Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 62


__ADS_3

Ratmi segera melihat kearah diana yang sudah ada dibelakangnya.


" Diana, kenapa bangun dari tempat tidur nak?" ujar ratmi.


" Diana bosan Bu. Pengen jalan-jalan sekitar sini aja boleh kan Bu? Lagian diana besok kan udah boleh pulang juga" balas diana.


Hadeuh gimana ini? Apa karin tadi denger suara diana? Bisa kacau semua kalau dia tau batin ratmi cemas.


" Ibu, kok diam aja?"


" Diana sayang, lebih baik kamu istirahat aja ya biar lebih cepat pulih. Besok aja ya jalan-jalannya"


" Tapi bu..."


" Diana, dengerin ibu sekali ini ya. Istirahat aja didalam" tegas ratmi yang membuat diana menurutinya dan naik kembali ke atas ranjang pasien.


Sementara itu ratmi pergi meninggalkan diana untuk menelpon karin karena ingin memastikan karin mendengar suara diana atau tidak. Ketika dia ingin menelpon tampak ponselnya tak bisa menyala karena habis batrai. Ratmi pun kembali keruangan diana.


Ibu kenapa sih? Kayak orang cemas gitu batin diana penasaran.


" Ibu"


" Iya na"


" Ibu kenapa?"


" Ibu gak apa-apa na"


" Ibu, jangan bohong sama diana. Dari raut wajah ibu diana tau kalau ibu lagi ada masalah kan bu" ujar diana menatap ibunya.


Bagaimana ibu bisa memberitahu kamu segalanya na? Kondisi kamu saat ini sangat tidak memungkinkan ibu memberitahu kamu semuanya na batin ratmi.


" Ibu beneran gak apa-apa kok na" jawab ratmi tersenyum tipis.


Diana mengetahui bahwa ibunya sedang berbohong sekarang. Dia pun merasa penasaran ada apa sebenarnya.


Kenapa ibu gak mau jujur sama aku ya? Apa masalah ibu begitu berat sampai ibu gak mau kasih tau ke aku batin diana.


***


Keesokan harinya reyhan tampak sudah mulai sadar dan melirik kesekitarnya.


" Aku dimana?" Lirih reyhan pelan sambil memegangi kepalanya yang sakit.

__ADS_1


Reyhan segera turun dari ranjangnya menuju ke dapur untuk mengambil segelas air.


" Tuan sudah bangun?" tanya salah seorang pembantunya.


" Memangnya saya kenapa bik?"


" Kemarin tuan pulang dalam keadaan mabuk tuan. Nyonya besar merawat tuan dengan sangat baik kemarin"


Wanita itu! Kenapa dia sok perhatian sih sama aku batin reyhan kesal.


Tiba-tiba radit datang menghampiri reyhan.


" Selamat pagi pak bos"


" Kamu ngapain pagi-pagi kemari dit, perasaan saya gak ada manggil kamu" seru reyhan heran.


" Mama yang panggil dia rey" ujar karin yang tiba-tiba datang.


" Ngapain radit dipanggil kesini?"


" Rey, mama gak mau kamu kerja dulu karena kamu pasti masih sedih karena kehilangan diana jadi mama mau nyerahin tugas kantor sama radit sementara"


" Kamu punya hak apa untuk ngatur keseharian saya! Dit, segera siapkan mobil karena saya yang akan ikut meeting perusahaan hari ini dan lain kali kalau bukan saya yang manggil kamu kemari jangan pernah datang! Paham!" Tegas reyhan lalu pergi menuju kamarnya untuk bersiap-siap.


Karin terlihat sedih mendengar perkataan putranya tersebut.


Beberapa menit kemudian reyhan tampak sudah bersiap-siap untuk pergi kekantor. Tanpa berpamitan pada karin dia langsung saja masuk kedalam mobil dan pergi menuju kantor.


Dilain sisi diana tampak begitu bahagia karena akan segera keluar dari rumah sakit. Ratmi membereskan semua barang-barang diana yang akan mereka bawa pulang.


" Ibu, diana gak sabar pengen lihat rumah kita. Siapa tau dengan begitu diana bisa ingat semuanya bu" ujar diana.


