
Ratmi mencoba untuk menenangkan reyhan yang sangat bersedih karena kehilangan diana.
Sementara itu dilain sisi arsen tampak menghampiri diana yang sedang makan.
" Kamu ngapain kesini?" Ujar diana.
" Mau ngambil jaket gue ketinggalan" balas arsen mengambil jaketnya yang berada di sofa tak jauh dari situ.
" Makasih ya"
" Makasih buat apa?"
" Kamu udah nolongin aku. Coba aja kalau kamu gak nolongin aku, gak tau deh nasib aku gimana?"
" Biasa aja kali. Kalau orang lain diposisi lo juga bakalan gue tolongin"
Diana terlihat kesal dengan jawaban yang diberikan arsen.
Nih anak udah dibaikin malah gitu jawabnya. Nyesel aku bilang makasih batin diana.
" Ada yang mau lo bilang lagi gak? Kalau gak gue mau pergi keluar nih"
" Gak ada"
Arsen segera pergi meninggalkan ruangan diana.
Dilain sisi, maya tampak sangat bahagia mendengar kabar kematian diana. Dia segera memanggil putri kesayangannya untuk merayakannya bersama dirinya.
" Tika, ayo keluar kamar sayang. Mami ada kabar baik buat kamu"
Kabar baik? Maksud mami apa ya? Apa jangan-jangan reyhan udah datang kesini batin tika girang dan dengan segera ia membuka pintu kamarnya tetapi ia tak melihat reyhan.
" Reyhan mana mi?"
" Reyhan?"
" Iya. Bukannya mami bilang kabar baik ya, pasti reyhan udah datang kan mi. Mana dia mi?"
" Ya ampun sayang. Sejak kapan mami bilang kalau kabar baiknya itu reyhan"
" Kalau bukan reyhan apa mi?"
" Sayang, kamu tau penghalang satu-satunya kamu menuju reyhan sudah hilang sekarang nak"
__ADS_1
" Penghalang! Maksud mami apa? Tika gak ngerti mi"
" Kamu tau mami dengar kabar baik dari mata-mata mami kalau mobil yang dinaiki oleh kekasihnya reyhan itu mengalami kecelakaan dan kamu tau didalam kecelakaan itu tidak ada yang selamat"
" Apa? Kecelakaan? Kok bisa mi"
Kalau aku kasih tau sama tika ini semua merupakan rencana ku, Tika pasti bakalan marah karena aku menghilangkan nyawa orang. Gak.. Tika gak boleh tau kalau kematian diana ini karena rencana yang ku buat batin maya.
" Ya mana mami tau sayang, mami cuma dapat kabar begitu dari mata-mata mami. Lagian kenapa kamu harus syok gitu sih, seharusnya kamu bahagia dong pesaing kamu gak ada lagi"
" Mi, tika emang gak suka sama diana karena reyhan ngasih perhatian lebih ke dia mi tapi tika gak pernah ngebayangin kalau dia bakalan ngalamin hal kayak gini mi"
" Udahlah sayang. Kamu gak usah terlalu mikirin masalah itu, lebih baik sekarang kita makan ya soalnya kamu belum makan dari tadi lho"
Tika hanya menurut saja dengan maminya. Saat sedang makan tika masih memikirkan perkataan maminya tentang kematian diana.
Kalau diana mati, aku gak akan ada saingan lagi kan tapi reyhan dia pasti bakalan sedih banget sekarang. Bukannya ini momen tepat buat aku ngasih perhatian ke reyhan batin tika.
" Mi, reyhan dimana sekarang?"
" Ya mana mami tau sayang. Ngapain sih nyari reyhan Mulu? Udah makan dulu nanti aja ketemu dia"
" Gak bisa mi. Tika harus ketemu dia sekarang"
" Pliss... Mi. Tolong cari tau dimana reyhan sekarang?"
Maya segera mengambil ponselnya dan menelpon salah satu pengawalnya untuk mencari tau dimana keberadaan reyhan.
' Halo nyonya ada apa?'
' Saya mau tau reyhan ada dimana sekarang, segera kirimkan lokasi dia'
' Baik nyonya'
Pengawal tersebut segera mengirimkan alamat pada maya. Setelah mengetahui alamat tersebut tika segera menuju kesana dengan dandanan apa adanya mengunakan taxi.
Sesampainya di tujuan tika terlihat begitu sangat antusias untuk bertemu reyhan. Saat sedang berjalan menuju kedalam seorang pria menghentikan langkahnya.
