Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 146


__ADS_3

Para pelayan tampak semakin ketakutan mendengar gertakan dari reyhan. Mereka terlihat tak ada yang angkat bicara. Hal itu membuat reyhan semakin emosi dan terus mendesak mereka hingga salah seorang dari mereka angkat bicara.


" Mohon maaf tuan, saya lah yang mengantarkan obat dan makanan non diana tetapi saya hanya mengantarkan saja tuan sedangkan yang menyiapkannya adalah pelayan mira"


" Mira! Mana dia?"


" Dia tadi pergi izin keluar tuan karena ada urusan penting katanya"


" Siapa yang memberi kalian izin keluar sembarangan ha! Saya tidak mau tau, mira harus segera ditemukan!" Tegas reyhan lalu menyuruh mereka semua keluar. Kini hanya ada diana dan reyhan didalam kamar tersebut. Dia merasa heran terhadap sikap reyhan yang menurutnya terlalu berlebihan.


" Rey, kamu kenapa sih? Dia mungkin salah ngambil obat karena letaknya sama rey. Kamu kok jadi emosian banget begini sih" seru diana.


Reyhan kemudian memeluk diana erat.


" Rey, kamu kenapa aneh banget sih? Sejak pulang dari luar kota kamu jadi aneh tau gak. Tiba-tiba ngajak libur dan marah-marah berlebihan sama pelayan. Kamu lagi kenapa sih rey?"


" Na, aku terlalu takut kamu kenapa-kenapa na. Aku gak akan biarin siapapun nyakitin kamu na"


" Kamu ngomong apa sih rey? Emang siapa yang mau nyakitin aku ha!"


" Na, ini semua salah aku na. Kita harus secepatnya untuk pindah dari sini na"


" Rey, kamu kenapa sih? Ada apa sebenarnya ha? Coba kamu ceritain dulu pelan-pelan sama aku ya"


Reyhan kemudian menceritakan semuanya pada diana. Dia memang selalu jujur pada diana dan dia hanya berbohong jika benar-benar dibutuhkan untuk kebaikan diana. Dia menceritakan tentang kejadian yang menimpa adik hanum. Hal tersebut membuat diana terkejut.


" Dia meninggal rey"


" Iya na, jadi setelah aku jelasin semuanya apa menurut kamu aku yang jadi penyebab dia meninggal na"


" Itu bukan salah kamu kok sayang, mungkin itu emang udah takdirnya dia jadi kamu jangan ngerasa bersalah ya sayang" jelas diana. Reyhan senang karena diana tidak berpikiran seperti hanum.


" Jadi kamu ngajak aku liburan itu buat menghindari kakak cewek itu rey" cetus diana lagi.


Reyhan menganggukkan kepalanya mengisyaratkan iya pada diana.


" Sayang, kalau kamu gak salah kenapa harus takut? Seharusnya kamu bicarain baik-baik aja sama dia rey"


" Aku udah sering jelasin semuanya ke dia na tapi dia gak pernah dengerin aku dan anggap aku sebagai musuhnya na. Dia juga seorang mafia yang berbahaya na. kalau hanya mengganggu aku, aku tidak masalah na tapi yang aku takutkan itu kalau dia nyakitin kamu, ibu atau zahra na. Makanya aku pengen bawa kalian cepat-cepat pergi dari sini" jelas reyhan.


Ketika diana dan reyhan sedang berbicara tiba-tiba seorang pengawal mengetuk pintu kamar mereka.


" Siapa?"


" Pak bos, ada tamu diluar?"


" Tamu siapa?"


" Dia mengatakan bahwa dia adalah sahabatnya nona diana tuan"


" Yasudah sebentar lagi saya dan diana kebawah. Suruh dia duduk diruang tamu aja dulu"

__ADS_1


" Baik pak bos"


" Itu kayaknya irma deh rey, kita keluar yuk"


" Iya sayang" jawab reyhan sambil membantu diana untuk berdiri. Dia kemudian menggendong diana.


" Rey, turunin aku. Aku bisa jalan sendiri kok"


" Begini aja na lebih bagus dari pada kamu banyak jalan ntar makin sakit" jelas reyhan.


