Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 26


__ADS_3

Dikamar mandi Diana masih tampak diam memandangi cermin sementara Reyhan duduk diatas ranjang tempat tidur. Suara pintu terbuka tampak Zahra datang menghampiri Reyhan.


" Ayah!" Panggil Zahra sambil berlari kearah Reyhan.


" Iya sayang. Kamu dari mana aja sih, kenapa ayah dikunciin disini?" Balas Reyhan menggendong Zahra.


" Maafin Zahra ya ayah. Zahra tau ayah dan bunda pasti rindu kan satu sama lain makanya Zahra biarin ayah sama bunda disini." Jelas Zahra.


" Iya gak apa-apa sayang tapi lain kali jangan diulangin lagi ya sayang" balas Reyhan.


" Oke yah. Bunda dimana yah? Bukannya bunda juga ada dikamar kata Oma" tanya Zahra, matanya mencari keberadaan Diana.


" Bunda lagi mandi sayang. Yaudah kita nonton kartun kesukaan Zahra lagi yuk nanti bunda bakalan nyusul kebawah" jelas Reyhan.


" Iya yah" sahut Zahra.


Reyhan pun menggendong Zahra menuju ruang tamu. Kejadian tadi masih terngiang-ngiang di pikiran Reyhan.


Apa yang aku lakukan tadi? Diana pasti bakalan makin marah ke aku. Aduh bakalan makin susah nih buat Diana itu mau balik lagi ke aku batin Reyhan.


Diana tampak keluar dari kamar mandi dan tak menemukan Reyhan disana.


Kemana dia? Tapi ini bagus aku bisa pakai pakaian ku sekarang Batin Diana.


Diana segera memakai pakaian yang telah disiapkan nya. Ponsel Diana berdering dan ia segera mengangkatnya.


' halo kak David ada apa?' tanya Diana.


' gak ada na, aku cuma mau nanya jam berapa jemput kamu?' balas David.


Astaghfirullah, kenapa aku bisa lupa ada janji sama kak David. Aduh aku bilang apa ya? Kalau aku nanti keluar Zahra dan Reyhan pasti bakalan minta ikut. Aduh gimana ya? Batin Diana bingung.


' diana' panggil David


' iya kak. Kalau jam 5 sore aja gimana kak tapi Diana cuma bisa sebentar aja keluar kak soalnya Zahra gak bisa ditinggal lama' jawab Diana.


' iya gak apa-apa na. Berarti Fiks jam 5 aku jemput' seru David.

__ADS_1


' iya kak' balas Diana.


' yaudah sampai ketemu jam 5 na' ujar David yang sangat girang karena akan jalan bersama Diana.


' iya kak' sahut Diana lalu menutup telponnya.


Gimana caranya ya aku bisa keluar tanpa sepengetahuan Zahra, ibu dan Reyhan? Batin Diana.


Bu Ratmi tiba-tiba datang membawa sebuah kotak pada Diana.


" Itu apa Bu?" Tanya Diana penasaran.


" Ibu juga gak tau Na. Tadi ibu Nemu waktu beresin barang-barang digudang. Ini ada tulisan nama kamu diatasnya makanya ibu bawa kemari" jelas Bu Ratmi.


" Oh, sini Bu Diana lihat" seru Diana sambil memperhatikan kotak itu dengan seksama.


" Yaudah ibu pergi dulu lanjutin pekerjaan ibu" ucap Bu Ratmi sambil pergi meninggalkan Diana.


Ini kotak lama kayaknya tapi apa isinya ya kok aku gak ingat batin Diana.


Bukannya kotak ini udah aku buang kenapa masih ada disini. Aku harus buang kotak ini segera. Kalau Reyhan liat ini pasti dia bakalan ngira kalau aku masih ada perasaan sama dia. Gak, aku gak mau ini semua terjadi pokoknya aku harus buang kotak ini batin Diana.


Diana terlihat tak tega ingin membuang kotak tersebut. Dia memang membenci Reyhan, tetapi di hatinya yang terdalam masih ada rasa cinta pada Reyhan. Dalam kebingungannya, Reyhan dan Zahra datang tiba-tiba yang membuat Diana kaget dan langsung menjatuhkan kotak itu lalu dia mendorongnya ke bawah tempat tidur.