" Iya sayang. Yaudah kamu duluan aja ke mobil ya sama pak sopir, ibu mau ke bagian administrasi dulu"


" Iya Bu" balas diana lalu pergi ke mobil bersama sopirnya.


Ratmi pergi kebagian administrasi dan menyelesaikan administrasi diana lalu pergi menuju mobil. Mereka pun bergegas pulang kerumah.


Diperjalanan tampak mobil mereka terhenti karena lampu merah dan tanpa mereka sadari ternyata mobil yang ada disamping mobil mereka ada mobil reyhan. Diana pun melihat kearah reyhan dari balik kaca jendela mobil. Reyhan terlihat begitu gagah dan keren walaupun ia tidak tersenyum. Diana menurunkan perlahan kaca mobil tetapi belum sempat kaca mobil itu turun tampak sopir sudah melajukan mobilnya.


" Diana, kamu lihat apa nak?" tanya ratmi penasaran.


" Gak ada bu" balas diana.

__ADS_1


Siapa cowok tadi? Kenapa aku merasa akrab saat melihat dia? batin diana penasaran.


Sesampainya reyhan dikantor, ia segera menuju ruangannya dan mulai melihat proposal yang akan dirapatkan hari ini. Reyhan tampak dingin dan ia menjadi orang yang mudah marah kini. Para pegawai jadi takut untuk mengumpulkan proposal pada reyhan. Clarisa pun masuk kedalam ruangan reyhan yang kebetulan belum dikunci.


" Permisi pak bos. Saya ingin mengantarkan beberapa berkas-berkas yang harus bapak tanda tangani"


Reyhan menatap clarisa tajam dengan wajah datarnya.


" Kenapa kamu tidak mengetuk pintu dulu?"


" Maaf pak bos tadi pintunya tidak dikunci dan berkas-berkas ini juga harus segera bapak tanda tangani makanya saya langsung masuk"


Reyhan langsung berdiri dan melemparkan berkas-berkas tersebut ke wajah clarisa.


" Jangan mentang-mentang kamu sekretaris umum jadi bisa keluar masuk seenaknya dari ruangan saya! Silahkan perbaiki kembali laporan kamu itu lalu serahkan pada saya! Dan jangan lupa ketuk pintu terlebih dahulu! Ini peringatan terakhir saya, kalau kamu berani lagi melakukan hal seperti ini saya tidak akan segan-segan untuk memecat kamu" tegas reyhan.


" Iya pak bos. Maaf kan saya pak bos" balas clarisa gemetar lalu segera keluar dari ruangan tersebut.


Pak bos reyhan kenapa lagi sih? Kesambet apa coba dia pagi-pagi gini udah marahin aku. Dasar bos ngeselin! Untung aja kamu ganteng dan kaya kalau gak, udah lama gue ngundurin diri dari sini batin clarisa kesal.


Radit tampak membawa minuman dingin untuk clarisa karena clarisa kelihatan kesal.


" Ngapain kamu kesini?" tanya clarisa ketus.


" Habis dimarahin pak bos ya" tebak radit.


" Kok kamu tau. Jangan-jangan kamu ngintip ya"


" Apaan sih? Aku gak ada ngintip cuma lihat kamu kayak kesal gitu habis keluar dari ruangan pak bos"


" Ohh... Btw pak bos kenapa sih? Dia ada salah makan ya? Pagi-pagi kayak gini udah marah-marah gak jelas"


" Kamu beneran gak tau atau pura-pura gak tau sih?"


" Maksud kamu apaan dit? Kalau ngomong jelas-jelas dong"


Apa aku bilang aja ke clarisa kalau pak bos baru kehilangan diana, tapi clarisa pasti bakalan ngambil kesempatan ini buat makin dekat sama pak bos batin radit.


" Radit! Kok malah diam sih"


" Gak apa-apa"


" Pak bos kenapa sebenarnya?"

__ADS_1


" Mungkin lagi dapet makanya kayak gitu. Yaudah aku pergi dulu ya masih banyak kerjaan" ujar radit lalu pergi meninggalkan clarisa.


Dasar mantan resek! Gak mungkin dong pak bos dapet dia kan cowok. Pak bos reyhan sebenarnya kenapa ya? Buat aku makin penasaran aja batin clarisa.


__ADS_2