pilih baju sekarang ngapain malah minta berhenti ditengah jalan coba " sahut jason menolak.
" Aku gak jadi nikah sama kamu! Tiap dekat kamu bawaannya emosi terus apalagi nanti bakalan satu rumah sama kamu lama-lama bisa gila aku" jelas ocha.
" Enak aja kamu. Gak bisa! kita udah buat kesepakatan ya, kamu gak bisa main ngelanggar seenaknya dong"
" Suka-suka aku dong. Hidup-hidup aku dan kesepakatan dibuat untuk dilanggar kan. Pokoknya berhenti sekarang atau aku bakalan loncat nih"
" Yaudah loncat aja"
Kamu kira aku gak berani apa batin ocha semakin geram. Ocha kemudian melihat keluar mobil tampak jason menambah kecepatannya agar ocha tak melompat. Ocha tampak menelan ludahnya lalu ia membuka pintu mobil.
Ya Allah selamatkan aku batin ocha kemudian melompat yang membuat dirinya terguling. Jason segera mengerem mendadak mobilnya.
" Dasar wanita bodoh! cari mati dia" decih jason kesal. Ia kemudian datang menghampiri ocha yang tampak masih terduduk sambil melihat tangannya yang terluka begitu juga kakinya tampak lebam.
" Kamu gila ya! ngapain pakai loncat segala coba. Kalau mati gimana?" tegas jason.
" Bodo! lebih baik aku mati dari pada nikah sama cowok gak tau diri dan brengsek kayak kamu" balas ocha.
" Dasar gila!" pekik jason lalu berusaha menggendong ocha.
" Kamu ngapain ha? turunin aku brengsek! " tegas ocha menepuk-nepuk jason.
" Diam! " pekik jason menatap tajam ocha.
" Gak mau! turunin aku sekarang atau aku teriak kamu maling ha!" ancam ocha.
" Teriak aja! "
" Maling.... Maling...." teriak ocha.
Ni cewek emang udah gila kayaknya batin jason. Jason dengan cepat memasukkan ocha kedalam mobil dan ia segera memasangkan sabuk pengaman.
Dia kemudian segera mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.
" Kamu kenapa keras kepala banget sih cha?"
" Kerena aku bersikap sesuai dengan orang yang aku temui. Kalau iblis kayak kamu gak pantas tau gak dibaikin!"
" Kamu nih ya, udah ditanya baik-baik malah ngehina orang lagi. Emang cewek stres!"
" Kamu tuh yang stres"
Mereka terus saja berdebat satu sama lain dan tak ada yang mau mengalah.
Sementara itu acara zahra tampak sudah selesai. Dia pulang dengan wajah begitu kecewa karena diana dan reyhan tak menepati janjinya.
Reyhan yang juga baru pulang tampak duduk diruang tamu.
" Diana... diana" panggil reyhan.
" Diana gak dirumah" jawab ratmi yang tiba-tiba datang menghampiri reyhan.
" Ibu, diana kemana Bu?"
" Seharusnya ibu yang nanya rey sama kalian kenapa gak datang ke acara zahra"
" Astaga! Bu reyhan beneran lupa bu karena rapat hari ini"
__ADS_1
" Reyhan kenapa bisa lupa sih? kamu tau kan zahra sangat berharap kalian datang. Dia pasti bakalan ngambek sama kalian"
" Zahra mana Bu?"
" Dia langsung ke kamarnya tadi nak"
" Reyhan nemuin dia dulu ya Bu"ujar reyhan segera pergi ketempat zahra.
Zahra tampak duduk diatas ranjangnya. Mendengar seseorang datang dia segera pura-pura tertidur. Reyhan kemudian masuk dan menghampiri zahra. Dia mengelus kepala zahra dan mencium keningnya.
" Sayang, maafin ayah ya karena sibuk kerja jadi lupa acara kamu. Ayah janji bakalan nurutin apapun kemauan zahra nak " ujar reyhan tetapi zahra tampak tak bergeming dan masih menutup matanya.
Dia pasti ngambek nih, yaudah aku tunggu bangun tidur aja deh baru coba bicara lagi sama dia batin reyhan. Lalu segera keluar kamar dan menghampiri ratmi.
" Gimana rey?"
" Zahra tidur bu, sepertinya dia ngambek bu"
" Ibu sudah menduganya rey, yasudah nanti kalian coba membujuknya ya kalau sudah bangun"
" Baik bu"
Reyhan kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelpon diana.
