Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 17


__ADS_3

" aduh! sepertinya keadaan kamu semakin buruk Rey tapi kamu tenang aja aku dokter yang berpengalaman pada masalah ini jadi akan aku Pastikan kamu sembuh" seru Diana dengan senyum jahatnya


Perasaan Reyhan sebenarnya mulai tak enak mendengar perkataan Diana tapi dia menurut saja apapun kata Diana. Benar saja, Diana tampak mengeluarkan jarum suntik jumbo dari dalam tasnya.


" Pak Reyhan anda pasti akan baik-baik saja setelah disuntik dengan ini" ujar Diana sambil memperlihatkan sebuah suntik jumbo pada Reyhan


" Diana, aku baik-baik aja kok jadi gak perlu disuntik" tolak Reyhan dengan wajah tegang


Diana tau bahwa Reyhan sejak dulu sangat takut pada jarum suntik itu makanya Diana sengaja membawa suntik ukuran jumbo untuk mengerjainya. Diana tampak begitu senang dalam hatinya melihat wajah tegang Reyhan. Diana pun mendekati Reyhan sedikit demi sedikit akan tetapi Reyhan terus saja menjauh dari Diana.


" Diana, aku bilang aku sudah sembuh jadi aku tidak perlu suntikan itu" pekik Reyhan sambil terus menjauh dari Diana


" Pak Reyhan, bapak harus disuntik kalau tidak kondisi bapak semakin buruk nanti" balas Diana yang semakin mendekati Reyhan


" Diana, aku sehat banget sekarang. Kamu kan tau aku gak suka disuntik" ucap Reyhan


" Iya aku juga tau kalau kamu cuma pura-pura sakit biar aku kesini kan" seru Diana dengan kesal lalu ia berkata lagi" Rey, kamu itu ganggu pekerjaan aku aja. Kamu kan tau banyak pasien yang butuh aku dirumah sakit, seharusnya kamu gausah buang-buang waktu aku kayak gini dong! "


Diana tampak membereskan peralatannya ketika ingin keluar ruangan tampak Reyhan mengunci otomatis pintu ruangannya dengan remote control yang ada di kantong nya.


"Reyhan! kamu..." Pekik Diana sambil menunjuk kearah Reyhan


" Aku kan belum bolehin kamu pergi, kenapa mau pergi aja?" Ujar Reyhan dengan santai sambil duduk dibangkunya


" Kamu mau apa lagi sih? Kamu kan baik-baik aja, jadi aku gak perlu disini lagi dong! Lebih baik aku di rumah sakit kan dari pada di sini" jelas Diana kesal


" Kamu kan dokter pribadi aku sekarang na dan kamu udah setuju itu jadi terserah aku dong mau nyuruh kamu kembali kerumah sakit atau enggak. Lagian aku kan baru kecelakaan jadi aku takut hal-hal yang tidak diinginkan terjadi sama aku makanya aku perlu kamu disisi aku" ucap Reyhan


Diana hanya diam tanpa kata mendengar perkataan Reyhan. Dia sebenarnya ingin menjawabnya tetapi percuma saja Reyhan sangat keras kepala pasti dia tidak akan pernah menang melawan Reyhan. Diana pun kembali duduk di sofa dan memainkan ponselnya. Reyhan pun menghampirinya dan mengambil ponsel Diana.


" Rey, kamu apa-apaan sih? Balikin ponsel aku!" Seru Diana


" Kalau kamu mau ponsel kamu balik, kamu harus temanin aku makan siang" sahut Reyhan sambil tersenyum

__ADS_1


" Aku gak mau! Sini balikin ponsel aku" tolak Diana tegas


" Yaudah. Aku gak akan balikin ponsel kamu" ujar Reyhan sambil memasukkan ponsel Diana ke dalam sakunya


" Reyhan!!" Pekik Diana begitu keras hingga terdengar oleh Clarisa sekretaris umum Reyhan


Itu cewek siapa sih kok gak sopan banget sama pak bos Reyhan batin Clarisa


Clarisa mengambil beberapa dokumen yang perlu ditandatangani Reyhan dan pergi menuju ruangan Reyhan karena ia sangat penasaran dengan wanita yang kini bersama Reyhan.


" Permisi pak bos" ujar Clarisa mengetuk pintu ruangan Reyhan


" Siapa?" Jawab Reyhan dari dalam ruangannya


" Ini saya pak bos Clarisa, pak bos ini ada beberapa dokumen yang harus pak bos tanda tangani" seru Clarisa


" Kamu gak liat saya masih ada tamu! Nanti saja saya tandatangani." Sahut Reyhan


" Saya bilang nanti ya nanti!!"


