
" Maafkan saya may, kamu kan tau kalau dua orang menikah dan salah satu dari mereka tidak memiliki perasaan apa-apa pada pasangannya maka pernikahan itu tidak ada artinya may. Jadi dari pada tika lebih sakit hati lagi nantinya makanya aku memutuskan untuk membatalkan pernikahan ini. Aku cuma cuma mau bilang itu aja kemari, kalau begitu aku permisi dulu" ujar karin pergi meninggalkan maya sendiri diruang tamu.
Kurang ajar! Berani-beraninya dia membuat putri ku menangis lihat saja apa yang akan aku lakukan pada anak mu nanti, aku akan membuat dia memohon pada ku batin maya.
Maya segera bergegas mengejar tika yang mengurung dirinya didalam kamar.
" Tika sayang. Buka pintunya nak, mami mau bicara sama tika" seru maya.
" Tika gak akan mau keluar kamar mi sebelum reyhan yang manggil tika" balas tika.
" Tika jangan keras kepala gitu dong sayang, kamu tenang aja bagaimana pun caranya mami yakin pernikahan kamu dan reyhan bakalan terjadi nak"
" Tapi kenapa mama karin tadi bilang dibatalin mi?"
" Dia cuma bercanda sayang, kamu tenang aja pernikahan kamu dan reyhan bakalan tetap berlangsung sayang"
" Mami gak bohongin aku kan mi"
" Sayang buat apa mami bohong? Tika sekarang buka pintunya ya"
" Tika gak mau mi. buat mastiin perkataan mami gak bohong, mami harus bawa reyhan kesini"
Bagaimana cara aku membawa anak sombong itu kemari? Tika kenapa kamu keras kepala seperti ini sih batin maya kesal.
Maya mengambil napas dalam lalu membuangnya perlahan, ia mencoba menenangkan pikirannya yang mulai kacau.
" Baiklah sayang mami bakalan bawa reyhan kemari" ujar maya.
" Tika bakalan tunggu sampai reyhan datang mi"
Maya segera kembali keruang tamu. Ia mondar-mandir memikirkan bagaimana cara membawa reyhan kerumahnya.
Sementara itu, malam harinya diana terlihat sangat cantik walaupun hanya memakai riasan tipis. Ketika keluar dari kamarnya reyhan terus saja menatap diana tanpa berkedip.
Diana, kamu memang selalu Perfect memakai apapun. Kamu cantiknya luar dalam na, aku bersyukur banget karena sebentar lagi kita akan menikah batin reyhan.
Reyhan menarik tangan diana kepelukannya yang membuat diana terkejut.
" Rey! Kamu ngapain sih? Nanti ibu lihat gimana? Lepasin aku!" Ujar diana.
" Kalau aku gak mau gimana? Lagian kenapa kamu harus pergi kesana sih dan Kenapa aku gak boleh ikut"
" Rey, aku cuma ketemu teman-teman aku sebentar aja kok. Aku janji setelah selesai ketemu mereka dan ngobrol bentar aku langsung pulang"
" Tapi aku pengen ikut"
" Rey, jangan sekarang ya. Soalnya disana kan cewek semua rey dan aku mau ngabisin waktu aku sebentar aja sama sahabat aku karena nanti kan semua waktu aku buat kamu" jelas diana yang membuat reyhan tersenyum.
" Yaudah tapi kamu tetap harus dijaga pengawal ya. Kalau ada apa-apa kamu segera telpon aku"
" Iya rey. Sekarang lepasin aku dong, gimana mau pergi kalau masih dipeluk kayak gini"
__ADS_1
" Cium aku dulu"
" Apa? Kamu gila ya rey. Nanti ibu lihat kita gimana?"
" Yaudah kalau gitu aku gak akan lepasin kamu"
" Reyhan"
" Diana"
Diana pun akhirnya mencium pipi reyhan tetapi reyhan sangat jail dia langsung mengarahkan bibirnya dekat bibir diana sehingga diana menciumnya dan reyhan ********** dengan lembut. Diana segera melepaskan dirinya dan pergi sambil tersenyum ria pada reyhan. Reyhan sebenarnya merasa tak tenang diana pergi walaupun sudah dijaga oleh beberapa pengawal.
Diana entah kenapa perasaan aku tiba-tiba gak enak gini ketika kamu pergi. Semoga gak terjadi apa-apa sama kamu na batin reyhan.
Seseorang datang memegang pundak reyhan yang membuat reyhan melirik kearahnya.
" Ibu"
" Kamu kenapa Rey?"
" Gak tau juga Bu. Perasaan reyhan tiba-tiba gak enak biarin diana pergi ketemu sama teman-temannya"
" Perasaan kamu aja kali rey, lagian diana kan dijaga sama pengawal kamu jadi ibu yakin dia pasti bakalan baik-baik aja. Oh ya, ibu udah masak tadi kita makan yuk sekalian ya kamu bangunin zahra soalnya udah waktunya dia makan sekarang. Kita makan sama-sama "
" Siap Bu" ujar reyhan segera menuju kamar zahra.
