
Keributan pun tak terelakkan yang membuat ririn segera keluar ruangan. Ia begitu terkejut mendapati wajah galang lebam karena terkena tonjokan pengawal jason. Matanya menatap tajam pada pengawal tersebut.
" Siapa yang berani buat wajah galang jadi gini ha! Apa hak kalian buat wajah pacar saya begini" pekik ririn kesal. Galang merasa sangat senang dalam hatinya karena ririn masih sangat perhatian padanya.
Ririn kemudian pergi dari ruangan tersebut sambil menarik tangan galang. Dia membawa galang ke dalam ruangannya. Ia terlihat mengambil kotak P3K untuk mengobati galang. Galang terlihat begitu senang mendapat perhatian dari ririn.
Melihat galang tersenyum membuat ririn berhenti mengompres lebam galang.
" Ngapain kamu senyum-senyum? Kamu pikir ini lucu ha! Kalau kamu sampai kenapa-kenapa gimana coba"
" Aku kan punya kamu sayang yang bakalan ngerawat aku"
" Hmm kamu nih ya, aku minta pokoknya kamu gak boleh ngelakuin hal kayak tadi lagi"
" Ya kamu harus janji dulu gak akan marah lagi sama aku"
" Apa hak kamu minta aku janji begitu ha, kan kamu yang salah. Siapa suruh kamu selingkuh dibelakang aku"
" Sayang, dia bukan selingkuhan aku. Dia cuma sahabat baik aku aja kok"
" Oh ya, yaudah kamu minta kompresin aja sama dia biar cepat sembuh" pekik ririn hendak pergi tapi galang menarik tangannya hingga ririn terduduk dipangkuan galang.
" Galang! Kamu apa-apaan sih, turunin aku!" seru ririn.
" Kamu tunggu sebentar disini "
" Ada apa sih?"
Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri mereka. Dia adalah wanita yang dilihat ririn memeluk galang. Wajahnya begitu kesal melihat wanita tersebut.
" Wow... Romantis banget kamu galang, sampai harus pangku-pangkuan begitu"
" Udah cha gak usah basa basi lagi ya, aku harus begini biar ririn gak pergi. Sekarang tolong kamu jelasin semuanya sama dia ya"
Ririn kemudian turun dari pangkuan galang dan segera berdiri. Dia masih menatap ocha dengan perasaan kesal. Ocha kemudian mendekati ririn dan menggenggam tangannya.
" Jadi ini saudara ipar aku yang cemburuan itu lang"
" Maksud kamu?"
" Oh ya, kita belum kenalan ya. Aku ocha sahabat galang dari kecil"
" Ririn" jawab ririn singkat.
" Rin, kamu gak usah salah paham ya hubungan aku sama galang. Kita cuma sahabatan aja kok gak lebih dan kalau masalah foto ini. Aku udah dari kecil kebiasaan begini sama galang karena dia biasanya kan jomblo dan aku juga baru tau kalau dia punya pacar sekarang. Kalau aku tau dari awal aku pasti gak akan ngelakuin itu kok. Aku juga punya pacar rin dan aku lagi ada masalah sama dia makanya aku cari galang karena dia tempat aku selalu curhat dan cari solusi. Maaf ya kalau itu buat kamu gak nyaman" jelas ocha. Ririn terlihat diam sejenak.
Jadi dia benar-benar cuma sahabatan aja sama galang. Aduh, kenapa aku oon banget sih gak percaya sama galang padahal galang selalu jujur sama aku. Dia juga selalu sabar sama semua sikap aku batin ririn. Dia kemudian tersenyum dan menggenggam tangan ocha.
" Ocha, aku gak tau kalau kamu sama dia itu cuma sahabatan dan seharusnya aku juga percaya sama kata-kata galang bukannya sama keegoisan aku"
__ADS_1
" Udah, yang penting sekarang kamu tau semua kan. Jadi nanti kalau aku mau curhat boleh ke kamu aja kan rin. Apa kita bisa temanan"
" Tentu Cha"
Melihat keakraban mereka membuat galang senang.
