Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 30


__ADS_3

Setelah selesai berganti pakaian diana dan reyhan pergi menuju meja makan. Mereka segera melahap makanan yang ada diatas meja. Bu ratmi yang melihat mereka tampak akur merasa senang.


Seandainya kalian bisa akur seperti ini terus. Ibu pasti akan jadi ibu paling bahagia bisa melihat putrinya menikah dengan orang yang dicintainya batin bu ratmi berharap.


Setelah selesai makan reyhan segera pamit untuk pergi ke kantor. Supir pribadi reyhan dan beberapa pengawal tampak menjemputnya. Diana tak mengantar reyhan keluar. Dia hanya melihat reyhan dari balik jendela kamarnya.


Kenapa aku gak rela sih dia pergi. Seharusnya aku senang dia pergi dari sini. Inikan yang aku mau tapi kenapa hati ku gak rela ya. Diana kamu kenapa sih, ada apa dengan kamu sekarang batin diana.


Setelah kepergian reyhan, ponsel diana berdering dan tertera nama reyhan dipanggilan itu.


Anak ini, baru aja pergi udah nelpon batin diana kesal.


"Halo rey, ada apa lagi?" Tanya diana ketus.


" Diana, kamu harus kekantor aku sekarang soalnya aku kena flu nih gara-gara kamu dorong ke kolam jadi sebagai dokter pribadi aku kamu harus segera kekantor aku sekarang" jelas reyhan lalu menutup telponnya.


Dasar cowok mesum ngeselin. Baru aja aku pengen istirahat dengan tenang dia malah ganggu. Awas aja dia bakalan aku kerjain lagi biar kapok batin diana geram.


Diana segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor reyhan. Bu ratmi yang datang dan mendapati diana sedang bersiap-siap pun merasa heran karena hari ini jam kerja diana biasanya siang.


" Diana, mau kemana? Bukannya kamu masuknya siang hari ini"


" Mau kerja bu. Diana kan dokter pribadi reyhan bu. Reyhan kayaknya kena flu jadi diana disuruh kesana buat meriksa kondisi reyhan"


" Bukannya reyhan itu punya banyak dokter ahli ya kenapa harus kamu?"


" Itulah bu, Diana juga gak tau. Mungkin dia mau ngerjain diana bu, yaudah diana berangkat dulu ya bu" ujar diana mencium telapak tangan ratmi.


" Hati-hati dijalan na"


" Iya Bu" balas diana sambil pergi meninggalkan bu ratmi dan menaiki mobil yang sudah disiapkan reyhan untuknya.


Diperjalanan diana terus saja merasa kesal jika membayangkan reyhan. Ponsel Diana berdering dan itu adalah panggilan dari David.


Kak david nelpon, ada apa ya? batin diana.


' Halo kak '


' Halo na. Kamu lagi apa? '

__ADS_1


' Lagi dijalan kak mau pergi kerja. Ada apa ya kak? '


' Oh kamu kerja sekarang, aku kira lagi free soalnya tadi aku tanya ke ririn katanya kamu masuk siang'


' Biasanya iya kak, tapi sekarang gak lagi kak soalnya diana sekarang udah jadi dokter pribadi seseorang kak jadi diana harus ada 24 jam buat dia kak'


' oh gitu. Yaudah na maaf aku ganggu ya'


' Gak kok kak'


' Semangat kerjanya ya. Byee'


' iya makasih kak. Byee ' balas diana sambil mematikan teleponnya.


Tak lama akhirnya diana tiba di kantor reyhan. Dia segera masuk menuju ruangan reyhan. Disana ia bertemu dengan clarisa dan radit yang sedang mendengarkan pengarahan reyhan.


" Lagi rapat ya maaf ganggu" ujar diana hendak keluar tetapi reyhan mencegahnya.


" Diana kemari" panggil reyhan lalu ia menyuruh clarisa dan radit keluar dan mengunci otomatis pintu.


" Kamu baik-baik aja kok ngapain ganggu aku" ucap diana kesal.


Kayaknya dia demam deh, apa ini gara-gara aku dorong dia ke kolam ya batin diana khawatir.


Diana segera memanggil clarisa sekretaris reyhan dan menyuruhnya membawakan segelas air putih.


Clarisa segera datang dengan segelas air putih. Diana mengambil air putih tersebut lalu mengunci pintu kembali.


Aduh gimana cara dia nelan obatnya ya, diakan lagi pingsan. Ayo diana pikirkan caranya. Harus ada yang mendorong agar obatnya masuk tapi apa ya kalau pakai tangan takutnya malah makin sakit ni anak pakai apa ya batin diana bingung.


