Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 123


__ADS_3

Clarisa menatap foto tersebut dengan tajam.


" Dari mana kamu dapat foto ini Rey?"


" Kamu gak perlu tau aku dapat foto itu dari mana cla, sekarang aku minta secara baik-baik sama kamu kembalikan zahra atau seseorang dalam foto itu akan dalam bahaya"


" Wah.... Reyhan ternyata kamu licik juga ya. Kamu pikir aku akan melakukan apa yang kamu mau ha!"


" Aku yakin kamu akan melakukannya clarisa"


Clarisa terlihat diam sejenak, dia begitu berpikir keras. Reyhan tersenyum melihat ekspresi yang diberikan oleh clarisa.


Tak lama radit juga datang ke cafe tersebut dan ia begitu terkejut melihat clarisa ada disitu.


Clarisa, kenapa dia bisa disini? batin radit bertanya-tanya.


" Permisi pak bos"


" Radit, akhirnya kamu datang. Silahkan duduk"


" Baik pak bos, sebelumnya ada apa saya dipanggil kesini pak bos?"


" Kamu akan tau juga nanti dit" jawab reyhan sambil tersenyum.


Clarisa terlihat begitu bingung dengan wajah yang terlihat cemas.


" Clarisa, kenapa hanya diam? Ayo berikan pilihan kamu sekarang. Saya tidak punya banyak waktu"


Reyhan! Dasar laki-laki sialan! Kenapa dia selalu membuat aku dalam pilihan yang begitu sulit. Jika aku menuruti kemauan reyhan maka papa bisa-bisa marah besar tetapi jika aku menolaknya mama bisa dalam bahaya begitupun radit. Kenapa dia harus mengancam aku seperti ini sih? batin clarisa kesal.


Reyhan ternyata memperlihatkan foto radit dan mamanya clarisa. Dia tau bahwa clarisa sangat menyayangi kedua orang tersebut tetapi karena ketamakan ayah clarisa semuanya harus ia korbankan.


Reyhan memang sudah melakukan penculikan terhadap ibunya clarisa dan dia juga menyuruh radit datang agar clarisa mempercayai apa yang dikatakan reyhan. Reyhan terlihat mengeluarkan sebuah pistol dari saku jasnya dan menodongkannya pada radit.


Radit terkejut dan hanya bisa diam karena ia tak tau apa-apa. Reyhan sama sekali tak mengatakan apa rencana yang akan reyhan lakukan.


" Pak bos, kenapa pak bos melakukan ini?" tanya radit yang merasa heran dan takut manakala peluru dipistol tersebut bersarang dikepalanya.


" Kamu cukup diam saja dit, biarkan clarisa membuat pilihannya"

__ADS_1


Clarisa terlihat semakin takut karena reyhan tak main-main dengan perkataannya.


" Reyhan! Lepaskan radit. Ini gak ada hubungannya sama dia"


" Kamu juga harus lepaskan zahra dan kembalikan dia pada ibunya diana sekarang. Kamu tau cla, saya gak akan seperti ini kalau bukan kamu duluan yang bermain kotor dan picik" jelas reyhan.


Mata clarisa berkaca-kaca karena ia begitu takut jika reyhan benar-benar menembak kepala radit.


" Kenapa kamu lama sekali clarisa? Saya sudah bilang tidak punya banyak waktu jika kamu tidak memilih juga sekarang maka jangan salahkan saya jika sesuatu yang buruk akan terjadi"


Apa yang harus aku pilih? Kenapa hidup ku harus begini batin clarisa.


" Kenapa hidup ku harus seperti ini rey? Kamu tau aku sama sekali tidak suka dengan hidup ku yang sekarang. Lebih baik kamu tembakkan saja pistol itu ke kepala ku rey. Jika aku yang mati maka akan lebih baik bagiku" ujar clarisa sambil meneteskan air matanya.


