
Reyhan pun memandang gambar yang telah dibuat oleh zahra. Dia tampak sangat senang.
" Gambarnya bagus sayang" ujar reyhan.
" Ayah tau ini gambar apa?"
Reyhan menggelengkan kepalanya.
" Ini gambar ayah, bunda, zahra dan oma. Kita sekarang keluarga yang lengkap ayah" jelas zahra sambil menunjuk gambar dan terlihat sangat bahagia.
Diana dan ratmi yang melihat reyhan dan zahra begitu dekat merasa bahagia.
" Oh ya, Bu kenapa lama banget kesini bukannya ibu bilang tadi udah didepan rumah sakit" tanya diana.
" Ibu tadi ketemu sahabat lama ibu na. Anaknya juga kecelakaan disini, kamu tau na dulu ibu sempat berpikiran akan menjodohkan kamu dengan anaknya tapi ternyata anak teman ibu itu sudah memiliki calonnya na"
" Oh begitu bu. Dimana anaknya dirawat bu? mana tau nanti diana bisa bertemu juga kan dengan sahabat baik ibu"
" Memangnya mau apa kamu ketemu dia?" Tanya ratmi penasaran.
" Mau nanya ibu gimana sih waktu masih muda" balas diana tertawa kecil.
" Kamu ada-ada saja na" sahut ratmi memukul diana pelan.
Ratmi pun mendekati Reyhan dan zahra yang sibuk bermain.
" Zahra, biarkan ayah istirahat dulu sayang. Udah dulu mainnya ya"
" Tapi zahra mau main sama ayah, Oma"
" Zahra mau ayah cepat sembuh kan. Jadi zahra harus biarkan ayah istirahat yang banyak ya sayang biar bisa ikut kita pulang" bujuk ratmi.
Zahra pun mengangguk dan diana menggendong zahra.
" Bunda, jaga ayah disini ya"
" Iya sayang bunda pasti jagain ayah"
" Zahra sayang Bunda" ujar zahra mencium pipi diana.
" Bunda juga sayang banget sama zahra" balas diana.
" Yaudah zahra sekarang ikut oma ya soalnya sekarang kan ada les balet " ujar ratmi yang mengambil zahra dari diana.
" Iya Oma. Byee ayah, bunda" seru zahra melambaikan tangan.
Reyhan dan diana juga melambaikan tangan pada zahra.
Ratmi dan zahra segera keluar menuju tempat les balet zahra.
__ADS_1
" Oma, selesai les kita jenguk ayah lagi ya"
" Iya sayang. Nanti kalau zahra selesai les kita bakalan jenguk ayah lagi kok. Nanti kita bakalan beliin ayah kue gimana?" Balas ratmi.
" Iya oma. Kue coklat ya" pinta zahra
" Kalau kue coklat nanti zahra yang habisin dong sayang"
" Gak kok oma. Zahra bakalan berbagi sama ayah"
" Yaudah nanti kita beliin ayah kue coklat ya sayang"
" Iya Oma"
Setelah ratmi dan zahra pergi tampak diana pergi memeriksa ponselnya karena ia mendengar notif pesan.
Ririn : Gak kerja lagi hari na
Diana: Gak rin. Aku ada tugas sekarang
Ririn : Tugas apa Na? Disini sepi banget tanpa kamu na ☹️☹️
Diana : Hmm.. ya mau gimana lagi Rin. Setelah kerjaan aku selesai aku bakalan habisin seharian waktu deh buat kamu.
Ririn : janji ya. Pokoknya kamu yang harus traktir aku
Ririn : Yaudah aku mau lanjut kerja dulu, byee
Diana : byee
Diana meletakkan ponselnya diatas meja, ia tak sadar bahwa reyhan sejak tadi memandangnya tajam.
" Ada apa rey?" Tanya diana heran.
" Kamu chatingan sama siapa?"
" Sama cowok. Emang kenapa?" jawab diana enteng.
Aku mau liat ekspresi reyhan gimana ya kalau aku chatan sama cowok batin diana girang.
