
Malam harinya, setelah acara pernikahan arsen dan tika selesai mereka tampak beristirahat menuju kamar pengantin. Tika terlihat bersikap manja pada arsen. Dia memeluk suaminya tersebut dengan erat.
" Sayang, akhirnya kita bisa sama-sama ya. Aku gak nyangka banget kita beneran udah nikah sekarang" ujar tika yang terlihat begitu bahagia.
" Iya tik" jawab arsen pendek lalu ia berkata lagi" tik, aku bersih-bersih badan dulu ya bentar"
Arsen kemudian pergi menuju kamar mandi.
Arsen kenapa ya? Kenapa sikapnya aneh banget dari tadi. Ada apa sama kamu arsen? batin tika bertanya-tanya.
Tika tampak melepaskan berbagai embel-embel dan perhiasan yang melekat pada dirinya. Dia menatap dirinya dikaca dengan pekat.
" Apa ada yang salah sama aku? Kenapa arsen kayaknya gak semangat banget ya" ujar tika pada dirinya sendiri. Dia menunggu arsen yang masih belum juga keluar dari kamar mandi. Tika terlihat begitu lelah dan sangat mengantuk yang membuat dia akhirnya tertidur.
Tak lama arsen keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya. Arsen kemudian menatap tika yang tertidur di sofa.
Dia kemudian membelai lembut rambut tika.
" Maaf ya sayang kamu kelamaan nunggu aku" bisik arsen pelan. Dia kemudian mengangkat tika keatas ranjang lalu ia mengenakan pakaian tidur. Arsen terlihat memegangi ponselnya dan menatap nomor ponsel sovia.
Sovia lagi apa ya? Gue merasa bersalah banget sama dia karena kejadian tadi. Gue harus minta maaf sama dia sekarang batin arsen yang pergi keluar dari kamar dan menghubungi sovia.
Sovia yang masih belum tertidur karena sedang mengerjakan pekerjaan kantornya untuk menghibur dirinya. Ponsel sovia berdering dan ia melihat nama arsen pada panggilan tersebut.
Kenapa arsen nelpon gue? Ini kan malam pernikahan dia. Kenapa malah nelpon gue sih? batin sovia merasa heran.
Awalnya sovia tak mempedulikannya dan terus fokus pada pekerjaannya tetapi karena arsen terus saja menelponnya akhirnya dia mengangkatnya.
' Halo, arsen ada apa sih? Ganggu banget tau gak!' jawab sovia dengan ketus.
' Lo marah sama gue sov? '
' Yaiyalahlah. Lo itu ganggu banget kerjaan gue, lagian ini kan malam bahagia lo sama tika ngapain kok malah nelpon gue sih?'
' Lo tenang aja sov, tika udah tidur kok. Ada yang pengen gue bilang sama lo sov?'
' Bilang aja '
' Gue mau minta maaf sama lo, sov'
__ADS_1
' Maaf kenapa?'
' Tadi pas diacara pernikahan gue' belum selesai arsen berbicara sovia langsung memotongnya.
' Udahlah arsen. Lupain aja kejadian yang lalu-lalu mending sekarang lo fokus sama tika dan masa depan kalian. Jangan ganggu gue lagi, gue masih tetap sahabat lo kok tapi untuk sementara waktu ini gue minta jangan ganggu gue dulu' jelas sovia yang kemudian memutuskan telponnya.
Sementara arsen terlihat begitu sedih mendengar perkataan sovia yang ingin menjauhinya. Tak tau kenapa arsen merasa ada yang kurang saat ia belum bertemu dengan sovia. Kini dia tau bahwa sovia begitu penting dihatinya tetapi kini dia telah menikahi tika. Dia harus menerimanya walau sebenarnya dia tak rela. Penyesalan memang selalu datang diakhir.
Andai aja gue mikirin pernikahan ini matang-matang dulu pasti gak bakalan gini kejadiannya batin arsen. Dia terlihat merenungkan kesalahannya dan tertidur disofa ruang tamu.
Disisi lain saat david bersantai dikamarnya dia menatap foto diana yang diambilnya secara diam-diam dulu. Dia menatap dengan penuh perasaan.