" Enak banget ya ngobrolnya berdua doang sampai lupa disini ada orang" timpal galang menghampiri mereka.
" Haha enggaklah lang, btw aku harus pergi sekarang ya soalnya masih ada urusan" sahut ocha.
" Buru-buru banget cha"
" Iya rin, ini penting banget. Aku pergi sekarang ya, bye" seru ocha pergi meninggalkan mereka berdua.
Galang kemudian mendekati ririn dan menariknya kedalam pelukannya.
" Galang, lepasin aku"
" Gak mau, kamu jahat banget tadi sama aku padahal aku kan gak salah apa-apa sayang. Jadi kamu harus dihukum sekarang"
" Hukum! Kan kamu juga salah karena gak pernah cerita tentang dia ke aku lang"
" Ya kenapa kamu gak nanya dulu ke aku sayang"
" Ya aku maunya kamu sendiri dong yang ngenalin ke aku bukannya malah aku yang harus nanya kan"
" Iyalah, kan aku gak salah"
Sementara itu dikediaman tika tampak karin yang baru saja datang. Tika menyambutnya dengan senang.
" Mama, akhirnya mama sampai juga" ujar tika memeluk karin dengan begitu erat" Tika kangen banget sama mama"
" Mama juga sayang"
" Ayo ma, kita masuk dulu"
" Iya sayang"
Mereka kemudian duduk diruang tamu dan berbincang-bincang.
" Mama, pokoknya tika pengen belanja banyak bareng mama sekarang"
" Sayang, kamu kan gak boleh kecapekan. Kamu harus mikirin baby yang ada di perut kamu juga ya"
" Iya ma, tapi kita jadi belanja kan ma"
" Iya sayang, tapi cuma sebentar aja ya. Mama gak mau kamu terlalu capek ya"
" Iya ma"
__ADS_1
" Oh ya, apa mami kamu udah tau kalau kamu hamil sayang" tanya karin. Hal tersebut membuat tika terdiam.
" Belum ma"
" Kenapa sayang? Apa kamu masih marah sama mami kamu nak"
" Bukan gitu ma tapi mami aja yang gak mau ketemu sama tika dan arsen ma. Kami udah pernah kesana tapi mami nolak buat ketemu ma" jawab tika yang terlihat sedih.
Ya ampun, kasihan sekali tika. Kenapa maya masih saja egois sih padahal dirinya sekarang sudah dipenjara tapi keegoisannya itu tidak pernah hilang batin karin.
" Yaudah sayang, kamu sabar aja ya. Mama yakin lama-kelamaan mami kamu pasti bisa terima pernikahan kalian"
" Iya ma"
" Udah jangan sedih lagi ya. Oh ya, mama juga pengen buatin kue coklat kesukaan kamu"
" Mama serius?"
" Iya sayang, pulang belanja nanti mama bakalan buatin untuk kamu ya"
" Tika ikut bantu ya ma"
" Boleh tapi cuma bantu lihat aja ya"
" Kok cuma lihat aja ma"
" Mama gak mau kamu kecapekan sayang"
" Tapi ma" belum selesai tika berbicara karin langsung memotongnya.
" Gak ada tapi-tapi sayang. Ini semua demi kamu sayang"
" Yaudah deh ma, oke"
Pembantu tika tampak menyuguhkan makanan dan minuman untuk mereka.
" Makasih ya bik"
" Iya non, bibik kedapur dulu non"
" Iya bik"
Tika kemudian juga pergi untuk bersiap-siap pergi berbelanja bersama karin. Setelah selesai dia kemudian pergi berbelanja bersama karin. Mereka terlihat begitu bahagia karena mereka sangat jarang sekali keluar-keluar berdua.
" Ma, tika seneng deh bisa keluar bareng mama lagi"
" Sama sayang, mama juga senang banget bisa shoping bareng kamu. Pokoknya hari ini kita akan belanja sepuasnya ya sayang"
" Oke ma"
__ADS_1