Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 128


__ADS_3

" Lang, kamu ngapain sih liatin aku begitu banget" ujar ririn karena ia merasa tak sanggup untuk makan lagi sangking malunya diperhatikan oleh galang.


" Gak apa-apa kok, oh ya aku punya sesuatu buat kamu" sahut galang santai sambil merogoh sakunya. Dia mengeluarkan susu kotak dari sakunya lalu memberikannya pada ririn.


" Kamu tau dari mana aku suka ini lang?" tanya ririn penasaran sambil mengambilnya dari tangan galang.


" Aku sering lihat kamu minum-minuman itu kan waktu istirahat. Terus tadi ada pembagian minuman itu tapi kamu malah pergi ketenda makanya aku bawain kesini"


" Oh gitu. Makasih ya" jawab ririn.


" Rin, aku masih penasaran deh kenapa kamu masuk kedalam hutan waktu itu"


Ririn tiba-tiba saja tersedak makanan yang dimakannya. Galang segera memberikannya air putih.


" Makan pelan-pelan dong rin" seru galang yang menepuk-nepuk pelan punggung ririn. Ririn begitu senang melihat galang perhatian padanya.


Galang kenapa kayaknya perhatian banget ya sama aku. Aduh ririn jangan terlalu berharap lagi dong, galang itu cuma suka sama diana bukan kamu batin ririn kembali merasa sedih. Dia kemudian tersenyum tipis sambil menjauh dari galang.


" Aku gak apa-apa kok lang"


" Beneran gak apa-apa"


" Iya, mending kamu balik aja ketenda pengungsi mana tau ada yang butuh bantuan nanti"


" Kamu ngusir nih" ujar galang sedikit bercanda.


" Ih bukan gitu, dokter disini kan banyak yang lagi makan dan istirahat takutnya mereka butuh bantuan nanti. Kamu kan udah selesai makan tuh jadi bisa nolong mereka kalau ada keadaan darurat nanti" jelas ririn.


" Iya deh, nanti kamu nyusul ya"


" Iya"


Galang kemudian pergi meninggalkan ririn. Ririn hanya memandangi kepergian galang lalu ia mengalihkan pandangannya pada susu kotak yang galang berikan kepadanya.


" Kamu cuma bisa aku milikin dalam mimpi aku galang. Terlalu banyak pesaing yang ingin memiliki kamu dan kamu juga menyukai wanita seperti diana. Aku dan diana sangat jauh berbeda lang. Pasti wanita yang jadi pendamping kamu kelak akan jadi wanita yang paling bahagia karena memiliki kamu lang" lirih ririn pelan sambil memandangi kotak susu yang diberikan galang.


Seseorang datang menghampiri ririn yang membuat ririn terkejut.


" Cin, kamu sejak kapan disitu?"

__ADS_1


" Aku baru sampai kok rin. Oh ya, aku kesini cuma mau nganterin ini nih"


" Apaan nih?"


" Ini semua dari fansnya reyhan. Ada beberapa pertanyaan dan hadiah gitu"


" Apa? Kenapa dikasih ke aku sih?" seru ririn kesal.


" Ya, kamu kan sahabat baik diana. Semua orang disini tau kalau diana itu kekasihnya reyhan makannya dikasih ke kamu nanti kamu kasih diana dan diana ngasih ke reyhan" jelasnya.


" Astaga! Kayaknya hidup aku gak akan tenang deh selama disini"


" Sabar rin, ini belum semuanya lho masih ada beberapa dus lagi disana"


Ririn mengernyitkan dahinya lalu duduk.


" Yaudah aku pergi dulu ya rin, semangat ya" ujar cinta yang segera pergi. Ririn tak nafsu makan lagi dan akhirnya meletakkan piringnya. Dia kemudian memasukkan dus yang berisi beberapa kertas pertanyaan dan hadiah untuk reyhan kedalam tendanya. Lalu ia segera membantu para relawan lainnya ditenda pengungsian.


