
Hanum begitu terkejut melihat irma yang kini ada dihadapannya.
" Sayang! Kenapa kamu bisa disini?" tanya hanum.
" Kenapa, mas? Kamu kaget aku ada disini ha! Aku gak nyangka ya mas kamu setega ini sama aku. Kamu tega bohongin aku bahkan mau ngambil nyawa sahabat yang udah aku anggap saudara sendiri! Kenapa kamu sejahat ini sih mas?" ujar irma yang merasa begitu kecewa terhadap sikap suaminya.
" Sayang, kamu harus dengerin aku dulu. Ini gak seperti yang kamu pikirkan "
" Cukup mas! Aku gak mau dengerin semua penjelasan palsu kamu itu mas, aku minta baik-baik sekarang lepasin sahabat aku atau kamu mau lihat peluru ini bersarang di kepala aku mas" seru irma.
" Oke kalau itu mau kamu sayang tapi tolong siniin pistolnya. Itu bahaya sayang"
" Lepasin dulu diana, mas. Kamu dengerin aku gak sih! Atau kamu beneran pengen lihat aku mati disini"
Hanum terlihat begitu kesal tetapi dia tidak bisa menolak keinginan istrinya. Hanum tidak akan pernah memaafkan dirinya jika irma sampai kenapa-kenapa.
" Iya sayang. Aku bakalan lepasin dia ya" ujar hanum lalu hanum memerintahkan pengawalnya untuk membawa diana keluar " Cepat, bawa diana kesini!"
Irma dan reyhan terlihat heran kenapa hanum berkata seperti itu. Jelas-jelas diana kini ada disebelahnya tetapi kenapa hanum malah menyuruh anak buahnya untuk membawa diana dari dalam.
Seseorang tampak membawa diana keluar dengan kursi roda. Diana terlihat masih belum sadarkan diri. Irma segera menghampiri diana.
" Na, kamu baik-baik aja kan. Diana, jawab aku" seru irma tapi tak ada jawaban dari diana. Irma segera menghampiri hanum.
" Mas, kamu apain diana ha! Kenapa dia gak sadarkan diri"
" Sayang, kamu tenang dulu diana baik-baik aja ya. Dia cuma masih dalam pengaruh bius aja. Sebentar lagi mungkin dia bakalan sadar"
" Kalau ini diana, terus cewek yang dipegang sama pengawal ini siapa?"
Hanum kemudian membukakan penutup kepala wanita tersebut.
" Aku udah janji sama kamu kan, aku gak akan nyakitin diana. Aku masih belum bisa maafin cowok brengsek itu sayang. Aku cuma gunain diana buat mancing dia kesini dan aku juga gunain cewek ini buat ngancam reyhan" jelas hanum.
" Apapun alasannya, seharusnya kamu gak boleh kayak gini mas. Kamu kan bilang sendiri kalau kamu maafin reyhan mas tapi kenapa malah begini ha! Untung aja aku tau hal ini mas kalau enggak pasti bakalan terjadi sesuatu yang buruk sama mereka berdua dan aku gak akan maafin diri aku sendiri mas"
" Sayang, aku minta maaf tapi aku gak bisa tenang sebelum menunaikan janji ku pada jia"
Reyhan kemudian mendekati hanum yang membuat hanum terlihat kesal. Reyhan kemudian mengambil tangan hanum yang memegang pistol dan mengarahkannya ke kepalanya.
" Rey! Kamu ngapain sih?" seru irma.
__ADS_1
" Kalau emang dengan ngambil nyawa gue bisa buat tenang jia maka silahkan bro. Kalau emang menurut lo, gue yang buat jia meninggal sekarang juga tembak gue hanum. Kalau emang penyebab jia meninggal gue, gue ikhlas lo bunuh gue sekarang juga"
" Rey! Kamu gila ya" pekik irma. Wajah hanum terlihat begitu kesal. Dia kemudian memikirkan semuanya kembali dan membuatnya tersadar bahwa dirinya yang bersalah. Seandainya dia tidak mengizinkan jia pergi hari itu. Seandainya dia menemani jia hari itu pasti jia kini masih ada disampingnya.
Hanum kemudian menarik tangannya kembali.
" Gue yang salah, ini semua salah gue. Seharusnya gue gak biarin jia pergi hari itu pasti kecelakaan itu gak akan terjadi. Pasti jia akan baik-baik aja hari ini. Yang seharusnya mati itu gue bukan jia" seru hanum yang hendak menembak kepalanya sendiri tetapi irma mencegahnya.
