
Hello para readers sekalian jangan lupa mampir kenovel baru ku * Skenario Cinta* dan jangan lupa tinggalkan jejak ya 🥰🥰
Terimakasih semuanya 🙏😇
Mereka berdua terlihat sama-sama kesal dan terus berdebat. David hanya menggelengkan kepala melihat pasangan tersebut.
" Stop!!" seru david yang membuat mereka berdua diam " Udah ya, jangan berdebat disini. Gak malu apa dilihatin orang-orang. Lebih baik masalah ini kalian selesain aja berdua. Aku mau pergi dulu, sampai jumpa cute girl"
David segera bergegas pergi meninggalkan mereka berdua.
Oh jadi emot panda ini sepupunya ririn batin galang.
Mereka kemudian saling menatap satu sama lain.
" Udah deh, aku gak mau debat lagi" seru ririn manyun.
" Iya aku juga malas debat lama-lama "
" Yaudah, daripada makin banyak kesalahpahaman antara kita. Lebih baik kita tukeran ponsel lagi ya" usul ririn.
" Gak bisa! Pokoknya kamu tetap pakai ponsel aku"
Galang! Keras kepala banget sih jadi cowok! Gimana caranya coba biar dia mau balikin ponsel gue batin ririn geram.
" Yaudah kalau itu mau kamu sayang tapi nanti kalau kita debat lagi atau kamu salah paham lagi sama aku, jangan salahin aku ya" tegas ririn.
" Oke, aku yakin gak akan salah paham lagi kok"
" Hmm... Kalau gitu aku balik kerumah sakit dulu "
" Aku juga mau balik, kita bareng aja"
Ketika mereka keluar dari cafe tampak salah seorang perawat menghampiri mereka.
" Galang, kamu pacaran sama ririn" ujarnya yang terlihat begitu sedih.
Astaga! Masalah baru lagi ini batin ririn.
" Galang, kamu urus ya. Aku balik dulu, bye" seru ririn yang segera berlari menuju ruangannya.
" Galang, kamu harus jelasin semuanya. Kenapa kamu pacaran sama ririn sih lang. Kenapa seorang mister ganteng rumah sakit ini harus jadian sama dokter yang penampilannya biasa-biasa aja "
" Aduh... Gimana ya? Aku senang kalau kalian semua itu suka sama aku dan buat fans club untuk aku tapi aku juga punya dunia sendiri kan. Aku juga berhak kan atas memilih pasangan yang cocok untukku. Ya, memang aku tau mungkin banyak yang lebih dari ririn disini tapi aku menyukai ririn dan sangat nyaman berada didekatnya jadi aku harap kalian semua bisa menerimanya ya. Kalau gitu aku pergi dulu karena harus memeriksa pasien" jelas galang yang kemudian pergi meninggalkan perawat itu.
Perawat tersebut tampak membuka ponselnya dan menyebarkan informasi tentang ririn yang kini menjadi pacar galang.
__ADS_1
Benar saja apa yang ditakutkan ririn, para fans galang tampak mencegat ririn ketika ia ingin pulang.
Shasa yang merupakan ketua geng dari perkumpulan fans galang. Dia tampak dibarisan paling depan dan menatap ririn tajam.
" Kalian mau apa sih? Minggir deh, gue mau pulang" ujar ririn.
" Rin, Lo harus jelasin dulu ke kita. Kenapa lo bisa jadian sama galang? Padahal selama ini kita yang mati-matian ngejar dia aja gak dilirik tapi lo yang bahkan gak pernah masuk kedalam fans clubnya bisa dapatin dia dengan mudahnya" jelas Shasa.
" Aduh sha, mana gue tau. Kalau kalian mau tanya atau protes silahkan sama galangnya langsung!"
Mereka terus beradu mulut didepan rumah sakit yang membuat banyak orang memerhatikan mereka. Hal itu menarik perhatian direktur rumah sakit yang langsung pergi kesana. Dia segera melerai dan menasehati mereka.
Tak lama galang pun datang karena dia baru saja pulang.
" Ada apa ini?" tanya galang penasaran.
" Kamu tanya aja sama fans-fans kamu itu" sahut ririn dengan wajah jengkelnya.
Sementara itu dikediaman diana reyhan tampak langsung mengutarakan keinginannya.
" Ibu dan mama, selain reyhan mau minta maaf sama mama ada hal lain yang mau reyhan sampaikan ma" ujar reyhan.
" Apa nak?" tanya ratmi penasaran.
" Bu, reyhan berniat untuk segera melangsungkan pernikahan dengan diana " seru reyhan yang membuat diana terkejut karena reyhan tak mengatakan hal demikian padanya tadi.
" Bagus itu nak, ibu sangat mendukung keinginan kamu itu rey"
" Sama nak, mama juga mendukung. Kapan kalian akan melaksanakannya?"
