Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 63


__ADS_3

Ketika beristirahat sejenak dari pekerjaannya, reyhan tampak memandangi foto diana yang ada dalam dompetnya.


Na kenapa hati aku masih yakin kalau kamu masih hidup? Padahal aku ikut dalam pemakaman kamu tapi perasaan aku bilang kalau itu bukan kamu na batin reyhan.


Sementara itu diana yang baru saja tiba dirumah tampak disuruh oleh ratmi memakai masker karena rumah diana dijaga oleh pengawal reyhan.


" Ibu, ngapain pakai masker segala sih Bu?"


" Ini demi kamu sayang. Udah pakai aja" ujar ratmi memberi perintah yang membuat diana menurutinya. Ketika mereka keluar dari mobil tampak ratmi langsung menyuruh hany untuk masuk kedalam. Sementara itu pengawal reyhan yang menjaga didepan rumah diana merasa heran siapa wanita yang dibawa oleh ratmi kerumah. Salah seorang pengawal pun menghampiri ratmi.


" Permisi nyonya, mohon maaf atas kelancangan saya nyonya. Saya ingin bertanya siapa wanita itu nyonya karena kami baru melihatnya pertama kali disini nyonya?"


Aduh jawab apa ya sama dia? Batin ratmi cemas.


" Dia sepupunya diana anak saya. Dia akan menginap disini selama beberapa minggu jadi kalian tenang aja dia gak akan berbahaya kok buat saya sama zahra" jelas ratmi.


" Baiklah kalau begitu nyonya"


Ratmi merasa lega karena pengawal tersebut percaya dengan apa yang ia katakan. Ratmi segera masuk kedalam menyusul diana.


Tampak zahra dan pembantu mereka sudah menunggu kedatangan ratmi. Diana pun memandang zahra dengan seksama. Ia merasa ada perasaan yang begitu dekat dengan zahra tapi ia masih belum bisa mengingatnya.


" Oma dia siapa?" Tanya zahra sambil menunjuk kearah diana.


Ratmi memerintahkan pembantunya untuk menutup pintu lalu ratmi pun membawa zahra dan diana masuk kedalam kamar. Diana pun membuka maskernya yang membuat zahra melihat wajahnya dan langsung memeluknya.


" Bunda! Bunda kemana aja? Zahra kangen sama bunda"


Diana hanya diam tak tau ingin mengatakan apa karena dia tidak mengetahui apapun tentang zahra. Dia hanya tau zahra anak dari adiknya.


" Zahra, sini sama oma dulu" seru ratmi menggendong zahra kepangkuannya.


" Zahra mau gak janji sama oma dan bunda?"


" Janji apa oma?"


" Zahra gak boleh bilang ke ayah kalau bunda diana udah pulang"

__ADS_1


" Kenapa oma?"


" Soalnya oma mau ngasih kejutan buat ayah zahra"


Aku gak tau apa yang harus aku katakan lagi. Semoga saja zahra mau menuruti perkataanku batin ratmi berharap.


" Kejutan? Apa ayah ulang tahun oma?"


" Iya sayang. Makanya kita harus sembunyiin kepulangan bunda dari ayah biar jadi kejutan buat ayah dan ayah pasti bakalan senang. Gimana sayang?"


Maafin oma zahra karena udah berbohong sama kamu sekaligus ngajarin kamu bohong. Ini sebenarnya gak baik tapi ini demi keselamatan diana. Oma bakalan lakuin apapun itu demi keselamatan bunda kamu batin ratmi.


" Yaudah deh oma zahra setuju sama oma"


" Anak pintar. Yaudah kalau gitu zahra main sama bibik dulu ya soalnya oma mau ngobrol sebentar sama bunda"


" Tapi oma zahra masih kangen bunda"


" Sebentar aja kok sayang. Nanti zahra kan bisa habisin banyak waktu sama bunda"


Awalnya zahra selalu menolak tetapi ratmi terus meyakinkannya yang membuat zahra menuruti permintaan ratmi dan pergi keluar. Kini hanya ada ratmi dan diana diruangan tersebut. Diana terlihat kebingungan mendengar perkataan ratmi dan zahra tadi.


" Diana" panggil ratmi.


" Iya Bu"


" Ada apa sayang?"


" Ibu, diana masih gak paham semuanya Bu. Apa ibu bisa menceritakan semuanya bu? Mana tau diana nanti bisa mengingat semua ingatan diana yang hilang" jelas diana.


