Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 66


__ADS_3

Jason kemudian menarik tangan ocha kearahnya.


" Ngapain kamu disini cha? " tanya jason menatapnya dengan tajam.


" Aku tadi cuma ke kamar mandi buat buang air kecil aja kok"


" Terus apa-apaan tu maksud dari ni cowok bilang kalau kebahagiaan dia cuma kamu ha"


" Jason, itu adam cuma latihan acting buat syuting dia aja kok. Dia kelihatan gugup makanya aku tolongin biar menjiwai peran gitu"


" Oh acting doang, yaudah yuk balik ke bangku lagi"


Ocha hanya menurut saja dan kembali ke tempat duduknya bersama jason. Manajer adam tampak menatapnya dengan tajam karena ia merasa apa yang dikatakan ocha itu kebohongan belaka.


" Adam, apa-apaan ini ha? kamu beneran mau ngerusak reputasi kamu ha!" pekiknya.


" Mbak, aku pengen sendiri dulu"


" Adam! sadar kamu! kamu seharusnya ngerti kalau ocha itu udah jadi milik orang lain dam. Kamu jangan begini terus dong, kamu seharusnya bisa bangkit dari masalalu kamu itu dam seperti ocha yang kini bahagia sama suaminya"


" Mbak gak tau apa-apa mbak dan lebih baik mbak gak usah terlalu sok tau" sahut adam yang kemudian pergi kembali ke bangkunya. Dia mengambil earphone dan mengenakannya untuk membuat dirinya lebih rileks.


Manajernya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah adam yang begitu keras kepala. Sesekali ocha melirik kearah adam sekilas dan merasa sangat bersalah karena begitu menyakiti adam.


Dilain sisi diana dan caca tampak sedang asyik melihat-lihat album SMA mereka. Mereka terlihat tertawa saat melihat penampilan mereka dulu.


" Ini beneran aku na" ujarnya tak percaya melihat dirinya sendiri.


" Yaiyalah ca, siapa lagi kalau bukan kamu ca. By the way, gimana perasaan kamu sekarang?"


" Udah lumayan lega kok na, makasih ya kamu udah nemanin aku. Kamu emang my best friend forever deh" seru ocha memeluk sahabatnya tersebut.


Saat diana melihat jam ditangannya, ia terkejut karena menunjukkan pukul 5 sore.


" Astaga!" pekiknya.


" Ada apa na?"


" Aku lupa ngabarin reyhan sama ibu kalau aku disini ca. Mereka pasti lagi pusing nyariin aku nih"


" Yaudah aku antar kamu balik sekarang ya"


" Kamu yakin bisa nyetir"

__ADS_1


" Iya na, aku udah agak mendingan kok. Kamu tunggu bentar ya aku ganti pakaian"


" Oke"


Sementara caca mengganti pakaian, diana mengambil ponselnya hendak menghubungi reyhan tetapi ponselnya mati karena dayanya habis.


Gak tau gimana reaksi reyhan sekarang, dia pasti udah marah besar nih. Kenapa aku bisa lupa segala sih ngabarin dia? semoga dia bisa nahan emosi batin diana.


Tak lama caca turun lalu mereka segera berangkat menuju rumah diana.


" Ca, kenapa kamu gak ikutin saran mama kamu aja buat nikah dikampung" ujar diana yang membuat caca heran bagaimana diana bisa tau bahwa mamanya akan menjodohkan dirinya.


" Kamu tau dari mana na?"


" Maaf ca, tadi waktu kamu ganti pakaian aku gak sengaja baca surat yang keselip dalam album foto kita. Kamu kenapa gak mau ikutin kemauan mama kamu ca?"


" Oh surat itu, aku gak mau lah na dinikahin sama orang yang sama sekali aku gak kenal. Aku belum pernah ketemu dia dan gak tau asal usul dia gimana. Lagian dia anak kampung na dan kamu tau kan kriteria cowok caca gimana?"