" Arsen" cetus tika.
" Tika"
Arsen menatap tika dengan tatapan penuh perasaan. Arsen memang sudah lama menaruh perasaan pada tika tapi tika tak pernah tau akan hal itu karena tika terlalu terobsesi dengan reyhan. Arsen segera memeluk tika yang membuat tika terkejut dan melepaskan pelukan tersebut.
__ADS_1
" Kamu apa-apaan sih ar?"
" Maaf tik, soalnya aku seneng banget bisa ketemu kamu lagi"
" Kamu ngapain kesini Ar?"
" Aku ada urusan tik. Tik, kita bisa ngobrol bentar gak soalnya ada sesuatu yang penting yang pengen aku bilang ke kamu"
" Aduh maaf ya ar, kayaknya sekarang gak bisa deh soalnya aku mau ketemu reyhan"
Mendengar perkataan tika membuat wajah arsen kesal dan ia mengepalkan kedua tangannya.
Kenapa sih tik? Selalu aja reyhan batin arsen.
" Kenapa reyhan?" tanya arsen.
Aku harus jawab apa ya ke arsen? Gak mungkin kan aku bilang kalau aku mau ngasih suport buat reyhan yang baru aja ditinggal sama pacarnya. Bisa jatuh dong harga diri aku nanti batin tika.
" Reyhan.... Dia.. dia lagi sakit makanya aku kesini. Kamu kan tau aku tunangan dia ar, masa ia tunangan aku sakit aku gak datang sih"
Perkataan tika membuat darah arsen semakin mendidih tetapi ia hanya mengulas sebuah senyuman tipis pada tika.
" Oh dia sakit. Semoga cepat sembuh ya"
" Makasih lho ar doanya. Kalau gitu aku masuk dulu ya, bye" ujar tika yang langsung masuk kedalam rumah sakit.
Arsen terus menatap tika yang pergi hingga tak terlihat. Arsen pun terduduk lemas dibangku dekat situ. Ia tampak memejamkan kedua matanya dan mengingat kenangannya bersama tika. Arsen begitu perhatian pada tika dan selalu melakukan apa yang diinginkan oleh tika. Dulu saat berkuliah mereka memang bersahabat baik yaitu reyhan, arsen, sovia, tika dan david. Tetapi sejak pertunangan reyhan yang diumumkan dimedia sosial membuat hubungan persahabatan mereka kacau. Arsen selalu berusaha untuk menjadi orang yang lebih dari reyhan tetapi ia tetap saja kalah dari reyhan yang membuatnya semakin membenci reyhan.
Kenapa semua ini terjadi sama gue ya tuhan!!! Kenapa reyhan selalu dapatin apa yang dia mau dan kenapa apa yang gue inginkan selalu direbut oleh reyhan. Tika... Dia satu-satunya cewek yang gue pengen lindungi seumur hidup gue, kenapa reyhan malah ngambil dia dan umumin pertunangannya di media sosial. Padahal reyhan kan tau gue sayang sama tika. Gue benci lo Rey, sampai kapan pun gue gak bakalan nyerah buat ngalahin lo batin arsen.
Tiba-tiba seorang gadis menyentuh pundak arsen yang membuatnya segera membuka matanya. Gadis itupun duduk disebelahnya sambil memberikan minuman pada arsen.
" Sovia, kok lo bisa disini?"
" Gue kan sahabat baik lo ar, gue selalu tau lo dimana?"
" Gue serius nanya sov, Lo tau darimana gue disini?"
" Gak penting gue tau dari mana arsen, sekarang gue minta lo pulang ya. Kasihan nyokap sama bokap lo nanyain Mulu"
" Gue kan udah bilang selama mereka masih kerjasama sama perusahaan reyhan gue gak akan mau pulang kerumah. Jadi lo gak usah bujuk-bujuk gue sov, gak akan mempan"
" Lo keras kepala banget sih ar. Mau sampai kapan lo musuhan sama reyhan? Arsen , lo itu sahabat baik reyhan lho. Bahkan waktu kuliah lo yang paling dekat sama dia dibanding gue, tika sama david tapi kenapa cuma gara-gara perihal cewek hubungan persahabatan kalian jadi hancur gini sih"
__ADS_1
" Udah deh sov, gue gak mau bahas dia lagi! Mending lo pulang aja sekarang karena gue gak akan pernah balik kerumah"