" Kamu gila ya mas! Kamu mau ninggalin aku sama dave ha! Kamu gak sayang lagi sama aku dan dave"
" Aku yang bersalah sayang. Aku selama ini tidak bisa menerima itu dan malah melampiaskannya pada reyhan"
" Sayang, kamu gak perlu sampai harus seperti ini. Kamu sudah mengakui kesalahan saja itu sudah merupakan awal yang baik mas. Aku yakin kalau api kebencian dihati kamu hilang, jia pasti juga akan bahagia disana" jelas irma.
Hanum kemudian memeluk istrinya tersebut. Sementara reyhan tampak menggendong diana kedalam mobil.
"Kalau gitu aku sama diana balik duluan ma, kasihan ibu sama zahra dirumah nungguin diana"
" Iya rey, sekali lagi tolong maafin mas hanum ya"
" Iya gak apa-apa kok, aku juga minta maaf ya karena mau bagaimana pun aku juga bersalah disini"
" Sudahlah rey, gak usah dibahas lagi. Masalalu biarlah berlalu, sekarang lebih baik kita tetap jalanin aja masa depan"
" Iya ma"
Mas hanum lagi sedih begini, kalau aku juga ikutan marah pasti dia bakalan tambah sedihkan. Yaudah deh untuk kali ini aku bakalan maafin dia aja batin irma. Mereka kemudian bergegas pulang kerumah.
Hanum masih terlihat diam saja dalam perjalanan. Irma juga tak tau harus berkata apa sehingga suasana tampak hening.
" Dave mana?" ujar hanum membuka pembicaraan.
" Dia tidur di mobilnya reyhan, disana juga ada pengawal kok yang jagain dia jadi kamu gak usah khawatirin dia ya"
" Hmm.."
Irma kemudian menggenggam tangan hanum yang membuat hanum spontan melihat kearahnya.
" Mas, aku minta maaf ya. Sebagai istri kamu, aku malah selalu nentang kamu bukannya dukung kamu"
" Sayang, kamu gak salah. Seharusnya aku yang minta maaf karena udah bohong sama kamu. Aku benar-benar minta maaf sayang, aku berani bersumpah aku hanya berbohong tentang hal itu saja sayang"
__ADS_1
" Aku percaya kamu kok mas, asalkan kamu jangan bohongin aku lagi. Awas aja kalau berani lagi, aku gak akan mau bicara sama kamu"
" Aku janji gak akan ada kebohongan lagi diantara kita"
Mereka kemudian berpelukan dengan erat.
Sementara itu arsen yang baru saja sampai rumahnya terkejut melihat ibunya ada disitu.
" Mama"
" Arsen, kamu udah pulang nak"
" Mama kenapa ada disini?"
" Apa mama tidak boleh kesini ha?"
" Bukannya begitu ma, tapi apa papa ngasih mama izin buat kesini"
" Kamu gak usah khawatirin itu ya sayang, mama memutuskan untuk tinggal bersama kamu dan juga tika. Mama capek dengan sikap papa mu yang keras kepala itu nak. Dia selalu saja membuat mama dan kamu menjauh sayang" jelas vira memeluk arsen.
" Kalau mama tinggal disini, papa gimana?"
" Dia selalu membanggakan dirinya bukan, mama yakin pasti dia bisa hidup walaupun tanpa mama nak. Sudahlah jangan bahas papa mu lagi, sekarang lebih baik kamu mandi ya nak"
" Iya ma"
Vira kembali duduk disofa dan berbincang-bincang bersama pembantu arsen. Saat memasuki kamar arsen melihat tika yang baru saja selesai merapikan pakaiannya.
" Arsen, kamu udah pulang?"
" Hmm... Bukannya menyambut suaminya, kamu malah sibuk disini ya"
" Ya ampun sayang, maaf ya. Aku gak tau kalau kamu pulang jam segini, biasanya kan kamu pulang kalau gak sore pasti malam. Tumben sekarang cepat"
" Gak terlalu banyak pekerjaan di kantor jadi aku suruh sekretaris aja buat nyelesain semuanya"
" Oh gitu.."
" Sayang, mama kenapa tiba-tiba milih tinggal sama kita disini ya?"
" Aku juga kurang tau sayang, mama tadi tiba-tiba datang sambil bawa koper kesini. Sepertinya mama sama papa lagi ada masalah deh sayang"
__ADS_1
" Aku juga berpikir begitu sayang"