
Reyhan terus saja melihat mayat tersebut dengan lemas. Keyakinan dihatinya mengatakan bahwa itu bukan diana tapi saat melihat barang-barang diana membuat keyakinannya mulai goyah. Mata reyhan mulai memerah akibat sedih dan juga emosi.
Reyhan segera menelpon radit dan menyuruhnya untuk membawa pengawal yang disuruhnya tadi untuk mengawal diana.
' Halo dit'
' Iya pak bos'
' Kamu segera ke rumah sakit z dan bawa semua pengawal yang mengawal diana secepatnya'
' Siap pak bos'
Reyhan langsung memutuskan telponnya dan kembali menatap tubuh yang terbujur kaku yang wajahnya tak dikenali lagi.
" Tinggalkan saya sendiri!" perintah reyhan pada orang yang ada disekitar situ dan mereka hanya menurut saja apa perkataan reyhan.
Sementara itu dilain sisi wanita yang tadi ditemukan oleh seorang pria yang tak jauh dari tempat kecelakaan mobil diana tampak masih belum sadarkan diri. Seorang dokter pun menghampiri pria tersebut dan mengajaknya ke ruangan dokter tersebut.
" Apa tuan keluarganya nona ini?"
Aduh gue harus jawab apa ya? Nanti kalau gue bilang enggak pasti mereka bakalan laporin polisi dan urusan bakalan makin ribet. Lebih baik gue bilang iya aja deh dari pada gue dapat masalah ntar batin pria tersebut.
" Iya saya keluarganya dok"
" Baiklah . Nama tuan siapa?"
" Arsen dok"
" Tuan arsen sepertinya istri tuan mengalami benturan keras pada kepalanya yang menyebabkan dia amnesia. Jadi saya harap jika istri tuan sadar nanti tolong jangan terlalu memaksakan ingatannya karena itu bisa menyebabkan kondisinya makin memburuk" jelas dokter tersebut.
Aduh bikin masalah aja ni cewek. Nyesel gue nolonginnya, malah dikira istri gue lagi. Sial banget sih gue hari ini batin arsen kesal.
" Baiklah dok saya akan mendengarkan saran dari dokter. Apakah saya bisa melihat istri saya sekarang dok " ujar arsen.
" Silahkan tuan, tapi sebelum itu tuan harus mengisi data-data tentang istri tuan dulu"
" Iya dok, terimakasih" ujar arsen yang segera pergi keluar dari ruangan dokter tersebut.
Sumpah ya! Tu cewek buat hidup gue ribet banget batin arsen kesal.
__ADS_1
Dia segera mengisi data tentang wanita tersebut asal-asalan karena dia tidak mengetahui apapun tentang wanita itu. Tidak ada tanda pengenal sedikitpun, yang ada hanya foto seorang anak kecil ditangannya. Lalu arsen segera menuju ruangan tempat wanita itu dirawat. Mata reyhan tak berkedip ketika memandang wajah wanita tersebut yang tidak dilumuri darah lagi.
Ya tuhan. Ni cewek cantik juga ternyata batin arsen. Dia pun segera mendekati wanita tersebut dan duduk disebelahnya.
" Lo siapa sih sebenarnya?" Guman arsen pelan sambil menatap wanita tersebut dengan seksama.
Tiba-tiba ponsel arsen berdering yang membuatnya mengalihkan pandangannya pada ponselnya. Arsen lalu mengangkat telponnya tersebut.
' Halo Sovia, ada apa sih lo nelpon gue?'
' Arsen, Lo kemana aja sih? Bokap sama nyokap lo nanyain lo mulu ke gue. Udah deh arsen lo bukan anak kecil lagi jadi gak usah kayak anak kecil gini'
' Sovia lo harus dengerin gue baik-baik ya, gue gak akan pernah mau kerjasama sama perusahaan reyhan. Kalau papa masih nekad ngelakuin itu yaudah gue mundur sebagai ahli warisnya dan gue juga gak akan pernah nginjak rumah itu'
' Arsen, Lo ada masalah apa sih sama reyhan? Perasaan reyhan tu orang yang baik ar. Selain itu gue juga udah kenal dia dari lama dan bukannya lo dulu bersahabat baik sama dia tapi kenapa sekarang lo malah musuhin dia sih'
' Pokoknya gue gak akan mau balik kerumah kalau papa masih berusaha buat lakuin kerjasama itu. Lo kan sahabat gue sov, seharusnya lo dukung gue dong bukan dia'
Arsen selama ini lo selalu nganggap gue sahabat lo terus tanpa lo sadari gue sebenarnya sayang sama lo tapi lo nya aja yang gak peka batin sovia.