Dari kejauhan ririn memperhatikan galang yang sedang menolong salah satu pengungsi. Tanpa sadar dia tersenyum sendiri saat melihat galang tersenyum pada pengungsi tersebut. Dia kemudian tersadar dan pergi untuk menolong pengungsi lainnya.


Dilain sisi diana terlihat begitu dimanjakan oleh reyhan. Diana sama sekali tidak boleh pergi kemanapun.


" Diana, kamu sekarang harus dengerin aku ya. Kamu itu masih sakit dan aku gak mau kondisi kamu semakin memburuk makanya aku lakuin semua ini"


" Tapi rey, aku seorang dokter. Aku bisa ngerawat diri aku dan kamu juga tau kan aku udah terbiasa dari dulu melakukan semuanya sendiri"


" Itu dulu sebelum kamu sakit, sekarang kamu harus nurut sama aku"


" Reyhan"


" Diana"


Mereka saling bertatapan kemudian tersenyum. Diana kemudian memeluk reyhan erat.


" Rey, aku gak nyangka hidup aku bakalan sebahagia ini rey. Makasih karena kamu selalu ada untuk aku "


" Diana, aku akan selalu ada buat kamu dan akan selalu menjaga kamu seumur hidup aku"


Para pelayan yang berdiri disitu kemudian keluar karena tak ingin mengganggu waktu diana dan reyhan.

__ADS_1


Sementara itu sovia dan david terlihat berpamitan akan pulang. Setelah pamit david segera mengantar sovia pulang.


Sovia terlihat diam dengan perasaan kacau saat ini. Dia tak tau bagaimana caranya memberitahukan david yang sebenarnya. Dia memegangi cincin yang kini terpasang dijari manisnya.


" Sov, Lo kenapa sih? Dari tadi gue perhatiin diam aja"


" Dav, ada sesuatu yang harus gue bilang sama lo" seru sovia memberanikan dirinya.


" Bilang aja sov, kenapa harus izin segala sih?"


" Dav, gue gak bisa nikah sama lo!" ujar sovia yang membuat david mengerem mendadak mobilnya.


" Dav, hati-hati dong bawa mobilnya!" pekik sovia yang merasa terkejut.


" Maksud lo apa bilang gitu sov? Bukannya lo sendiri yang bilang iya tadi kalau lo mau nikah sama gue tapi kenapa sekarang beda"


" Gue minta maaf dav, gue gak tau lagi harus ngomong apa. Kalau gue tolak lamaran lo didepan umum itu bisa buat lo malu kan selain itu gue juga takut nanti hubungan arsen sama tika bermasalah makanya gue nerima lo dav" jelas sovia.


" Sov, jadi lo masih punya perasaan sama arsen?"


" Bukan gitu dav, gue cuma..."


" Cuma apa sov? Gue tau lo masih sayang sama dia sov. Gue lebih baik lo tolak didepan umum tadi dari pada lo kasih harapan palsu gini sov"


" Dav, gue beneran minta maaf banget sama lo. Gue gak maksud buat ngasih harapan palsu ke lo tapi lo kan tau sendiri posisi gue tadi dav"


" Lo mikirin perasaan tika sama arsen tapi kenapa gue enggak sov. Gue sayang tulus sama lo sov, kenapa lo sama sekali gak mikirin perasaan gue?"


Sovia menjadi semakin bersalah saja melihat kondisi david sekarang.


" Dav, gue minta maaf. Gue gak bisa nikah sama lo bukan karena gue masih punya perasaan sama arsen dav"


" Terus kenapa sov? "


" Karena gue takut untuk membangun hubungan lagi dav. Gue takut nanti kalau gue buka hati lagi endingnya bakalan sama aja kayak arsen makanya untuk sekarang gue mau fokus ke karir aja" jelas sovia.


David kemudian menggenggam kedua tangan sovia.


" Sov, percaya sama gue. Gue gak akan pernah ninggalin lo karena gue sayang sama lo. Kalau lo emang belum bisa sepenuhnya kita bisa coba pelan-pelan kan" ajak david yang begitu berharap.

__ADS_1


__ADS_2