" Harus ganteng, berpendidikan dan kaya. Caca, dengerin aku baik-baik ya. Kalau kriteria kamu gak bisa kamu ubah gimana caranya kamu bisa dapatin cowok yang baik ca. Gini ya ca, percuma aja kalau dia sesuai kriteria kamu tapi gak care sama kamu dan gak punya perasaan sama kamu. Caca, kalau pendapat aku nih ya kamu harus ubah kriteria karena kalau cowok sederhana aja udah bisa buat bahagia buat apa cari yang lebih tapi ujung-ujungnya menderita ca" jelas diana menasehati caca yang terlihat diam.


" Kamu bener sih na, tapi susah tau ngubahnya"


" Pelan-pelan aja ca, aku yakin kamu pasti bakalan ketemu sama jodoh yang kamu impikan dan yang pasti sayang sama kamu"


" Sabar ya caca sayang, kamu pasti bisa dapatin yang terbaik" ujar diana menepuk pelan bahu caca sambil tersenyum. Caca kemudian juga tersenyum lalu ia membuka kaca mobilnya.


" Mau ngapain ca?"


" Aku bakalan lupain kamu bos songong!" teriak caca yang membuat perasaan sedikit membaik.


" Emang harus segitunya ya?"


" Ya, kamu coba deh na. Kalau selesai ngelakuin itu, rasanya nyaman banget"


" Gak mau ah, ntar dikira orang gila lagi"


" Bukan gila na tapi melepaskan beban pikiran hehehe"


" Ada-ada aja kamu ca"


Dari kejauhan diana melihat mobil reyhan sedang terparkir didekat sebuah taman.


" Ca, berhenti!" pekik diana yang membuat caca mengerem mendadak mobilnya.

__ADS_1


" Ada apa na?"


" Itu kayaknya mobil reyhan deh"


" Mana?" sahut caca mencari-cari.


" Itu ca, aku paham betul sama mobil reyhan. Kita kesana yuk"


" Kamu yakin na?"


" Yakin banget ca"


" Oke deh, kita kedepan dulu ya muter"


" Oke"


Caca segera mengemudikan mobilnya lalu memarkirkan mobilnya tepat dibelakang mobil yang dimaksudkan diana. Mereka kemudian turun dari mobil.


" Gimana na?"


" Iya ca, ini mobil reyhan tapi dia kemana ya?"


" Yaudah kita cari yuk"


Mereka kemudian mencari keberadaan reyhan dan mereka akhirnya bertemu salah satu pengawal reyhan yang terlihat sangat bahagia melihat diana dalam keadaan baik-baik saja.


" Nona, syukurlah nona baik-baik saja"


" Iya pak, reyhan mana?"


" Pak bos sedang mencari nona disekitaran sini juga nona. Tuan sangat emosi karena tidak ada kabar dari nona dan sejak tadi tuan tidak mau istirahat dan juga makan nona"


Astaga anak ini, segitunya banget apa sampai-sampai gak mikirin kesehatan dia sendiri batin diana. Disatu sisi dia senang melihat perhatian reyhan padanya tetapi disisi lain dia tidak menyukai kalau reyhan tidak memperhatikan kesehatannya.


" Diana!" panggil seseorang dari belakang. Diana sangat mengenali suara itu dan langsung menoleh kebelakang. Orang tersebut langsung memeluknya karena dia tak lain adalah reyhan.


" Sayang, kamu kemana aja sih? kamu tau gak aku khawatir banget. Kan aku udah bilang kalau mau kemana-mana kabarin dulu. Kenapa kamu malah gak bilang sama sekali sih? kalau kenapa-kenapa gimana ha?" seru reyhan sambil memeluk diana dengan erat tanpa memperhatikan sekitarnya.


" Ehmmm" ujar caca sambil pura-pura batuk.


" Rey, lepasin aku dulu ya. Gak enak dilihat banyak orang disini" bisik diana.


" Bodo amat! siapa suruh kamu gak ngabarin aku dan buat aku khawatir ha?"

__ADS_1


Caca terlihat menahan tawa karena tingkah reyhan yang seperti anak kecil. Seakan-akan takut diana akan di


__ADS_2