Diperjalanan diana tampak begitu bersemangat ingin bertemu dengan sahabat-sahabatnya. Diana segera mengirim pesan digrup WhatsApp dirinya dan sahabatnya.
Ririn : Aku juga lagi otw na
Caca : Aku sama Irma udah nyampai ditempat yang kita janjiin nih guys. Kalian cepetan datang ya, gak sabar pengen ketemu semuanya.
Irma : Iya guys cepetan ya
Ririn : Sabar kali @Caca@Irma, nanti kalau kita kenapa-kenapa dijalan mau tanggung jawab gak
Diana : Iya betu tuh@Ririn
Caca : Yaudah deh pokoknya kalian harus nyampai dengan cepat dan aman gimana?
Diana: Sabar ca kemungkinan aku 15 menit lagi nyampai ni
Tiba-tiba mobil yang diana naiki berhenti mendadak yang membuat diana terkejut.
" Ada apa pak?" tanya diana.
" Kayaknya macet nona "
" Aduh kok pakai macet segala sih. Oh ya, pak bukannya ada jalan lain ya buat ke sana"
" Ada sih nona tapi kan pengawal yang bertugas mengawal Nona ada didepan"
__ADS_1
" Aduh pak, saya udah gede lho pak lagian kan ada bapak. Kita lewat jalan itu aja ya soalnya saya gak mau telat pak"
" Yasudah kalau begitu mau nona" ujar supir diana yang langsung memutar balik mobilnya dan melewati jalan lain untuk ke tempat yang ditunjukkan diana.
Ditengah-tengah perjalanan diana menyuruh sopirnya untuk berhenti karena ia melihat seorang wanita sedang butuh bantuan.
" Tapi nona disini terlalu bahaya dan sepi lebih baik kita lanjutkan perjalanan nona"
" Pak, kasihan cewek itu. Tunggu sebentar disini ya" ucap diana lalu turun dari mobil menghampiri wanita tersebut yang terlihat lemah.
" Mbak ngapain disini?"
" Tolong saya mbak, apa boleh saya menumpang mobil mbak sampai depan sana soalnya saya gak punya uang buat nyewa taxi. Anak saya lagi sakit mbak dan saya harus segera kesana"
" Yasudah ayo ikut saya mbak " ajak diana sambil pergi menuju mobilnya. Wanita tersebut duduk disebelah diana sambil tersenyum.
" Kalau boleh tau nama mbak siapa?" Tanya diana.
" Ajeng mbak"
Diana yang melihat wanita tersebut tampak kedinginan pun segera melepaskan jaket dan syal yang ia pakai. Ia memakaikannya pada ajeng.
" Mbak ini"
" Udah mbak pakai aja dulu, ini saya kasih buat mbak. Oh ya nama saya diana astuti mbak. Panggil diana aja"
" Diana, kamu baik banget terimakasih udah ngasih saya tumpangan dan memberikan saya pakaian pula"
" Iya sama-sama mbak. Mbak lebih membutuhkan dari saya" balas diana sambil tersenyum.
Diana menurunkan kaca mobilnya dan memandang kearah luar.
" Pelan-pelan aja ya pak soalnya disamping kita ini banyak jurang yang curam" seru ajeng.
" Mbak udah hapal jalan sini ya" sahut supir tersebut.
" Iya pak saya sering lewat jalan ini makanya tau"
Ketika mereka sedang asyik berbincang-bincang tiba-tiba sebuah mobil berwarna putih tampak mengejar mereka dan beberapa mobil lain dibelakangnya. Menyadari hal tersebut sopir diana segera mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh yang membuat diana dan ajeng cemas.
" Pak, bisa pelan-pelan aja gak soalnya ini bahaya?" Seru diana.
" Mohon maaf nona sepertinya ada yang mengikuti kita dan saya yakin dia berniat tidak baik makanya kita harus segera menemukan perumahan agar aman" jelas sopir tersebut.
Walaupun sudah membawa mobil dengan kecepatan penuh mobil dibelakang mereka tetap bisa mengejar mereka dan menyerempet mobil mereka mendekati jurang. Diana dan ajeng tampak menangis karena ketakutan. Ajeng memberikan sebuah foto ketangan diana dan mendorong diana keluar dari mobil tersebut yang menyebabkan diana terjatuh kedalam sebuah semak-semak yang membuat kepalanya terbentur dan ia tidak sadarkan diri.
Sementara itu mobil yang masih dinaiki ajeng dan sopirnya tersebut terjatuh kedalam jurang dan meledak. Seseorang yang mengendarai mobil putih tersebut tampak tersenyum lalu mengambil ponselnya.
' Pekerjaan beres buk, saya jamin nyawanya tidak akan selamat'
' Bagus. Ini merupakan berita bagus baiklah saya akan mentransfer sisa pembayarannya' ujar seorang wanita yang tak lain adalah maya. Ia tersenyum bahagia mendengar berita kematian diana.
__ADS_1
Jika anakku tidak bisa mendapatkan barang tersebut maka yang lainnya juga tidak boleh batin maya gembira.