" Reyhan berencana dua hari lagi ma, bu. Tapi diana mengatakan bahwa itu terlalu cepat jadi semua keputusan reyhan berikan pada diana"
Ratmi dan karin bersamaan melirik kearah diana yang membuat ia bingung harus menjawab apa. Diana memang ingin segera menikah tetapi dia juga masih ingin bekerja. Ia tau jika ia menikah dengan reyhan otomatis dia harus berhenti dari pekerjaannya karena itu merupakan perjanjian mereka. Diana selalu menunda karena dia masih ingin bekerja.
Gimana nih? Kalau aku nikah sekarang otomatis bakalan berhenti kerja tapi kalau aku tunda terus pasti ibu dan mama reyhan bakalan sedih. Kenapa aku harus dihadapin ke pilihan seperti ini sih? batin diana dilema.
" Diana, terserah ibu aja kapan pernikahannya akan dilaksanain" jawab diana karena tak tau harus berkata apa lagi.
" Kok ibu nak, ini kan pernikahan kalian berdua. Kenapa malah ibu yang milih harinya tapi kalau kamu emang ngasih keputusan sama ibu, ibu setuju dengan saran yang diberikan reyhan" sahut ratmi.
" Berarti dua hari lagi kan Bu" timpal reyhan yang terlihat begitu bahagia begitupun karin dan ratmi yang tampak sangat senang.
Mereka semua terlihat bahagia sekali kalau aku dan reyhan segera menikah. Mungkin ini memang yang terbaik untuk ku melepaskan pekerjaanku demi kebahagiaan mereka. Aku gak mau lihat mereka sedih batin diana. Dia mengulas senyum walaupun sebenarnya hatinya sedih.
Dilain sisi tika yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu tampak begitu girang. Arsen tidak memperbolehkan tika bekerja dan menyuruh tika beristirahat dikamar saja.
__ADS_1
" Tuan ada tamu" ujar pembantunya yang tiba-tiba datang.
" Siapa bik?"
" Dia bilang ingin bertemu dengan nyonya besar"
" Saya bik" ujar vira.
" Iya nyonya"
Vira segera menuju ke luar untuk melihat tamu tersebut. Dia melihat suaminya yang begitu lusuh.
" Mas yuda"
" Vira" sahutnya yang langsung memeluk vira.
" Mas, kamu kenapa begini?"
" Ya mau bagaimana lagi, biasanya kamu yang mengurus ku dirumah tapi kamu malah pergi kemari lalu siapa lagi yang mengurus ku" jawabnya.
Arsen dan tika tampak datang dari belakang. Arsen masih menyimpan kekesalan atas apa yang dilakukan ayahnya pada tika.
" Mas, ada kabar baik" seru vira bersemangat.
" Kabar apa?"
" Kamu sebentar lagi akan jadi kakek dan aku jadi nenek"
" Maksud kamu tika"
" Iya mas, dia hamil"
Yuda terlihat begitu senang mendengar perkataan vira. Dia tau dirinya telah salah selama ini karena tak bisa menerima tika padahal tika selalu berusaha untuk menjadi menantu seperti yang dia inginkan. Dia kemudian mendekati tika dan arsen.
" Selamat ya kalian berdua sebentar lagi akan menjadi orang tua. Papa kesini juga mau minta maaf atas semua perkataan dan sikap papa selama ini nak. Papa tau kalau kesalahan papa sangat besar dan kalian mungkin tidak akan mau memaafkan papa"
" Pa, jangan ngomong gitu. Tika sama arsen udah maafin papa kok" jawab tika.
" Tapi papa selama ini terlalu banyak melakukan kesalahan terhadap kamu tika, kenapa kamu sebaik ini pada papa nak"
" Pa, tika juga pernah kok melakukan kesalahan dan tika yakin semua orang juga pernah melakukan kesalahan. Tetapi sebanyak apapun dia melakukan kesalahan jika orang tersebut bisa mengakui kesalahannya dan meminta maaf apa salahnya kita memaafkannya pa, kita juga gak akan rugi kok kalau memaafkan seseorang. Jadi papa gak usah ngerasa bersalah lagi ya karena tika sama arsen udah maafin papa kok " jelas tika. Arsen menatap bangga pada tika yang kini terlihat lebih dewasa.
" Bener pa, kita udah maafin papa kok dan arsen juga berharap agar papa gak akan melakukan kesalahan yang sama lagi"
Yuda kemudian memeluk putranya tersebut. Entah sudah berapa lama dia tidak memeluk putranya karena mereka terus saja bertengkar. Melihat hal tersebut membuat vira begitu bahagia.
__ADS_1
Akhirnya ayah dan anak ini bisa baikan juga. Semua ini berkat tika, dia memang keberuntungan keluarga ini batin vira.