
Reyhan terlihat tak percaya karena sovia biasanya menceritakan segalanya pada reyhan. Dia biasanya selalu cerita walaupun hal kecil tetapi hal sebesar itu ia sembunyikan dari reyhan.
David kemudian menarik napas dalam dan menggenggam tangan sovia yang membuat arsen menatap tajam pada genggaman mereka.
Kenapa david genggam tangan sovia? Apa jangan-jangan batin arsen menerka-nerka.
" Iya sovia udah tunangan sama gue. Kita juga belum lama ini tunangan dan maaf karena belum sempat ngasih tau kalian" jelas david yang membuat semuanya terkejut.
" Dav, lo serius tunangan sama sovia?" tanya reyhan tak percaya.
" Iya rey, gue bahkan udah dikasih restu sama bokapnya sovia. Doain aja sebentar lagi kita bakal nyusul arsen" ujar david yang sengaja mengatakan hal tersebut karena dia melihat ekspresi lain pada wajah arsen. Bukannya senang arsen tampak hanya diam sambil menatap mereka berdua.
" Wah, semoga kalian cepat nyusul kita ya" seru tika sambil menggandeng tangan arsen.
" Selamat ya sov" ujar reyhan dan beberapa orang disitu juga mengucapkan selamat kepada mereka.
" Sayang, selamat ya. Tante gak nyangka kamu udah mau tunangan aja sekarang" seru karin sambil memeluk sovia. Ketika semua orang terlihat gembira, arsen tampak pergi dari situ.
" Sayang, aku ketoilet dulu ya" bisik arsen pada tika lalu pergi menuju toilet. Tika merasa ada yang aneh dengan arsen karena ia tak melihat arsen tampak bahagia mendengar pertunangan sovia.
David tampak mengikuti arsen dari belakang dengan alasan bahwa dia ingin ketoilet sebentar.
Arsen terlihat begitu kesal dan meninju wastafel dengan sekuat tenaganya.
Kenapa gue kesel gini sih? Seharusnya gue senang dong kalau sovia sama david. David orangnya baik dan gue juga udah kenal dia selama ini tapi kenapa gue malah kayak begini. Ada apa sama gue? Kenapa gue gak senang dengar pertunangan mereka batin arsen.
Lalu ia mencuci mukanya dan tangannya yang juga tergores karena meninju wastafel.
" Lo kenapa ar?" ujar david yang tiba-tiba datang menghampirinya.
" David. Lo ngapain disini?"
__ADS_1
" Mau ngobrol empat mata sama Lo"
" Mau ngobrol apa?"
" Mulai sekarang lo jauhin sovia karena gue yang bakalan jagain dia ar. Lo itu dari dulu cuma buat dia susah aja, lo juga tau kan kalau sovia itu sayang sama lo dari dulu tapi apa lo malah milih tika bro. Orang yang selama ini gak pernah peduli sama lo. Lo tau ar, gue yakin lo ambil keputusan pernikahan kayak gini karena lo merasa tika itu sesuatu yang harus lo dapatin dari dulu tapi lo seharusnya mikir arsen apa lo beneran sayang sama dia atau itu cuma obsesi lo semata. Jangan mendadak begini yang buat banyak orang terluka" tegas david.
" Maksud lo apa ngomong gitu? Gue emang sayang sama tika. Sovia sama gue cuma sahabatan dari dulu dan gue cuma peduli sama dia sebagai sahabat. Masalah perasaan dia, bukannya dia udah setuju pernikahan gue sama tika. Diakan juga bilang bakalan hadir kesini sama tika jadi salah gue dimana bro?" bantah arsen.
" Hahaha... Arsen.. arsen.. lo seharusnya tau kalau lo emang sahabat baiknya sovia. Lo tau dia sayang sama lo kan, menurut lo gimana perasaan dia saat lihat orang yang dia sayang bersanding sama orang lain tepat dihadapannya. Apa lo mikirin itu ha!"
Arsen terdiam sejenak mendengar perkataan david.
" Kenapa diam? Ngerasa bersalah ha! Seharusnya lo dari awal mikir bro. Lo itu udah nyakitin dia banget bahkan sampai saat ini jadi kedepannya gue harap lo jangan ganggu dia lagi karena gue yang bakalan buat dia bahagia. Gue bakalan ngasih dia apapun yang bisa buat dia bahagia" tegas david lagi.
Arsen begitu kesal mendengar perkataan david yang menganggap sovia itu seakan-akan adalah miliknya.
