
Setelah semuanya selesai reyhan tampak menghampiri diana. Dia terlihat begitu lelah karena mengurus semuanya.
" Gimana rey?"
" Udah semua sayang, besok kita tinggal sebarin undangan aja "
" Maaf ya rey, kamu yang harus ngurus semuanya "
" Iya gak apa-apa sayang, aku senang banget bisa ngurus semuanya "
Ratmi datang menghampiri mereka.
" Rey, Na. Ayo segera pulang, hari udah gelap juga kasihan zahra nak dia udah ngantuk"
" Iya bu" sahut reyhan lalu mereka segera pergi menuju kediaman diana.
Diperjalanan reyhan satu mobil dengan diana sedangkan ratmi, karin dan zahra dimobil lainnya. Reyhan kali ini tak menyetir sendiri karena diana takut dia mengantuk diperjalanan.
Diana memandangi wajah lelah reyhan yang sedang tertidur.
Maaf ya sayang, kamu pasti capek banget ngurus semuanya kan batin diana. Dia kemudian mengelus perlahan rambut reyhan dengan lembut.
Sesampainya dirumah tampak radit telah menunggu mereka di depan rumah.
Itu kan radit, ngapain dia malam-malam kesini? batin diana bertanya-tanya. Dia sebenarnya tak tega membangunkan reyhan tetapi jika tak membangunkan reyhan ia takut nanti perusahaan reyhan akan dalam masalah.
" Rey, bangun" ujar diana sambil menggoyangkan tubuh reyhan.
" Iya na, ada apa?" jawab reyhan sambil mengumpulkan kesadarannya.
" Itu ada radit datang, kayaknya dia ada perlu deh rey"
" Yaudah aku temuin dia, kamu langsung masuk kedalam istirahat aja ya"
" Iya rey"
Mereka kemudian turun dari mobil. Diana langsung masuk kedalam sementara reyhan menghampiri radit.
" Dit, ada apa? Kenapa kamu malam-malam kesini?" tanya reyhan penasaran.
" Mohon maaf mengganggu waktunya pak bos tapi saya membutuhkan tanda tangan pak bos untuk beberapa dokumen"
" Emang gak bisa nunggu sampai besok dit?"
" Mohon maaf tidak bisa pak bos karena rapatnya akan dimulai dalam satu jam lagi"
" Rapat malam-malam seperti ini"
" Iya pak bos, inilah yang diinginkan klien dan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pak bos"
" Yasudah, ayo masuk kedalam dulu"
" Baik pak bos"
Mereka masuk kedalam lalu duduk diruang tamu. Reyhan kemudian memeriksa dokumen yang dibawa radit lalu menandatanganinya.
" Kamu mau minum apa dit?"
" Tidak usah pak bos soalnya saya akan langsung menuju tempat rapat sekarang"
" Yasudah kalau begitu semoga berhasil ya. Oh ya, ini ada undangan untuk kamu dan clarisa" seru reyhan sambil memberikan undangan pada radit.
" Undangan apa pak bos?" Sahut radit sambil menerima undangan tersebut. Dia kemudian membacanya dan mengerti.
" Selamat ya pak bos, saya doakan semoga acaranya lancar pak bos"
" Amin, makasih ya dit"
" Kalau begitu saya permisi dulu pak bos" ujar radit sembari pergi menuju tempat rapat.
Setelah kepergian radit, reyhan langsung menuju ke kamarnya. Tampak diana menunggunya sambil membawa nampan berisi makanan ditangannya.
" Makan dulu ya rey, kamu belum makan apa-apa dari tadi"
" Iya na, kamu juga ya"
__ADS_1
Mereka kemudian duduk disekitar situ dan makan bersama.
" Radit ngapain ke sini, rey?" tanya diana sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
" Dia cuma nganter beberapa dokumen aja untuk aku tanda tangan"
" Emang gak bisa besok aja Rey?"
" Rapatnya malam ini makanya dia langsung kesini malam-malam begini"
" Rapat jam segini, ada-ada aja klien kamu"
" Ya mau gimana lagi sayang, semuanya kan demi kita"
" Hmm.. rey, tempat acara resepsi kita kamu pilih indoor atau outdoor tadi"
" Kamu mau yang mana?"
" Aku rasa bagus outdoor gak sih rey kayak nyatu sama alam gitu kan"
" Yaudah aku bakalan hubungi wedding organizernya nanti ya"
" Oke rey, makasih ya kamu emang yang terbaik"
" Sama-sama sayang"
Setelah selesai makan, diana menyuruh reyhan untuk membersihkan dirinya lalu istirahat sementara diana mengantar piring ke dapur. Lalu ia segera membersihkan dirinya dan istirahat karena ia merasa sangat lelah.
***
Pagi harinya, ratmi tampak membangunkan diana.
" Na, ayo bangun"
" Iya bu"
" Kamu gak boleh kemana-mana ya hari ini termasuk ketemu sama reyhan"
" Lho emang kenapa bu?"