" Wow bunda makin cantik aja" seru Zahra


" Kamu bisa aja sayang. Ada apa kemari?"


" Bunda. Ayah sama Zahra mau ngajak bunda main ke mall sore ini soalnya kan kita jarang pergi jalan-jalan sama ayah bunda. Bunda maukan" ucap Zahra berharap.


Aduh kenapa Zahra malah minta jalan-jalan sih? Ini pasti ulah Reyhan. Gimana ya aku udah ada janji sama kak David gak mungkin aku batalin kan. Kak David pasti kecewa batin Diana.


" Zahra sayang, bunda kayaknya gak bisa ikut deh soalnya bunda kurang enak badan sayang"


" Bunda sakit. Yaudah kit kerumah sakit aja sekarang" ajak Zahra.


" Gak perlu sayang tadi bunda udah minum obat kok jadi bunda cuma perlu istirahat aja sekarang" tolak Diana

__ADS_1


Aduh kalau aku dibawa ke rumah sakit bisa ketahuan bohong sama Zahra. Semoga Zahra bakalan percaya kata-kata aku batin Diana berharap.


" Yaudah deh Bunda Zahra juga gak jadi pergi ke mall. Zahra dan ayah bakalan jaga bunda. Iyakan yah?"


" Iya sayang, ayah juga pasti bakalan jagain bunda dengan baik" jawab Reyhan dengan senyum. Dia tau bahwa Diana sebenarnya tidak sakit.


Kenapa kamu bohong sih na. Padahal aku berharap bisa jalan-jalan bareng kamu dan Zahra sekarang batin Reyhan.


" Gak perlu sayang. Bunda bisa jaga diri kok lagian kan ada Oma disini kalau kamu mau jalan-jalan sama ayah gak apa-apa sayang pergi aja" jelas Diana.


" Beneran gak apa-apa bunda"


" Iya sayang gak apa-apa. Kapan lagi kan Zahra jalan-jalan sama ayah" ucap Diana sambil melirik kearah Reyhan dengan senyum jahatnya.


" Ayah, gimana menurut ayah?"


" Iya sayang. Kalau ayah sih terserah Zahra aja maunya gimana"


" Yaudah kita jalan-jalan ya yah. Lagian besok ayahkan juga mau pergi kerja lagi, pasti bakalan lama banget ketemu ayah lagi"


" Oke sayang. Kamu siap-siap dulu gih sama Oma" ujar Reyhan sambil mengelus kepala Zahra.


" Iya yah" ujar Zahra sambil berlari menuju ketempat Bu Ratmi.


Kini dikamar itu hanya ada Diana dan Reyhan.


" Kenapa bohong?" Tanya Reyhan spontan.


" Ini pasti kamu kan yang bujuk Zahra biar mau jalan-jalan sama aku dan kamu. Udah deh Rey, aku harus bilang berapa kali sih kita itu disini cuma akting doang jadi kamu gak perlu terlalu anggap ini semua beneran karena cowok kayak kamu gak pantas jadi ayah Zahra"


" Kalau aku gak pantas kenapa kamu harus bilang aku ayahnya Zahra ke dia. Diana, aku tau kamu gak suka dengan keberadaan aku disini tapi yang harus kamu tau aku gak pernah pengen ambil kesempatan dalam drama ini karena aku yakin dengan cinta yang aku punya buat kamu. Aku yakin cinta aku ini bakalan cukup buat aku bisa dapatin hati kamu kembali walaupun aku harus menunggu lama, aku bakalan lakuin itu karena cuma kamu satu-satunya wanita yang ada dihati aku sampai sekarang na" jelas Reyhan lalu pergi meninggalkan Diana.


Diana masih tampak diam terpaku mendengar perkataan Reyhan.


Rey, kenapa kamu selalu begitu sama aku. Kamu selalu buat aku lemah dengan kata-kata kamu Rey. Aku gak bisa balik sama kamu Rey kamu udah nyakitin aku bahkan kamu juga udah punya tunangan sekarang. Kenapa kamu gak lepasin aku aja sih Rey? Kalau kamu terus begini aku takut pertahanan yang aku buat bisa hancur Rey batin Diana sedih.


Dua bulir bening jatuh dari mata diana, dia terduduk lemas diatas ranjangnya.

__ADS_1


__ADS_2