
Reyhan kemudian menceritakan segalanya tentang jihan pada diana karena dia tak ingin ada masalah dengan diana di kemudian hari nanti. Setelah mendengar penjelasan reyhan, diana kemudian memeluknya dan memberikan surat yang tadi ia sembunyikan.
" Maaf ya rey, aku lancang baca surat kamu" ujar diana memberikan surat tersebut.
" Iya gak apa-apa sayang. Aku juga senang dan lega udah cerita semuanya sama kamu. Kalau kamu ada sesuatu yang mengganjal di hati langsung tanya sama aku ya sayang. Aku gak mau cuma gara-gara hal sepele kita berantem" sahut reyhan.
Mereka kemudian menyantap makanan yang kini ada dihadapannya sambil berbincang-bincang. Sementara itu radit terlihat sedang berusaha membujuk Clarissa yang sedang marah dengannya.
" Cla, kamu masih marah sama aku" ujarnya sambil memegang lengan Clarisa tetapi dengan cepat dicegat oleh Clarissa dengan wajah masamnya.
" Sayang, udah dong jangan marah lagi. Kamu tau, satu-satunya wanita yang buat aku tertarik itu cuma kamu aja sayang gak ada yang lain lagi. Kamu kan juga tau kalau aku cuma sayang dan cinta sama kamu aja. Udah ya ngambeknya" bujuknya.
" Dit, mendingan kamu urusin aja kerjaan kamu sama klien penting itu. Jangan ganggu aku!" pekiknya kesal lalu pergi meninggalkan radit.
" Bakalan jadi masalah nih, Clarissa susah banget sih dibujuk" lirih radit kesal lalu segera mengejar clarisa yang sibuk memfotokopi dokumen.
" Sayang, udah ya jangan marah-marah lagi. Sini aku bantuin" bujuk radit tetapi Clarisa menatapnya tajam yang menandakan Clarissa tidak membutuhkan bantuan Radit.
" Dari pada kamu ganggu kerjaan aku, mendingan kamu urusin aja kerjaan kamu sendiri. Ingat ya kita sekarang kerja bukan lagi dirumah jadi masalah pribadi nanti aja dibahas " jelasnya lalu pergi lagi.
Sementara itu ocha yang masih tak percaya dengan kehamilannya tampak diam diperjalanan menuju rumah. Dia melihat kearah perutnya.
Ini beneran atau gak sih? gak mungkin. Gue pasti mimpi sekarang pikir ocha lalu menampar pipinya.
" Akh.. sakit" lirihnya sambil memegangi pipinya.
" Kamu bloon atau bego sih, ngapain nampar diri sendiri?" ujar jason yang kini sedang mengemudi.
Berarti ini nyata dong batin ocha dengan wajah cemberutnya lalu ia berteriak yang membuat jason rem mendadak.
" Ocha, kamu gila ya?" pekiknya.
" Kamu yang gila jason, ini diluar perjanjian kita Jason. Bayi ini gak seharusnya ada " balas ocha.
" Terus mau kamu gimana ha? kamu mau kita gugurin aja kandungan kamu itu ha!"
Ocha terdiam, disatu sisi dia masih merasa belum siap dengan anak ini tapi disisi lain ia tak tega membunuh bayi yang tidak berdosa ini. Dialah yang bersalah karena tak bisa menahan dirinya saat itu. Dia kemudian menunduk.
__ADS_1
" Kenapa diam Cha? jawab aku sekarang. Kamu mau bayi ini di gimana in ha? aku bakalan turutin semua kemauan kamu" seru jason.
" Aku gak tau harus gimana jason, semua ini diluar perjanjian yang udah kita buat. Sekarang aku gak bisa mikir apa-apa, aku cuma mau pulang aja sekarang" jawabnya.
Jason segera mengemudikan mobilnya kembali, saat menatap raut wajah ocha yang penuh kebimbangan membuat dirinya merasa begitu bersalah.
Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah, ocha langsung masuk kedalam dan tak sengaja bertemu dengan mamanya jason.