" Baik Pak bos. Saya permisi dulu pak bos" balas Clarisa yang langsung pergi menuju ruangannya


Di ruangannya Clarisa terlihat begitu kesal karena penolakan Reyhan.


Pak bos Reyhan gak biasanya kayak gini. Dulu aja tunangan pak bos buk Tika datang kesini pak bos gak pernah nunda-nunda tanda tangan dokumen yang aku kasih tapi kok sekarang demi dokter itu pak Reyhan nunda tanda tangan bahkan menyerahkan rapat penting dengan pak radit. Kayaknya ada sesuatu antara mereka ujar Clarisa dalam hatinya penasaran


Sementara itu diruangan Reyhan, Diana tetap menolak ajakan Reyhan. Ponsel Diana berdering Reyhan langsung mengangkatnya


" Halo " ujar Reyhan


" Rey balikin ponsel aku!" Seru Diana sambil berusaha mengambil ponselnya kembali


Telpon nya pun langsung terputus karena tertekan oleh Reyhan yang tidak ingin membiarkan Diana mendapatkan ponselnya.

__ADS_1


" Makan siang bareng dulu baru aku kasih" ujar Reyhan


" Aku gak mau Rey, kamu kok maksa sih! Sini balikin ponsel aku!" Sahut Diana sambil berusaha merebut ponselnya


Karena tak hati-hati Diana pun hampir terjatuh, Reyhan dengan sigap menangkap nya dan merangkul pinggang Diana. Mata mereka saling beradu, seakan terpancar rasa kerinduan yang begitu dalam terhadap satu sama lain. Akan tetapi Diana segera menjauh dari Reyhan karena teringat perkataan Reyhan dulu yang sangat menyakiti hatinya.


Perasaan apa ini? Bukankah aku membencinya kenapa aku begini?? Batin Diana


Diana mengepalkan kedua tangannya saat teringat perkataan Reyhan saat meninggalkannya yang membuat ia hancur. Reyhan mendekati Diana dan memeluknya dari belakang. Diana meronta-ronta berusaha melepaskan tetapi Reyhan memeluknya semakin erat.


" Biarkan aku seperti ini sebentar saja Na" bisik Reyhan lembut


Entah kenapa bisikan Reyhan bagai hipnotis bagi Diana yang membuatnya tidak meronta lagi. Reyhan membalikkan tubuh Diana kearahnya dan menatap Diana dengan tatapan penuh kasih sayang. Reyhan pun membelai lembut rambut Diana lalu mencium kening Diana. Ketika ingin mencium bibir Diana, Diana pun langsung tersadar dan menjauhi Reyhan. Jantung Diana berdetak begitu kencang bahkan ia tak dapat mengontrolnya. Diana pun berlari ke dalam toilet dan menatap dirinya dikaca.


Ada apa dengan aku ya Tuhan? Kenapa aku begini? Kenapa aku gak bisa nolak apa yang dilakukan Reyhan? Aku benci dia tapi kenapa hatiku berkata lain batin Diana bertanya-tanya


Mata Diana berkaca-kaca, tak kuasa ingin menahan tangis karena ia tak mengerti dengan dirinya sekarang.


" Diana ada apa? Kamu baik-baik aja kan?" Tanya Reyhan khawatir pada Diana


Diana keluar dari toilet dan menghampiri Reyhan. Tangan Diana spontan langsung menampar Reyhan. Bukannya marah Reyhan malah tersenyum pada Diana. Diana merasa heran dengan sikap Reyhan.


" Kamu gak marah?" Tanya Diana


" Kamu kan tau aku gak akan pernah bisa marah sama kamu. Itukan janji aku waktu kita pacaran" jawab Reyhan


" Reyhan, aku mohon sama kamu lupain aja janji-janji itu. Kita sekarang gak ada hubungan apa-apa Rey dan asal kamu tau aku cuma punya satu rasa buat kamu sekarang yaitu rasa benci jadi mendingan kamu lupain semua masalalu kita" jelas Diana


" Apa kamu bisa lupain masalalu kita?" Tanya Reyhan sambil memegang pundak Diana


" Aku udah lupa semua kok" Jawab Diana sambil melirik kearah lain


" Coba tatap aku dan bilang kalau kamu udah lupa sama semua yang pernah kita jalani dulu" ujar Reyhan

__ADS_1


__ADS_2