Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 149


__ADS_3

Melihat kebungkaman para pengawal tersebut membuat irma menjadi begitu emosi. Ia segera mengambil pistol salah satu pengawal tersebut dan menodongkannya ke kepalanya.


" Jika kalian masih diam, maka kalian sendiri yang akan menerima konsekuensinya!" tegas irma. Para pengawal tersebut terlihat ketakutan hingga salah seorang dari mereka buka mulut.


" Nyonya, tolong jangan lakukan itu. Jika nyonya terluka sedikit saja tuan pasti akan marah besar"


" Makanya kasih tau sekarang juga dimana dia? " Pinta irma.


" Baik nyonya saya akan memberi tau nyonya" ujar pengawal tersebut. Pengawal tersebut pun memberi tau tempat yang akan dituju oleh hanum pada reyhan.


Setelah mengetahui alamatnya, irma menyuruh para pengawal reyhan untuk mengikat para pengawalnya agar tidak ada yang memberi tau hanum bahwa dirinya telah tau semua rencana hanum.


" Aku bakalan segera kesana ir" ujar reyhan.


" Aku ikut rey"


" Untuk apa ma? Lebih baik kamu disini aja. Terimakasih atas semua informasinya. Kamu emang sahabat terbaik diana, ma" sahut reyhan.


" Kamu butuh aku rey"


" Maksud kamu apa, ma?"


" Mas hanum gak akan semudah itu ngelepasin diana. Kamu juga harus nyandera aku sebagai pengganti diana rey. Aku tau mas hanum dia bisa ngelakuin apapun demi aku dan dave"


" Yaudah kalau gitu, kita berangkat sekarang"


Irma menganggukkan kepalanya. Kemudian dia segera membawa putranya ikut bersamanya.


" Ma, kita mau kemana?"


" Dave, kita harus ikut sama om reyhan sebentar ya. Kalau dave masih mau bobok, tidur di pangkuan mama aja ya"


Dave menuruti perkataan ibunya karena dia dibangunkan oleh irma untuk membawanya ke alamat yang telah dikatakan pengawal hanum.


Kenapa, mas? Kenapa kamu tega bohongin aku begini? Aku gak nyangka banget dengan sikap kamu ini mas batin irma.


Mereka segera menuju ke alamat tersebut dengan kecepatan penuh.

__ADS_1


Sementara itu hanum tampak baru saja sampai di tempat ia menyekap diana.


" Dimana dia?"


" Aman bos. Dia ada didalam masih pingsan bos karena pengaruh bius yang kami berikan tadi"


Mereka kemudian membukakan pintu gudang tersebut dan terlihat diana yang masih pingsan dengan tangan dan kakinya terikat.


" Kenapa kalian mengikat dia?"


" Kami takut dia melarikan diri bos"


" Bodoh! Apa kalian tidak melihat bahwa dia sedang terluka ha! Lepaskan ikatannya sekarang dan letakkan dia di atas sofa sana!"


" Baik bos" ujar anak buahnya yang segera melaksanakan apa yang dikatakan oleh hanum.


Hanum menatap diana dengan tajam.


" Maafkan saya diana, saya harus menggunakan kamu sebagai umpan untuk memancing reyhan kemari" lirih hanum pelan.


Beberapa menit kemudian mobil yang dikendarai reyhan tampak sampai digudang tersebut. Hal itu membuat para anak buah hanum menjadi waspada dan segera melaporkannya pada hanum.


" Wah! Bagaimana bisa seorang reyhan datang kemari padahal saya belum mengundangnya! Apakah wanita ini begitu berarti untuk kamu ha!"


" Gak usah basa-basi lagi hanum, mana diana? Cepat kembalikan dia. Dia gak ada hubungannya sama masalah kita"


" Saya tau itu rey, tapi hal yang menjadi pertanyaan saya sekarang. Bagaimana bisa kamu kemari? Padahal saya tidak menuliskan alamat atau memberi tau kamu tempat ini"


" Hanum.... Hanum.... Kamu lupa siapa saya ha! Saya bisa mendapatkan apapun yang saya inginkan termasuk alamat ini, jadi saya minta segera kembalikan diana kepada saya sebelum kamu menyesal nantinya" ancam reyhan.


" Hahaha.... Apa kamu sedang mengancam saya reyhan? Hahahaha... Apa kamu juga lupa bahwa seseorang yang paling penting dalam hidup kamu ada pada saya sekarang ha! Jangan coba-coba mengancam saya reyhan karena jika saya benar-benar menjadi kejam maka kekasih kamu yang akan menerima akibatnya" tegas hanum. Dia kemudian memerintahkan seorang pengawal membawa seorang wanita yang kepalanya ditutup dengan kain hitam.