" Maksud kamu apa cla? Kalau kamu mati maka permainannya tidak akan seru bukan"


" Cukup rey! Cukup! Aku gak mau lagi ikut dalam permainan ini. Cukup sampai disini rey, aku mohon tolong lepaskan radit dan mama aku. Mereka gak ada sangkut pautnya sama masalah ini"


" Oh, ya! Lalu bagaimana dengan zahra ha! Apa menurut kamu dia ada sangkut pautnya dengan semua ini. Tidak cla! Dia anak kecil yang kamu manfaatkan untuk mendapatkan apa yang papa kamu mau kan. Clarisa come on! Kamu itu sudah dewasa sekarang, gak seharusnya kehidupan kamu juga selalu diatur oleh papa kamu. Kamu seharusnya bertindak tegas clarisa jika papa kamu salah bukan malah mendukungnya"


" Aku tau aku salah rey tapi apa yang bisa aku perbuat. Papa selalu mengancam akan menyakiti orang-orang terdekat aku. Aku juga gak bisa melawan atau membantah keinginan papa sejak dulu rey. Walaupun aku ingin tapi aku tidak bisa rey, aku gak mau keluarga ku hancur bahkan untuk membayangkannya saja aku takut" jelas clarisa berlinang air mata.


Reyhan kemudian memasukkan pistolnya kembali ke dalam jasnya.


Radit menatap clarisa tajam dan menghapus air matanya.


" Kenapa kamu gak pernah cerita sama aku cla tentang semua ini?"


" Maafin aku dit, papa selalu ngancam aku. Aku takut papa bakalan buat kamu celaka makanya aku mutusin kamu. Aku minta maaf dit" jelas clarisa. Radit pun memeluknya dengan erat.


Clarisa kemudian menceritakan segalanya pada radit tentang apa yang dialaminya. Radit iba melihat orang yang dia cintai tenyata selama ini begitu menderita.


" Kamu tenang aja ya, aku bakalan baik-baik aja kok" ujar radit menenangkan clarisa. Radit pun merasa bingung seketika kenapa reyhan menyuruhnya untuk membuat persiapan pesta pernikahan.


Kalau pak bos tidak akan menikahi clarisa, kenapa dia menyuruh aku untuk membuat persiapan pernikahan ya batin radit kebingungan.


Sementara itu ririn dan galang yang masih menunggu adanya orang lewat terlihat sama-sama tertidur hingga beberapa orang datang membangunkan mereka.


" Nak, bangun nak" ujar seorang pria paruh baya. Galang kemudian terbangun tetapi ririn masih saja tertidur pulas dibahu galang. Pria paruh baya itu terlihat memegang senter di tangannya.

__ADS_1


" Kalian sedang apa disini nak?"


" Kami tersesat pak. Apakah bapak bisa membantu kami keluar dari sini pak?"


" Baiklah nak, ayo ikut saya"


" Baik pak, terimakasih pak"


Galang berusaha membangunkan ririn tetapi ririn tetap saja tertidur. Akhirnya galang menggendongnya dan berjalan mengikuti pria paruh baya tersebut.


" Pacar kamu nyenyak ya tidurnya walaupun berada dihutan begini" ujar pria paruh baya tersebut.


Galang hanya tersenyum sambil sesekali menatap wajah ririn yang tertidur pulas. Mereka terus menyusuri jalan dengan hati-hati.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai ke tempat pengungsian.


" Terimakasih pak sudah membantu kami keluar"


" Iya nak sama-sama. Lain kali jika ingin masuk kedalam hutan jangan hanya berdua saja nak. Kalian harus membawa orang sekitar sini setidaknya satu orang nak karena jika tidak kalian akan seperti tadi jadinya tidak tau jalan keluar" jelas pria tersebut.


" Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu pak"


Galang kemudian menggendong ririn menuju ketendanya. Disana diana terlihat begitu khawatir.


" Galang, ririn. Kalian darimana aja sih?"


" Sssttt... Ririn masih tidur na"


" Baringkan disini saja lang"


Galang membaringkan ririn dengan hati-hati.


" Kalian darimana aja sih? Kenapa malam gini baru pulang?"


" Salahin teman kamu tu, udah dibilangin jangan masuk hutan malah keras kepala. Ya alhasil gini deh nyasar, untung ada penduduk sekitar yang bantuin" jelas galang.


" Ya ampun, makasih ya lang kamu udah jagain ririn"


" Iya sama-sama na, kalau gitu aku pergi dulu ya mau bersih-bersih "

__ADS_1


" Iya lang"


Galang kemudian pergi meninggalkan tenda diana dan ririn.


__ADS_2