" Mama" ujarnya sambil tersenyum tipis walaupun sebenarnya moodnya begitu hancur kini.
" Habis dari mana anak mama?"
" Kita tadi beli handphone ma soalnya handphone ocha rusak makanya Jason beliin yang baru"
" Oh gitu"
" Ma, ocha masuk duluan ya soalnya capek banget ma"
" Iya sayang"
" Jason, kalian kenapa sih? habis jalan bukannya senang tapi kayak punya banyak masalah gitu"
" Gak apa-apa ma, Jason masuk dulu ya ma" ujarnya meninggalkan mamanya.
Ada yang gak beres nih sama mereka berdua. Aku harus cari tau batin mamanya jason.
****
Malam harinya di kediaman diana tampak baru saja selesai makan malam. Reyhan membantu diana mencuci piring karena pembantu mereka kebetulan libur hari ini.
" Sayang, bibi berapa lama libur?" tanya reyhan.
" Gak tau sih sayang"
" Kalau gitu aku cari pembantu baru gimana? aku gak mau istri aku kecapekan"
" Gak usah sayang, aku masih bisa kok kerja-kerja kecil begini. Lagian bibi kemungkinan sebentar doang liburnya"
__ADS_1
Saat mereka sedang asyik berbincang-bincang tiba-tiba terdengar suara piring pecah dari ruang tamu yang membuat reyhan dan diana spontan menuju kesana. Mereka melihat indah dan ratmi sedang berdebat.
" Ibu, dengerin aku baik-baik ya. Ibu gak punya hak sama sekali mengatur hidup aku" pekik indah.
" Indah, kamu jangan keterlaluan begini. Ibu pikir dengan ibu menitipkan kamu dengan orang lain dulu sifat kamu akan sebaik mereka tapi ternyata ibu salah karena sikap kamu malah jadi wanita tidak tau malu begini dan selalu membangkang" sahut ratmi tersulut emosi.
" Ibu, indah. Udah jangan berantem lagi" ujar diana yang datang menghampiri mereka.
" Kak, mendingan kamu gak usah ikut campur masalah aku sama ibu"
" Indah! kamu jangan keterlaluan ya. Ingat ini ibu kandung kita, orang yang melahirkan kita ndah. Kamu gak seharusnya jadi pelawan gini sama ibu"
" Ibu kandung? haha" ujar indah sambil tertawa yang membuat kegelisahan diwajah ratmi. Ia takut indah akan membongkar semua masalalunya.
" Diana, udah ya nak. Ini masalah ibu sama indah. Mendingan kamu kekamar aja ya nak. Ibu bisa nyelesain ini kok nak sama dia" sahut ratmi. Melihat wajah cemas ratmi membuat indah begitu senang.
" Ibu, gak bisa gini dong. Indah udah keterlaluan sama ibu "
" Enggak nak, ibu gak apa-apa kok"
" Kak, mending kamu pergi aja deh ke kamar sama kakak ipar. Takutnya kalau kesabaran aku habis kamu bakalan dapat masalah besar"
" Maksud kamu apa ndah?"
" Udah nak, udah ya. Kita kembali ke kamar masing-masing aja sekarang" pinta ratmi.
Reyhan segera mendekati diana dan merangkulnya.
" Sayang, kita ke kamar aja ya. Buat ibu sama indah, jangan berantem lagi ya. masalahnya kan bisa kita selesai in baik-baik. Dan kamu indah, ibu ini orang tua kita seharusnya kamu menghormati ibu bukan malah berantem sama ibu" jelas reyhan yang membuat indah kesal lalu pergi masuk kedalam kamarnya.
Syukurlah anak nakal itu tidak membeberkan yang sebenarnya, jika tidak akan jadi masalah besar untuk ku batin ratmi yang juga segera pergi ke dapur untuk mengambil sapu dan membersihkan bekas pecahan akibat indah.
" Ibu, biar diana aja ya Bu. ibu masuk kamar aja ya"
" Tapi na"
" Ibu, diana gak suka ditolak lho Bu. Diana aja ya"
__ADS_1