Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 68


__ADS_3

" Shit!" decih reyhan kesal.


" Jangan gitu rey, angkat aja dulu mana tau penting" ujar diana memberi saran.


Reyhan segera mengangkat telponnya.


' Halo, ada apa lagi sih dit? bukannya semua masalah kantor udah selesai ya kenapa masih gangguin saya aja'


' Maaf pak bos, saya mengganggu waktu pak bos. Ini saya clarisa'


' Clarisa. Mau apa kamu?'


Mendengar reyhan menyebutkan nama clarisa membuatnya menjadi kepo apa yang sedang reyhan bicarakan dengan clarisa. Dia kemudian mendekati reyhan dengan gerakan sangat perlahan dan menguping dari belakang.


' Pak bos, saya ingin menanyakan dimana keberadaan radit soalnya dia dari tadi belum juga pulang dan ketika saya cari dikantor gak ada'


' Ponselnya kan ada sama kamu cla, otomatis dia ada sama kamu lah'


' Itu masalahnya pak kalau radit pergi bawa ponsel mah gak apa-apa tapi waktu dia kerumah tadi ponselnya ditinggal pak makanya saya khawatir'


Apa jangan-jangan radit nekad ya nemuin klien itu? bisa gawat kalau si clarisa tau tentang itu batin reyhan.


' Pak, bagaimana? apakah sebelumnya radit mengabari bapak ingin kemana'


' Mungkin dia rapat bersama beberapa klien cla, kamu gak usah khawatir nanti kalau saya ketemu dia saya akan kabarin kamu'


' Baik pak bos, terimakasih pak'


' Ya'


Reyhan kemudian memutuskan panggilannya. Mengetahui reyhan selesai menelpon diana buru-buru kembali menyajikan makanan yang dibuatnya.


" Siapa rey?" tanyanya pura-pura tidak tau.


" Clarisa"


" Ngapain dia nelpon kamu?"


" Dia nanyain radit sama aku soalnya radit lupa bawa ponselnya na"


" Cuma itu aja"


" Iya sayang, kenapa? kamu cemburu ya dia nelpon aku"


" Cemburu! ngapain coba? dia udah punya suami dan kamu juga udah punya aku jadi ngapain cemburu sama dia"


" Yang bener?"


" Iya reyhan"

__ADS_1


" Tapi kok kayaknya wajah kamu gak seneng gitu ya na" goda reyhan.


" Paan sih? wajah aku emang begini adanya dari dulu" jawab diana.


Setelah makanan tersaji, indah dan ratmi tampak datang bersamaan ke meja makan. Dari belakang zahra juga berlari menuju meja makan karena mencium aroma masakan diana.


" Bunda, makanannya udah siap?" tanya zahra yang kini berada disamping diana.


" Udah sayang, sesuai dengan pesenan anak bunda"


" Wah.... Bunda emang paling the best deh kalau urusan masakan"


" Iya dong, bunda siapa dulu?"


" Zahra" ucap zahra dengan keras.


Ratmi sejak tadi tak berhenti menatap kearah indah yang terlihat santai. Menyadari ibunya sedari tadi melihatnya membuat indah balik menatapnya.


" Ada apa Bu? kenapa natap aku begitu" tanya indah yang membuat ratmi menurunkan tatapannya.


" Enggak ada ndah, ibu cuma punya sedikit rencana kecil buat kamu ndah"


Ibu mau apa lagi sih? jangan bilang dia bakalan ngusir aku dari sini. Awas aja kalau berani, rahasia dia bakalan terungkap semua batin indah.


" Rencana apa Bu?" sahutnya sambil tersenyum tipis.


" Jadi maksud ibu, ibu bakalan segera nikahin aku sama seseorang" sambung indah.


" Ya, bukankah bagus begitu ya kan rey"


" Iya Bu, menurut reyhan juga bagus begitu. Usia indah jugakan udah cocok lah buat nikah bu jadi kalau reyhan setuju sih"


" Aku gak mau" seru indah yang membuat semua pandangan tertuju padanya.


" Maksud kamu apa ndah? apa kamu mau melajang seumur hidup" sahut diana.