" Tapi aku malu rey kalau irma lihat kita begini"


" Ngapain malu sih sayang, kamu kan lagi sakit jadi dia pasti paham" ujar reyhan sambil menggendong diana menuju keluar. Dia menuruni anak tangga dengan perlahan dan hati-hati. Tampak dibawah dave dan irma sedang duduk diruang tamu.


" Aduhh duhh romantis banget sih pasangan satu ini" ledek irma.


" Apaan sih ma? Gak usah ngeledek gitu deh. By the way kalian berdua aja kemari nih? " Ujar diana yang kini telah duduk diatas sofa. Reyhan juga duduk disebelahnya.


" Ada suami aku juga na, dia lagi ngambil ponselnya yang ketinggalan di mobil"


" Oh gitu"


" Ini anak kamu ma?" tanya reyhan.


" Iyalah rey, emang gak kelihatan apa kemiripan kami"


" Aku rasa dia pasti lebih mirip ayahnya"


" Namanya kamu siapa?"


" Dave om"


" Menurut kamu, kamu lebih mirip mama atau papa kamu dave?"


" Mirip mama om" jawab dave.


" Pasti udah kamu ancam nih ma makanya dia bilang begitu"


" Haha gak mungkin lah rey, ngapain ngancam-ngancam dia segala. Lagian nih ya emang kenyataan dia lebih mirip aku kok" jelas irma.


Irma kemudian teringat dengan apa yang dilihatnya dilaptop suaminya. Dia ingin sekali menanyakannya pada reyhan tetapi dia tak tau harus memulai dari mana.


" Irma, kenapa diam?" tanya diana.


" Tiba-tiba aku haus na, boleh minta minum gak"


" Yaudah tunggu bentar aku ambilkan" jawab diana tapi kemudian dia terdiam melihat kondisi kakinya.


" Biar aku aja yang ambil na" seru reyhan yang segera pergi mengambil minum. Irma segera berpindah posisi duduk disebelah diana.


" Na, sebenarnya ada yang pengen aku tanyain sama kamu" lirih irma pelan.

__ADS_1


" Ada apa ma?"


" Gini ya kemarin kan aku buka laptop suami aku tu dan itu perdana aku buka laptop dia terus aku lihat ada foto reyhan disana. Apa reyhan sebelumnya udah kenal ya sama suami aku"


Hanum tampak masuk kedalam rumah tersebut dan duduk disebelah dave.


" Maaf lama ya sayang, soalnya aku angkat telpon dulu"


" Iya gak apa-apa sayang. Oh ya, kenalin ini diana sahabat baik aku dan na ini mas hanum suami aku yang paling ganteng"


Diana dan hanum pun berkenalan satu sama lain.


" Oh jadi ini diana yang sering kamu ceritain sama aku ma"


" Emang Irma cerita apa aja?"


" Gak banyak juga sih, dia cuma cerita tentang kisah kamu sama pacar kamu aja"


Diana menatap irma dengan tajam dan irma berlagak lugu tak tau apa-apa.


" Kamu cerita apa aja ma?"


" Gak ada kok na, mas hanum cuma ngarang aja tuh"


" Ngarang gimana? Jelas" belum selesai hanum berbicara irma langsung melotot pada hanum yang mengisyaratkannya untuk diam.


" Kamu bohong kan mas" ujar irma yang berpindah posisi kesebelah hanum. Hanum kemudian menganggukkan kepalanya. Dia tidak pernah bisa menolak istrinya karena ia sangat menyayangi Irma dan anaknya.


" Hmm" diana hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Irma tampak mengambil ponsel milik hanum.


" Mau lihat apa sayang?"


" Emang aku gak boleh lihat ponsel mas ya?"


" Boleh kok, lihat aja. Lagian disana gak ada apa-apa juga"


Irma tampak memeriksa panggilan masuk dan keluar hanum karena ia penasaran hanum telponan dengan siapa.


" Ini nomor siapa sih mas? Kok banyak banget yang gak ada namanya"


" Itu nomor-nomor gak penting sayang, kok kamu jadi kepo gini sih sekarang"


" Gak boleh mas"


" Boleh sayang"


Diana hanya tertawa kecil melihat tingkah pasangan suami istri tersebut.


Reyhan pun datang sambil membawa minuman ditangannya. Minuman tersebut tiba-tiba jatuh dari tangannya saat ia melihat hanum. Begitupun hanum yang raut wajahnya seketika berubah.

__ADS_1


__ADS_2