Wanita itu bukanlah diana karena hanum tak ingin menyakiti diana yang membuat istrinya murka padanya. Dia sengaja mencari wanita lain yang postur tubuhnya mirip dengan diana. Dia juga membuat wanita itu semirip mungkin dengan diana.


Ketika reyhan hendak menuju ke tempat wanita tersebut tampak hanum mengeluarkan sebuah pistol dan menodongkannya pada kepala wanita tersebut.


" Jangan buru-buru reyhan, jika kamu maju selangkah lagi maka akan ku pastikan peluru dari pistol ini akan bersarang di kepala wanita yang kamu cintai ini!" seru hanum yang membuat langkah reyhan berhenti.

__ADS_1


" Apa mau kamu sebenarnya ha? "


" Saya ingin nyawa dibayar nyawa reyhan! Kamu merupakan penyebab kematian adik kesayangan saya jadi saya menginginkan nyawa kamu sebagai gantinya!"


" Apa kamu sudah gila hanum! Berapa kali saya katakan bahwa jia meninggal bukan karena saya. Itu pyur kecelakaan hanum" jelas reyhan.


" Tidak usah bernegosiasi dengan saya reyhan!" tegas hanum sambil melemparkan sebuah pistol pada reyhan " Sekarang pilih saja, kamu ingin menembak kepala kamu sendiri dengan pistol itu atau saya yang akan menembak kepala kekasih kesayangan kamu ini"


" Hanum, dia tidak bersalah. Lepaskan dia sekarang juga"


" Saya akan hitung mundur mulai sekarang 3" seru hanum yang tidak mempedulikan perkataan reyhan.


Reyhan kemudian tersenyum yang membuat hanum heran.


" Wah... Bahkan kamu masih bisa tersenyum sebelum meninggalkan dunia ini rey"


" Saya tersenyum bukan karena saya akan menembakkan pistol ini kekepala saya hanum tapi karena saya memiliki sebuah kado untuk kamu"


" Saya tidak ulang tahun sekarang reyhan, untuk apa kamu susah payah membawakan saya kado ha! Sudahlah jangan mengulur waktu lagi rey. Cepat lakukan saja apa yang saya perintahkan" tegas hanum.


" Hahaha... Apa kamu yakin tidak ingin melihat kado saya terlebih dahulu hanum" ujar reyhan yang terlihat begitu tenang. Reyhan kemudian membukakan pintu belakang mobilnya dan seorang wanita dengan penutup kepala berwarna hitam tampak keluar dari dalam mobil tersebut.


Hanum tampak menatap tajam pada wanita tersebut.


" Apa maksud kamu membawa wanita itu kemari ha? Apa kamu ingin menukar diana dengan gadis lain ha! Reyhan, saya tidak tertarik dengan wanita manapun karena istri saya lebih dari wanita manapun jadi percuma saja kalau menawarkan wanita lain kepada saya karena saya tidak akan tertarik" jelas hanum.


" Benarkah? Apa kamu begitu mencintai istri kamu hanum? Kalau kamu benar-benar mencintainya kenapa kamu tega menyakiti sahabat baiknya ha! Hanum jika kamu menyakiti diana kamu tau sendiri konsekuensinya kan, irma tidak akan pernah memaafkan kamu walaupun kamu itu adalah suaminya. Kamu tau seberapa sayang irma pada diana kan jadi saya minta secara baik-baik tolong lepaskan diana sekarang juga"


" Reyhan... Reyhan... Apa kamu pikir saya akan terpengaruh pada kata-kata kamu ha! Tidak! Saya tidak terpengaruh sedikit pun. Kamu sudah terlalu banyak mengulur waktu saya reyhan maka saya telah memutuskan bahwa keputusannya adalah saya harus menembak kepala wanita tidak bersalah ini"


Reyhan terlihat begitu khawatir saat hanum hendak menembak kepala wanita yang ia kira diana.


" Hanum! Hentikan itu!" Pekik reyhan yang begitu khawatir.


" Siapa kamu berani memerintahkan saya ha! Jika wanita ini meninggal maka kita akan pada posisi yang sama bukan, sama-sama kehilangan orang yang kita sayangi. Bukankah itu pilihan yang bagus rey"


Wanita yang berdiri disebelah reyhan tampak mengambil pistol yang ada ditangan reyhan lalu membuka penutup kepalanya yang membuat hanum terkejut.

__ADS_1


" Tembak saja mas! Maka kamu juga akan melihat mayat ku disini! bukankah ini impas" ujar wanita tersebut yang tak lain adalah irma.


__ADS_2