Diana berusaha memikirkan bagaimana cara meminumkan obat pada reyhan.


Ini satu-satunya cara diana dari pada demamnya makin parah batin diana.


Lalu ia memasukkan obatnya kedalam mulutnya dan mendorong obat tersebut kedalam mulut reyhan dengan lidahnya. Reyhan tampak memeluk diana erat dan mencium diana dengan kuat yang membuat diana kaget. Reyhan sebenarnya hanya pura-pura pingsan, dia sengaja agar diana memberikan perhatian lebih padanya. Diana dengan sekuat tenaganya berusaha melepaskan diri tapi reyhan malah makin erat memeluknya hingga diana hampir kehabisan napas dan reyhan segera melepaskannya.


" Reyhan" pekik diana sambil memukul kencang reyhan.


" Kamu masih belum bisa ciuman dengan baik na" balas reyhan sambil tertawa.

__ADS_1


" Dasar mesum kamu. Jadi kamu pura-pura pingsan ya biar aku lakuin itu sama kamu. Lagian aku gak cium kamu kok" bantah diana kesal.


" Terus yang tadi namanya apa?"


" Itu cuma pertolongan dari dokter buat pasiennya"


" Kalau begitu aku mau tiap hari dapat pertolongan kayak gitu dong " goda reyhan sambil tersenyum.


"Kamu!!" Pekik diana yang tak dapat menahan emosi dan memukuli reyhan berkali-kali.


Reyhan hanya tertawa senang Diana memukulinya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan reyhan.


" Siapa?" Tanya reyhan.


" Buka aja kenapa sih" balas diana yang langsung membuka pintu ruangan tersebut dengan remote control.


Tampak tika datang sambil membawa makanan. Melihat reyhan dan diana hanya berdua diruangan itu membuat tika begitu sakit hati.


" Kalian ngapain berduaan aja disini?" Tanya tika.


" Maaf mbak saya cuma dokter pribadinya pak reyhan" balas diana.


" Gak usah minta maaf na. Mau ngapain kamu kemari?" Ujar reyhan ketus pada tika.


" Kamu tanya aku mau apa kesini? Rey aku ini tunangan kamu jadi aku kesini ya nyariin kamu lah. Aku sengaja datang bawa makanan karena aku kira kamu pasti capek semalaman kerja nyatanya kamu malah berduaan sama dokter gak jelas itu disini" balas tika yang penuh dengan emosi.


" Dokter gak jelas kamu bilang! Asal kamu tau kamu yang gak jelas. Berapa kali aku bilang kalau aku gak suka sama kamu dan aku mau pertunangan ini dibatalin tapi apa kamu selalu nolakkan. Jadi sekarang siapa yang gak jelas kamu atau dokter aku ini. Dan aku peringatin ke kamu jangan berani-beraninya kamu bilang diana dokter yang gak jelas lagi atau aku bakalan langsung ngusir kamu dari rumah aku" sahut reyhan meluapkan emosi karena tak terima dengan perkataan tika.


Bagai tusukan tajam dalam hati tika mendengar perkataan reyhan. Air matanya mulai berjatuhan.


" Apa kamu suka sama dia Rey?" Tanya tika.


" Cukup. Kenapa aku malah dibawa-bawa sih ke masalah kalian. Rey kamu gak boleh ngomong gitu dong ketunangan kamu. Dia tunangan kamu rey bukan barang yang kalau kamu mau bisa kamu pakai atau kamu buang seenaknya aja. Dia punya hati yang harus kamu jaga rey jadi aku mohon hentiin semua ini rey. Dan kamu aku sama reyhan gak ada hubungan apa-apa. Hubungan aku sama dia cuma antara dokter dan pasien gak lebih jadi kamu gak usah mikir aku sama dia ada hubungan yang lebih dari itu. Kalian silahkan selesain masalah kalian, saya permisi" jelas diana sambil mengambil tasnya lalu pergi keluar.


" Lebih baik kamu pergi dari sini dan pertunangan kita lupain aja karena mulai sekarang aku bukan tunangan kamu lagi" ujar reyhan pada tika lalu pergi mengejar diana.


Tika hanya bisa terduduk lemas sambil menangis. Ternyata pertengkaran mereka didengar oleh clarisa yang sejak tadi menguping.


Kasihan banget buk tika ditinggal demi dokter baru itu, tapi ini bagus berarti saingan aku berkurang batin clarisa.

__ADS_1


Clarisa lah yang memberitahu pada tika bahwa reyhan sedang bersama perempuan lain diruangannya. Itu makanya tika langsung datang ke kantor reyhan dengan alasan pada karin ingin mengantar makanan untuk reyhan.


__ADS_2