" Lo siapa ha! Lo baru tunangan sovia bro jadi gak usah ngatur-ngatur gue mau ketemu atau enggak sama sovia. Sovia itu dekat banget sama gue dari dulu dan lo gak punya hak buat nyuruh dia ngejauh dari gue" seru arsen kesal.
David terlihat tersenyum mendengar perkataan arsen yang membuat arsen kebingungan.
" Lo sayang sama sovia kan" cetus david tiba-tiba yang membuat arsen heran.
" Maksud lo apa? Gue sekarang udah nikah sama tika dan orang yang paling gue sayang itu adalah tika bukan Sovia"
" Lo gak usah bohong sama gue bro"
" Lo ngomong apaan sih? "
" Dari sorot mata lo tadi waktu lihat gue sama sovia gandengan tangan dan dari cara lo yang gak terima gue ngekang Sovia, gue tau bro kalau lo sayang sama dia. Gue sahabat lo ar, walaupun kita gak terlalu akrab banget tapi gue tau bro. Lo selama ini acuh tak acuh terhadap perasaan lo ke sovia karena dia selalu ada didekat lo tapi sekarang saat sovia akan jadi milik orang lain Lo gak bisa terima itu bro" jelas david yang membuat arsen terdiam.
Dia berpikir sejenak dan merenung apa yang telah dikatakan oleh david. Selama ini sovia yang selalu ada untuknya dalam keadaan apapun. Sovia bahkan rela melakukan apapun untuk arsen walaupun terkadang itu menyakitinya.
__ADS_1
Gue sayang sama sovia, kenapa gue baru sadar sekarang? Kenapa gue selama ini selalu mengejar tika yang sama sekali rasa sayangnya belum tentu buat gue batin arsen tersadar seketika.
" Lo bener dav, gue salah sama sovia. Gue sayang sama dia. Tapi gue malah nyakitin dia dengan menikahi tika bro. Gue harus gimana lagi? Gue sama tika sekarang udah resmi jadi suami istri dav"
" Seharusnya lo mikirin ini sebelum lo mutusin nikah sama tika bro. Sekarang lo cuma bisa terima pilihan yang udah lo ambil bro"ujar david yang segera pergi meninggalkan arsen.
Ketika dia membuka pintu toilet tampak sovia berdiri didepan pintu tersebut dengan air matanya yang dapat ia tahan sejak tadi.
" Sovia! Sejak kapan lo disini?"
" Dav, lo bisa biarin gue ngomong berdua sebentar gak sama arsen"
" Buat apa sov?"
" Sebentar aja plisss. Gue mohon dav" ujar sovia yang membuat david iba padanya.
" Yaudah 5 menit aja ya "
" Iya. Makasih ya dav" ujar sovia yang segera masuk kedalam sementara david menjaga pintu dari luar agar tidak ada orang yang masuk.
Melihat kedatangan sovia membuat arsen terkejut.
" Sov, Lo disini. Ini kan kamar mandi cowok, ngapain lo disini?"
Tanpa basa-basi sovia segera memeluk arsen dengan erat yang membuat arsen semakin kebingungan tetapi dia juga merasa nyaman saat dipeluk oleh sovia.
" Sov, Lo ngapain sih? ntar kalau tika lihat gimana? Gue sekarang udah jadi suami tika sov"
" Arsen, biarin gue meluk lo begini ya. Sebentar aja, gue mohon. Kenapa lo gak bilang kalau lo juga sayang sama gue ar?" ujar sovia yang membuat arsen terkejut karena dia hanya mengatakan itu pada david.
" Lo tau darimana sov?"
__ADS_1
" Gue udah dengerin semua ar, lo kenapa sih gak pernah mikirin mateng-mateng sebelum ngambil keputusan? Gue udah berapa kali bilang ha! Sebelum membuat keputusan apapun lo harus pikirin mateng-mateng dulu. Gue bingung harus apa sekarang ar, harus senang atau sedih. Gue senang kalau ternyata lo itu sebenarnya juga sayang sama gue tapi disatu sisi gue juga sedih karena sekarang lo udah punya tika disamping lo ar" ujar sovia.
Sovia kemudian melepaskan pelukannya dan terus mengoceh kesal pada arsen. Arsen hanya menatap cermat sovia kemudian melayangkan sebuah ciuman untuk membuat sovia diam. Hal itu membuat sovia terdiam membisu tak tau harus berkata apa-apa lagi.