Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 147


__ADS_3

" Hanum!" Ujar reyhan sambil menatap tajam pada hanum.


" Reyhan" sahut hanum sambil mengepalkan tangannya. Wajahnya terlihat begitu kesal melihat kehadiran reyhan disana.


" Kalian udah saling kenal? " Tanya irma.


Reyhan langsung memposisikan dirinya untuk melindungi diana. Diana dan irma dalam posisi yang kebingungan karena sikap hanum dan reyhan.


" Hello... Aku lagi nanya lho tadi" cetus irma lagi.


" Kita pulang sekarang sayang" ajak hanum yang terlihat kesal.


" Kenapa pulang sih mas? Aku kan masih mau disini dan kita kesini kan juga mau ngambil tiket buat keluar negeri. Kenapa harus buru-buru pulang mas?"


" Aku jelasin nanti Irma, kita pulang sekarang"


Irma terlihat begitu kesal karena hanum yang terus mengajaknya pulang. Irma adalah tipikal orang yang begitu keras kepala, jika dia ingin sesuatu maka harus ia dapatkan.


" Aku gak mau pulang mas" jawab irma kesal.


" Yaudah kalau gitu aku sama dave pulang duluan" seru hanum yang terlihat begitu kesal juga. Dia mengajak putra kesayangannya pulang tetapi dave menolak karena ingin bersama ibunya. Akhirnya hanum pergi pulang sendiri dengan kesal. Sebelumnya dia menyuruh beberapa pengawal untuk menjaga anak dan istrinya dari reyhan. Hanum tak ingin sikap kasarnya terlihat didepan anak dan istrinya, itulah yang membuat dia memutuskan untuk pulang.


" Sebenarnya ada apa sih rey? Kamu ada masalah apa sama suaminya irma" tanya diana penasaran.


" Bukannya aku udah ceritain semuanya ke kamu na. Dia orangnya na" jawab reyhan yang membuat diana begitu terkejut.


" Orang apa rey? Maksudnya apa ya? Aku heran padahal kalian baru pertama kali ketemu tapi kenapa jadi begini sih"


Diana kemudian menjelaskan semuanya pada irma yang membuat irma terkejut.


" Apa? Jadi kamu orang yang disukai sama adiknya mas hanum"


" Iya ma"

__ADS_1


" Astaga! Kenapa harus seperti ini sih? Sekarang aku ngerti kenapa sikap mas hanum begitu. Rey, kamu harus jelasin semuanya dong sama mas hanum biar kalian gak salah paham"


" Aku udah jelasin semuanya na tapi apa suami kamu tetap keras kepala dan mengatakan bahwa aku pembunuh adiknya. Dia selalu meneror aku ma, selama beberapa tahun akhirnya aku bisa lepas dari dia tapi ternyata dia sekarang sudah menemukan aku ma. Jika suami kamu memang mau menyakiti aku, aku bakalan terima ma tapi kalau dia sampai nyentuh keluarga diana. Aku akan ngelakuin hal yang bahkan dia gak pernah bayangin ma"


" Reyhan, kamu kok malah ngancam aku gitu sih. Aku tau mas hanum rey, dia gak akan pernah nyakitin orang disekitar aku. Apalagi diana, dia kan sohib akrab aku mana mungkin dia berani nyentuh diana" jelas irma.


" Rey, seharusnya sekarang kita cari solusi untuk memadamkan api kemarahan suaminya irma bukannya mikirin hal lain rey" timpal diana.


" Iya na, aku terlalu khawatir tentang kamu na. Maafin perkataan aku yang tadi ya ir"


" Iya gak apa-apa rey, aku paham kok. Aku bakalan berusaha buat nolongin kamu semampu aku ya rey"


" Iya ir, makasih ya"


" Yaudah kalau gitu aku pulang dulu ya pasti mas hanum lagi emosi besar nih dirumah"


" Iya ir, hati-hati dijalan ya"


Ya Tuhan, tolong bantu hamba untuk meredakan amarah suami hamba saat ini batin irma.


Benar saja perkiraan irma sesampainya dirumah semua barang-barang tampak berserakan karena jadi pelampiasan kekesalan hanum.


" Dave sayang, kamu masuk ke kamar dulu ya sama mbak ica"


" Iya ma" jawab dave yang masuk kedalam kamar bersama pengasuhnya.


Irma terlihat begitu gemetar saat akan masuk kedalam kamar. Dia memang sering melihat suaminya marah seperti ini tapi dia merasa kali ini dia juga salah karena telah menolak keinginan hanum.