" Terus diana ngapain dong bu kalau gak boleh keluar"
" Kamu dikamar aja ya, ibu bakalan halangin reyhan biar gak ketemu kamu dulu" seru ratmi sambil keluar dari kamar diana. Tampak reyhan berdiri didepan kamar diana.
" Diana mana bu?"
" Ada didalam rey"
" Reyhan mau ngobrol sama dia Bu"seru reyhan yang hendak masuk kedalam tetapi ratmi menghadangnya.
" Gak boleh reyhan"
" Kenapa bu? Diana lagi marah sama reyhan"
" Bukan begitu rey tapi dalam tradisi keluarga ibu sehari sebelum pernikahan itu mempelai wanita dan laki-lakinya itu dilarang untuk bertemu. Kalau bisa kamu juga gak usah kemana-mana dulu ya " jelas ratmi.
" Sampai kapan bu? Terus gimana cara reyhan mau komunikasi sama diana Bu"
" Ya gak boleh dulu reyhan, awas aja ya kalau kamu ngelanggar"
" Hmm.. reyhan bakalan nurut apapun perkataan ibu, yaudah reyhan sama mama mau pulang kerumah dulu ya bu soalnya mau ngambil beberapa keperluan mama Bu"
" Iya nak, hati-hati dijalan ya nak"
" Iya bu"
Reyhan kemudian mencium punggung tangan ratmi lalu pergi. Dia menemui karin yang telah menunggunya diluar kemudian mereka segera berangkat.
" Rey, kamu udah tanya diana mahar apa yang dia mau?" tanya karin.
" Udah ma, reyhan udah siapin semuanya. Semoga besok lancar ya ma"
" Amin nak. Terus undangan gimana?"
" Reyhan juga udah nyuruh para pengawal buat nyebarin undangannya ma"
__ADS_1
" Menurut kamu apa lagi ya rey yang kurang?"
" Kayaknya udah semua ma"
" Baguslah nak. Mama sangat senang sekali putra kecil mama ini akan segera menikah"
" Iya ma, reyhan juga senang bisa baikan sama mama. Maafin reyhan ya ma selama ini selalu buat mama sedih"
" Gak apa-apa sayang, mama ngerti posisi kamu kok nak"
" Oh ya ma, reyhan rencananya setelah menikah akan tinggal dikediaman diana. Mama juga ikut tinggal disana ya"
" Terus rumah kita gimana nak?"
" Itulah ma, reyhan ajak diana tinggal bersama dirumah tapi mama tau diana kan dia begitu keras kepala"
" Yasudah nanti akan mama pikirkan ya nak"
" Iya ma"
Dilain sisi ririn yang menerima undangan diana merasa begitu terkejut karena besok sahabatnya itu akan menikah tetapi tidak memberitahukannya. Dia kemudian mengambil ponselnya dan mengirimkan foto kartu undangan itu yang membuat heboh grupnya.
Me : Diana tolong dijelaskan ini maksudnya apa ya?
Caca : Iya nih, tiba-tiba dapat undangan aja. Kenapa gak kasih tau sih na?
Irma : Bener banget, diana balas dong
Diana : Iya guys, maaf ya aku belum ngasih tau kalian semua soalnya aku sibuk banget dari kemarin.
Me : Gak aku maafin na
Diana : Ririn kamu juga gak aku maafin lho
Caca : Emang ririn kenapa na?
Me : Lha kok kamu malah ngikutin omongan aku na
Irma : Iya na, seharusnya kami yang marah dong
Diana : Ririn udah pacaran tapi gak ngasih tau kita
Caca : What? Seorang ririn pacaran
Irma : Astaga! Hoax gak nih
Me : Kamu tau dari mana na?
Caca : @ririn, jadi bener kamu udah punya pacar rin
Irma : Rin, kamu bener-bener ya
Diana : @ririn, ada deh rahasia
Me : Guys, sebenarnya aku pengen kasih tau kalian tapi aku lagi nunggu waktu yang tepat aja
Caca : Pokoknya rin, kamu harus traktir kita boba dekat SMA
Irma : Setuju banget nih, kita udah lama lho gak nongrong bareng
Diana : Aku ngikut aja deh
Me : Oke aku bakalan traktir ntar siang, kalian ada waktu gak
Caca : Kalau siang aku masih kerja rin, malam aja gimana?
Irma : Aku mah ngikut aja, kalau bisa bawa pasangan ya
Caca : @Irma tolong dong hargain aku yang masih jomblo ini
Irma : Ups sorry ca, aku lupa wkwkwk
Me : Makanya ca cari yang baru aja kali gak usah ngincar bos kamu mulu
Diana : Sorry guys kalau hari ini kayaknya gak bisa deh soalnya ibu ngelarang aku keluar
__ADS_1
Me : Aduh na, itu tradisi kuno banget. Pokoknya kamu harus pergi nanti aku jemput ya