Reyhan tak menjawab perkataan diana, dia kemudian beranjak dari bed pasien dan melepaskan infus yang ada ditangannya yang membuat darahnya keluar begitu banyak. Reyhan tampak mengambil ponsel diana dan memeriksanya. Ponsel diana memang tak pernah ia beri pascode.
Diana yang melihat tangan reyhan berdarah segera melapnya dengan tisu.
" Rey, kamu gila ya. Kenapa copot infus sembarangan sih?" Bentak diana yang khawatir pada reyhan.
Reyhan tak menjawab perkataan diana dan terus memeriksa Ponsel tampak disitu chat terakhir diana bersama ririn. Reyhan mengembalikan kembali ponsel diana keatas meja.
" Kamu bohongin aku?" Tanya reyhan.
__ADS_1
" Aku cuma bercanda doang rey. Kenapa kamu harus begini sih?" Ujar diana dengan wajah panik.
" Karena aku sayang banget sama kamu na dan aku gak akan pernah rela kamu jadi milik orang lain" tegas reyhan yang membuat diana terdiam. Reyhan kemudian memeluk diana erat.
" Jangan berpaling dari aku na, aku gak sanggup untuk itu" bisik reyhan.
Diana hanya diam tanpa kata tak menjawab perkataan reyhan. Kemudian reyhan menatap diana. Dia mencium kening diana dengan lembut.
" Tangan kamu rey" ujar diana.
" Gak apa-apa na. Luka ini gak sebanding sama rasa sakit yang harus kamu terima karena kesalahan aku dulu na"
Diana pun diam dan mengambil plester lalu menempelkannya ditangan reyhan.
" Kembali ke bed kamu rey, nanti aku bakalan ambil infus baru buat kamu"
Reyhan hanya menurut dan naik keatas bed. Diana segera pergi keluar mengambil infus untuk reyhan.
Rey, semoga awal yang baru ini bisa memberikan kita kebahagiaan dan dijauhkan dari segala masalah batin diana berharap.
Dipertengahan jalan diana melihat david yang sedang gelisah di depan ruangan pasien. Diana segera menghampirinya.
" Kak David" panggil diana.
" Diana " ujar david yang langsung memeluk diana.
" Kak david kenapa?"
" Papa aku na, dia kena serangan jantung dan sekarang lagi ditangani sama pasien"
" Udah kak. Gak usah khawatir ya, disini dokternya pada ahli kok jadi diana yakin papa kakak pasti baik-baik aja" ujar diana menenangkan david.
Kemudian dokter pun keluar memanggil david karena papanya memanggilnya. David pun mengajak diana masuk kedalam. Tampak papanya yang terbaring dengan banyak alat medis ditubuhnya. David segera mendekati papanya. Dia merasa sangat sedih melihat kondisi papanya sekarang.
" Mama kamu mana?" Tanya papa david.
" Mama lagi menuju kesini pa" ujar david menggenggam tangan papanya.
Papa david tampak menunjuk kearah diana yang membuat diana segera berdiri disebelah papanya david. Papa david segera mengambil tangan diana dan menyatukannya dengan tangan david.
" Nak, papa mau kalian berjanji kalian berdua akan bersama selamanya menjaga mama" ujar papa david karena ia mengira diana adalah kekeasih david.
Diana melepaskan genggaman tangannya karena terkejut mendengar permintaan papa david. David dan papanya memandang diana.
" Ini permintaan terakhir papa nak. Kalian berdua segeralah menikah agar kalian bisa menjaga mama dengan baik. Papa mohon" ujar papa david tersengal-sengal.
Diana kini dalam dilema yang besar, disatu sisi dia sama sekali tidak memiliki perasaan pada david kecuali teman dan disisi lain dia tak tega melihat kondisi papa david.
Keputusan apa yang harus aku berikan? Aku gak bisa menikah dengan david karena aku menyayangi reyhan tapi kalau aku tidak menuruti keinginan papa david dia pasti tidak bisa pergi dengan tenang. Ya tuhan ku mohon tolong aku. Keputusan apa yang harus ku berikan sekarang? Batin diana bingung.
__ADS_1