Dia sengaja tak mengeluarkan suara dan membuka pintu perlahan karena merasa sedikit takut. Hanum pun reflek mengeluarkan pistol dan hampir mengenai irma. Irma terlihat begitu terkejut dan gemetar. Pistol pun terjatuh dari tangan hanum dan ia segera menghampiri irma. Saat ingin mendekati Irma, irma tampak menjauhi hanum karena ketakutan.


" Sayang, kenapa kamu gak ketuk dulu sih atau gak manggil aku? Kamu gak apa-apa kan" seru hanum yang terlihat panik.


Irma masih terdiam membisu karena ia masih membayangkan peluru tadi bersarang pada kepalanya.

__ADS_1


" Sayang, jangan diam gini dong. Sayang maafin aku ya, tolong jangan diam begini dong" seru hanum sambil menggenggam tangan irma yang gemetaran.


" M..mas kayaknya lagi butuh waktu buat sendiri, aku pergi temanin dave dulu dikamarnya" ujar irma terbata-bata lalu segera berlari menuju kamar dave. Hanum pun mengejarnya kesana.


" Mama kenapa? " tanya dave yang heran melihat ibunya berlari ke kamarnya dengan tergesa-gesa.


Irma langsung memeluk putranya dan mencium keningnya.


" Mama gak apa-apa kok sayang"


" Terus kenapa lari-lari ke kamar dave ma"


Tiba-tiba hanum membuka pintu kamar yang membuat irma terkejut. Hanum memerintahkan pengasuh dave untuk membawa dave keluar. Lalu ia duduk berlutut dihadapan irma.


" Mas, kamu ngapain sih? Bangun mas" pekik irma.


" Aku salah sayang, gak seharusnya aku angkat senjata dihadapan kamu dan itu hampir mengenai kamu sayang. Aku memang begitu payah sayang" jelas hanum dengan rasa bersalah. Irma kemudian menyuruh hanum untuk duduk disebelahnya lalu ia menyandarkan kepalanya pada dada bidang hanum walaupun sebenarnya didalam hatinya masih ada sedikit rasa cemas.


" Mas, kamu gak salah kok. Itu salah aku karena gak ketuk pintu atau manggil kamu dulu"


" Gak sayang, semuanya salah aku. Aku mohon maafin aku ya"


" Mas, seharusnya mas jangan terlalu membenci reyhan seperti ini mas. Dia sama sekali tidak bersalah mas, itu hanya kesalahpahaman antara kamu dan dia mas. Mas kan tau sendiri bahwa almarhum adik mas lah yang begitu terobsesi pada reyhan. Aku sama sekali tidak ingin menyalahkan adik mas tapi coba mas pikir dari sisi reyhan mas. Ya, mungkin dia memang salah karena tidak bisa membalas perasaan adik mas tapi seharusnya mas tidak bersikap seperti ini mas karena tidak semua perasaan itu bisa dipaksakan mas. Reyhan juga punya dunianya sendiri yang membuat dia tidak bisa menemui adik mas kan. Bukannya dia juga sudah mengatakannya kepada mas" jelas irma.


" Sayang, ini gak seperti yang kamu pikirin. Aku yakin reyhan pasti cerita yang tidak-tidak ke kamu kan. Kamu jangan percaya dia sayang. Dia itu pembunuh"


" Mas, aku tau reyhan dari sejak kamu belum mengenal dia mas. Dia tidak akan pernah bercerita bohong pada diana tentang apapun itu mas. Aku sangat memohon kepada mas tolong hentikan kebencian ini sampai disini"


" Tidak! Aku tidak akan pernah melakukan itu sayang. Dia harus menanggung akibat perbuatannya" bantah hanum sambil berdiri membelakangi irma.


" Lalu apa yang akan kamu lakukan mas? Kamu akan membunuhnya atau menyakiti orang disekitarnya mas? Mas, kamu harus dengarin aku. Hentiin kebencian ini sampai disini mas. Kasihan almarhum adik kamu disana mas, dia sekarang sudah bahagia tapi melihat kamu dengan kondisi seperti ini apa kamu pikir dia akan bahagia mas"


" Sayang, aku bisa menuruti kemauan kamu kecuali tentang yang satu ini. Aku mohon kamu jangan terus membelanya sayang. Kamu seharusnya mendukung aku untuk hak adik aku"

__ADS_1


__ADS_2