Aku senang kamu masih hidup na, walaupun aku gak bisa memiliki kamu tapi setidaknya bisa melihat kamu bahagia aja udah buat aku senang batin david. Dia terus menyecroll layar ponselnya hingga tak sengaja ia melihat foto dirinya bersama sovia diacara tadi. Dia kemudian tersenyum sendiri saat melihat foto tersebut. Lalu dia berinisiatif untuk menelpon sovia.
David terlihat ragu antara menelpon atau tidak karena ia takut mengganggu sovia tapi kemudian dia menutup matanya dan menekan nomor ponsel sovia.
' Halo '
' Halo dav, ada apa nelpon gue malam-malam begini?'
' Gimana keadaan lo sekarang sov?'
' Lo udah makan dan minum obat kan?'
' Iya dav. Gue udah makan sama minum obat tadi'
' Kenapa belum tidur sov?'
' Gue lagi ada kerjaan sedikit makanya belum tidur. Lo sendiri kenapa belum tidur?'
' Mmm.. ini gue juga lagi ada kerjaan dikit'
' Oh gitu '
' Iya, Btw lo besok sibuk gak?'
' Kalau pagi sampai sore kayaknya gue ada kerjaan deh. Emang kenapa?'
' Oh gitu. Gue cuma pengen nanya aja'
__ADS_1
' Aneh lo dav'
' Maksud lo?'
' Gak ada lupain aja'
Mereka terus berbincang-bincang hingga tertidur dan tak mematikan telponnya.
***
Keesokan paginya tika terlihat bangun dari tidurnya. Dia meraba-raba kesebelahnya tetapi ia tak menemukan arsen.
Arsen dimana? batin tika yang kemudian berusaha mencari arsen dikamar mandi tetapi tak ada. Akhirnya tika keluar kamar dan melihat arsen tertidur di sofa.
Kenapa arsen tidur diluar ya? batin tika. Dia kemudian mendekati arsen yang masih tertidur. Tika kemudian menatap wajah arsen yang masih tertidur pulas tersebut. Lalu dia mengelus perlahan rambut arsen dan memakaikan selimut pada arsen.
" Maaf ya sayang, aku ketiduran semalam" ujar tika pelan lalu ia segera pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai tika terlihat berkaca menatap dirinya sambil tersenyum. Tubuhnya kini hanya dililit handuk. Tiba-tiba arsen masuk menyelonong tanpa mengetuk yang membuat tika terkejut dan berusaha menutupi dirinya dengan kedua tangannya.
" Arsen. Kok gak ngetuk dulu sih, bikin kaget aja tau" seru tika.
" Inikan kamar aku juga sayang jadi kenapa aku harus ngetuk pintu?"
" Iya sih tapi aku kan belum terbiasa gitu sayang jadi aku harap kamu paham ya"
" Iya gak apa-apa sayang"
Arsen menatap tika dari atas hingga kebawah. Tika memang terlihat begitu menggoda dengan handuk yang hanya menutupi tubuhnya. Ya walaupun arsen masih bingung dengan siapa dia sebenarnya memiliki perasaan tetapi dia juga seorang pria yang memiliki nafsu. Arsen mencoba menahan karena perasaannya yang masih bimbang tetapi hal itu sepertinya sia-sia karena tika begitu menggodanya.
Arsen kemudian mendekati tika perlahan lalu memeluk pinggangnya. Dia juga mencium pipi tika. Lalu tika pun berbalik menghadap kearah arsen.
" Arsen, mau ngapain?"
" Mau minta hak aku lah"
" Ini masih pagi lho, lebih baik kamu mandi dulu sekarang ya. Kamu kan harus kerja sayang"
" Tapi aku masih mau sama kamu sekarang sayang"
__ADS_1
" Kamu nakal ya sayang" ujar tika yang kemudian melingkarkan tangannya pada leher arsen. Dia kemudian mencium perlahan bibir arsen yang membuat arsen semakin bersemangat. Tika membuka baju arsen, ciuman mereka semakin panas hingga mereka melakukan hubungan layaknya suami istri