" Kak diana, aku kan cuma bilang aku belum mau buat nikah sekarang bukan berarti aku gak akan nikah kan kak. Sekarang aku cuma pengen ngabisin waktu lebih banyak sama ibu, apalagi aku sama ibu kan baru aja ketemu kak jadi aku pengen banget ngabisin lebih banyak waktu. Ya kan bu" jelas indah sambil menatap tajam ratmi seakan-akan seperti mengancamnya.


" Yasudah kalau kamu gak mau ndah, ibu gak akan maksa in juga kok lagian itu kan cuma rencana ibu aja tadi"


Kenapa ibu kayak gak konsisten gitu sih sama kata-katanya? kayak ada sesuatu yang membuat ibu gak bisa nolak keinginan indah batin diana heran.


Mereka kemudian menyantap makanan yang telah tersaji di meja makan dengan lahap. Ponsel indah tiba-tiba berdering yang membuatnya segera menjauh dari meja makan untuk mengangkatnya.


' Halo'


' Halo ndah, kamu apa kabar? gimana keadaan ibu sama diana dikota'


' Kami baik dan aku harap kamu gak usah nelponin aku lagi'

__ADS_1


' Lah kenapa ndah? bukannya kita sahabat ya'


' Sahabat! sejak kapan ha? sejak kamu ngerebut gebetan aku atau sejak kamu selingkuh dan diam-diam main belakang sama pacar aku'


' Indah, kamu... kamu tau dari mana? '


' Udah deh, mendingan gak usah ganggu kehidupan aku lagi. Membusuk aja tuh kamu disana sama cowok kere itu biar kalian mampus sekalian'


Indah langsung mematikan telponnya dan memblokir nomor tersebut. Wajahnya terlihat sangat kesal. Seseorang tampak memegang pundaknya dari belakang yang membuat indah terkejut dan spontan melirik kebelakang.


" Ibu, bikin kaget aja tau gak" ujarnya kesal.


" Kamu nelpon siapa? "


" Papanya diana"


" Sssttt.... kamu jangan bicara sembarangan indah. Kalau diana dengar bagaimana ha?"


" Bodo amat bu. Makanya jangan coba-coba buat ngusir aku dari sini bu atau ibu bakalan tau akibatnya. Aku diam sekarang karena aku masih mikirin ibu ya tapi kalau ibu kelewat batas jangan salahin aku buat ngebongkar semua kebusukan ibu didepan diana"


" Tutup mulut kamu indah! ibu gak nyangka anak kandung ibu sendiri bisa bersikap seperti ini kepada ibu kandungnya"


" Apa? ibu kandung! wait... seharusnya ibu juga tanya sama diri ibu sendiri kenapa ibu lebih milih besarin anak pungut itu dibandingkan aku yang darah daging ibu. Apa ibu pernah berpikir ha? gimana kehidupan aku? apa aku bahagia atau enggak? Enggak kan Bu jadi ibu gak usah sok ngajarin aku" tegasnya lalu pergi meninggalkan ratmi.


Ratmi hanya bisa terdiam mendengar ucapan putrinya tersebut. Memang kesalahannya yang telah meninggalkan putrinya itu dahulu tapi sebenarnya ia juga harus mengalami masa-masa sulit saat harus berpisah dengan anaknya tersebut.


Diana kemudian menghampiri ratmi yang tampak bersedih.


" Ibu kenapa bu?" tanya diana.


" Ibu gak apa-apa na"


" Ibu berantem ya sama indah?"


" Enggak kok na, yaudah ibu ke kamar dulu ya mau istirahat"


Ibu beneran aneh banget sekarang. Yang biasanya ceria sekarang malah murung gak jelas gitu. Ada apa sebenarnya sama indah? kenapa sejak kedatangan dia ibu jadi berubah gini sih batin diana mulai curiga. Dia kemudian kembali ke meja makan membantu pembantunya merapikan peralatan makan.


" Aduh non, gak usah non. Bibik aja ya non"


" Gak apa-apa bik, diana lagi pengen bantu-bantu aja sekarang. Oh ya, reyhan mana bik?"


" Tuan sepertinya ke kamar nona kecil non"


" Yaudah bibik lanjutin ya, aku mau kesana dulu"


" Baik non"


Diana segera menuju kamar zahra dan saat melihat dari balik pintu kebersamaan reyhan dan zahra membuatnya senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2