' Halo na'
' Halo rey'
' Kamu dimana sih na? kenapa gak ingatin aku keacara zahra?'
' Rey, coba kamu cek panggilan kamu deh. Aku udah nelponin kamu dari tadi tapi gak ada jawaban dari kamu rey'
Reyhan kemudian memeriksa panggilan masuk dan benar saja ada begitu banyak panggilan dari diana.
' Iya gak apa-apa rey'
' Tapi kenapa kamu juga gak ikut ke acara zahra na? kamu kan gak ngerawat jason lagi karena dia udah keluar rumah sakit'
' Iya sih rey tapi tadi direktur rumah sakit telpon aku rey, nyawa seorang lansia sedang dalam bahaya rey makanya aku segera kesini. Untunglah aku cepat datang kalau terlambat sedikit saja bisa-bisa lansia itu kehilangan nyawanya rey'
' Ya Ampun, syukurlah sayang. Terus kamu dimana sekarang?'
' Aku lagi otw pulang sayang, palingan bentar lagi juga sampai rumah. *Zahra mana rey?'
' Dia lagi tidur na, kayaknya kecapean gara-gara acara tadi. Kita bicara nanti aja ya sama dia setelah dia bangun'
' Iya sayang*'
' Yaudah hati-hati dijalan ya sayang'
' Iya rey'
Reyhan kemudian menutup panggilannya. Ternyata diana diikuti oleh karmila dan jordan.
" Dan, sebenarnya rencana kamu apa sih? "
" Yang jelas rencana aku gak sebodoh rencana kamu kar"
Kurang ajar banget sih ni anak! sabar karmila, sabar. Kamu masih butuh dia buat balas dendam. Untuk kali ini kita coba aja cara dia mana tau bisa berhasil ngehancurin reyhan sama diana kan batin karmila.
" Kita lihat aja ya, apa rencana kamu itu beneran bagus atau omdo aja"
__ADS_1
" Omdo? apa tu?"
" Astaga Jordan! kamu hidup dijaman apa sih? omdo aja gak tau"
" Ya aku emang beneran gak tau kar"
" Omong doang jordan"
" Oh "
Mereka terus saja mengikuti diana hingga diana sampai kerumahnya.
" Jordan, jadi kita capek-capek ngikutin diana cuma buat nganterin dia pulang"
" Enggaklah"
" Terus?"
Jordan tampak mengeluarkan sebuah boneka seram yang dilumuri cairan seperti darah.
" Astaga jordan! sejak kapan kamu mainan boneka kayak gini?" ujar karmila merasa tak percaya melihat jordan memegang boneka" Malah bonekanya serem gitu lagi"
" Jangan asal bicara deh kar, ini bukan buat mainan aku. Ini bakalan aku kirim ke rumah diana"
" Maksud kamu Jordan?"
" Kamu tuh ya, loading lama banget otaknya. Aku itu berencana buat neror diana lah kar. Aku tau walaupun dia itu dokter handal tetapi dia punya phobia sama boneka yang kena darah gini"
" Kamu goblok atau bego sih dan. Jelas-jelas diana itu dokter mana mungkin takut sama ginian. Stres kamu tuh"
" Kamu lihat aja nanti"
Emang stres dah ni cowok kayaknya? kenapa aku malah harus kerjasama dengan cowok bego begini sih batin karmila.
Jordan tampak membungkus boneka tersebut dengan paper bag. Lalu ia segera menyuruh orang yang lewat untuk mengantarkan paket tersebut.
" Mbak" panggil jordan.
" Iya ada apa ya mas?"
" Apa bener yang itu rumah diana?"
" Iya mas"
" Saya dari jasa pengiriman paket mbak, ini ada paket buat dia tapi sekarang saya lagi buru-buru banget mbak mau nganterin paket yang lain. Mbak bisa tolong saya gak mbak"
" Tapi mas saya " belum selesai wanita itu berbicara, jordan mengeluarkan uang dari kantongnya.
" Gimana mbak?"
" Bisa mas"
Wanita tersebut segera mengantarkan paket itu kerumah diana. Pengawal segera membawanya masuk dan memberikan pada diana yang kebetulan masih duduk diruang tamu.
" Paket dari siapa?"
" Tidak tau nona katanya paket untuk nona"
" Makasih ya"
" Sama-sama nona"
__ADS_1
Diana kemudian membuka paket tersebut dan ia begitu terkejut melihat isinya hingga ia menjatuhkannya ke lantai.