' Apa Lo gak mau kerjasama sama reyhan gara-gara tika'
' Maksud lo apa sov?'
' Udah gak usah bohong sama gue arsen. Gue tau lo udah dari lama suka sama tika kan'
' Lo tau darimana?'
' Gue sahabat lo Ar, walaupun lo gak mau bilang gue tau kalau lo selama ini selalu ngasih perhatian lebih ke dia tapi saat lo tau reyhan dan tika tunangan lo berubah ar. Lo jadi benci sama reyhan dan selalu pengen bersaing sama dia. Arsen dengerin gue ya, kalau lo emang sayang sama tika seharusnya lo biarin dia bahagia dong bukannya malah begini'
' Lo gak tau semuanya sov jadi gak usah sok tau' ujar arsen yang langsung memutuskan telponnya.
Lo gak tau sov kalau sebenarnya reyhan itu tau gue suka sama tika tapi karena ketamakan dia dan popularitas dia yang tinggi dia tega hianatin sahabatnya sendiri batin arsen.
Ketika arsen sedang merasa kesal, wanita yang terbaring dihadapannya tampak mulai tersadar. Arsen pun segera memanggil dokter untuk memeriksanya.
Wanita tersebut membuka matanya perlahan dan melihat sekelilingnya. Ia melihat seorang dokter dan pria disebelahnya.
" Kalian siapa? Dan ini dimana?" tanyanya yang tampak memegangi kepalanya.
__ADS_1
" Nona sekarang berada dirumah sakit, saya adalah dokter yang merawat nona"
" Apa dirumah sakit? Kenapa aku bisa disini? Dan kenapa aku gak bisa mengingat apapun?"
" Nona tolong jangan berfikir terlalu keras dulu karena itu bisa berpengaruh pada kondisi kesehatan nona. Apakah nona bisa mengingat siapa nama nona?"
Wanita tersebut mencoba mengingatnya tetapi kepalanya malah semakin sakit.
" Nona kalau nona tidak ingat tidak usah dipaksakan nona. Cukup perlahan saja mengingatnya nona"
Arsen memperhatikan wanita itu dengan wajah serius.
Begini ya bentuk orang amnesia batin arsen.
Wanita itu menatap arsen dengan tajam yang membuat arsen kaget.
" Dia siapa dok?"
" Dia suami nona. Apa nona tidak mengingatnya?" Ujar dokter yang membuat arsen menatap tajam dokter tersebut.
Suami apaan! Nikah aja gue belum dan sekarang harus jadi suami ni cewek malahan namanya aja gue gak tau lagi. Yaudah sesuai data yang tadi gue isi aja deh nama dia laila batin arsen.
Arsen pun menunjukkan akting terbaiknya dengan berpura-pura menjadi suami wanita tersebut.
" Laila sayang apa kamu gak ingat aku? Aku suami kamu lo dan ini anak kita" ujar arsen memperlihatkan foto yang digenggam oleh wanita itu saat tidak sadarkan diri.
Wanita itu menatap foto tersebut dan mencoba mengingat tetapi kepalanya kembali sakit.
" Sayang, kamu masih sakit jadi jangan terlalu dipikirin ya" ujar arsen yang tersenyum masam untuk membuat dokter percaya bahwa mereka suami istri.
" Baiklah kalau begitu saya permisi nona dan tuan silahkan habiskan waktu berdua dulu" seru dokter tersebut sambil pergi meninggalkan mereka. Melihat dokter tersebut pergi arsen segera berdiri menjauh dari wanita itu yang diberikan nama oleh arsen laila.
" Kamu kenapa?" Tanya laila.
" Gak apa-apa. Oh ya gue harus tegaskan sesuatu sama lo tolong dengarin gue baik-baik ya. Gue bukan suami lo!"
" Apa ? Kamu bukan suami aku! Tapi kenapa didepan dokter tadi kamu bilang kamu suami aku dan ini anak kita"
" Aduh! Susah gue jelasinnya. Seharusnya lo bersyukur gue udah nolongin lo dari maut"
__ADS_1