Ratmi pun menceritakan segalanya tentang diana dan diana mendengarkan dengan baik. Dia juga mencoba mengingat tetapi kepalanya kembali sakit. Ratmi pun menyuruh diana untuk beristirahat dan jangan terlalu memikirkan masalalunya karena itu bisa membahayakan kesehatan diana.


Diana segera membaringkan tubuhnya keatas ranjang dan memejamkan matanya. Setelah ia merasa ratmi sudah pergi keluar, diana pun kembali membuka matanya karena ia masih penasaran dengan masalalunya. Diana mencari ponselnya tetapi ia tak menemukannya. Dia juga mencari alat-alat yang bisa membantunya mengingat masalalunya tetapi ia tidak menemukannya juga.


Reyhan? Siapa dia? Kenapa saat ibu menyebutkan namanya membuat aku seakan-akan sudah sangat mengenalnya tetapi ibu tidak mau menceritakan semuanya tentang reyhan. Ada apa sebenarnya antara aku sama dia? Kenapa ibu sepertinya menutupi tentang reyhan dari aku? batin diana.


Ia terus saja berusaha mencari barang-barang yang bisa menuntunnya untuk mengetahui masalalunya. Ketika dia ingin menyerah karena tak menemukan apapun, ia melihat sebuah kotak yang tersembunyi diatas lemarinya. Diana segera mengambil kotak tersebut.

__ADS_1


Sepertinya ini kotak yang sudah lama, mungkin ada petunjuk tentang masalalu aku batin diana.


Diana membuka kotak tersebut perlahan dan melihat foto dirinya bersama dengan seorang pria disebelahnya. Diana menatap foto itu dan mencoba mengingat siapa pria tersebut tapi lagi-lagi kepalanya terasa begitu sakit. Diana pun melihat bayangan dirinya bersama seorang lelaki tetapi ia tak dapat melihat wajah pria tersebut.


Siapa dia? Kenapa wajahnya tidak jelas batin diana yang berusaha mengingat kembali tapi ia tidak bisa menemukan wajah pria itu. Diana pun melihat foto pria yang kini ada ditangannya.


Apa itu pria ini ya? Sepertinya aku pernah dekat dengan dia. Aku harus bertemu dia untuk menanyakan siapa dia dan mencari tau tentang reyhan batin diana.


Langkah seseorang terdengar dari luar kamar yang membuat diana segera melemparkan kotak dan foto tersebut kebawah tempat tidurnya lalu ia berpura-pura tidur.


Ratmi menghampiri diana yang sedang tertidur. Ia mengelus lembut kepala putrinya tersebut.


" Diana, ibu akan melindungi kamu bagaimana pun caranya" lirih ratmi pelan sambil mencium lembut kening putrinya tersebut dengan penuh kasih sayang.


Dilain sisi clarisa tampak menunggu reyhan didepan ruangannya karena ingin mengajak reyhan makan siang bersama tetapi reyhan tidak kunjung keluar. Sudah 15 menit lebih clarisa menunggunya sambil berdiri tetapi reyhan tak jua keluar.


Pak bos reyhan lama banget sih keluar! Bikin aku kesel aja. Sabar clarisa... Sabar... Ini demi masa depan kamu yang cerah batin clarisa.


Radit yang sedang lewat pun datang menghampiri clarisa.


" Clarisa, kamu ngapain disini?" tanya radit penasaran.


" Bukan urusan kamu ya dit. Udah deh mending kamu pergi aja sana"


" Aku nanya baik-baik lho kok malah ngusir sih"


" Radit! Mendingan kamu kerjain aja ya kerjaan kamu dari pada buang-buang waktu disini"


Tak lama reyhan keluar dari ruangannya dan melihat radit dan clarisa sedang beradu mulut.


" Ada apa ini?" Ujar reyhan yang membuat radit dan clarisa terdiam.


" Pak bos. Gak ada apa-apa kok pak bos" jawab radit.


" Kenapa kalian berdua disini? Bukannya sekarang jam istirahat. Lebih baik kalian berdua pergi makan karena saya tidak akan menambah waktu istirahat kalian!" Tegas reyhan.


Aduh gimana cara aku ngajak pak bos makan bareng ya. Dia kayaknya masih dingin aja kayak tadi. Kalau aku ajak sekarang pasti aku bakalan kena marah lagi nih batin clarisa.

__ADS_1


Clarisa pun menggandeng tangan radit yang membuat radit terkejut.


" Iya pak bos. Kalau begitu kami permisi makan dulu" ujar clarisa menarik tangan radit.


__ADS_2