
** jangan lupa tinggalkan comment, vote dan likenya ya para readers 🥰🥰 thank youu🌹🌹🌹🌹**
Setelah selesai makan Reyhan menepati janjinya dengan memberikan ponsel Diana. Diana tampak memakai masker dan kacamata nya kembali.
Dari tadi aja kek batin Diana
Diana memeriksa panggilan yang ada di ponselnya.
Jadi tadi ibu yang nelpon. Ya Ampun, bisa kacau ini ucap Diana dalam hatinya
Reyhan yang melihat Diana hanya diam saja pun mengejutkannya.
" Reyhan, kamu!!!" Seru Diana kesal
Diana mengejar Reyhan yang berlari dari pukulan Diana. Reyhan tampak begitu gembira.
Dari kejauhan Tika dan Bu Karin ternyata memperhatikan mereka.
" Ma, itu bukannya Reyhan ya?" Tanya Tika
" Iya tik, kayaknya itu Reyhan. Tapi kok dia disini ya bukannya tadi bilang ada rapat penting" jawab Bu karin
Tika dan Bu Karin pun mendekati Reyhan.
" Rey" panggil Tika
Reyhan tampak tak menghiraukan Tika dan menarik tangan Diana untuk segera pergi. Tika dan Bu Karin menahannya dengan mengambil kunci mobil yang ada di tangan diana
Astaghfirullah, masalah apa lagi ini? Kenapa setiap dekat dengan Reyhan selalu saja banyak masalah yang terjadi batin Diana
" Kalian ngapain disini? Balikin kuncinya" seru Reyhan
" Rey, seharusnya aku yang nanya dong ke kamu kenapa kamu disini? Bukannya tadi pagi aku ajak kamu ke mall kamu bilang gak bisa dan sekarang aku malah liat tunangan aku jalan sama cewek gak jelas ini" ujar Tika kesal
" Jaga omongan kamu ya! Asal kamu tau cewek yang kamu bilang ga jelas ini adalah satu-satunya orang yang paling berharga dalam hidup aku selain papa dan Sovia! Jadi jangan pernah kamu ngomong kayak gitu lagi sama dia atau aku.." belum selesai Reyhan berbicara Tika langsung memotongnya
__ADS_1
" Atau apa Rey?... Rey selama ini aku selalu ada buat kamu, sabar ngadepin sikap dingin kamu dan selalu setia sama kamu. Apa itu masih kurang Rey? Jawab aku reyy"
" Aku udah berapa kali bilang ke kamu aku gak pernah mau pertunangan ini. Kamu kan tau papa yang maksa aku buat tunangan sama kamu tik. Kamu seharusnya paham dong!" Bentak Reyhan
Tika hanya diam tertunduk mendengar perkataan Reyhan. Tampak banyak orang melihat dan mengambil gambar mereka yang sedang beradu mulut. Reyhan segera pergi sambil menarik tangan Diana kedalam mobil pengawalnya.
" Jalan" ujar Reyhan pada supirnya
" Baik pak bos" sahut supir tersebut dan mulai mengemudikan mobilnya.
Disepanjang jalan emosi Reyhan begitu sangat tinggi tetapi ia menahannya dengan mengepalkan tangannya. Wajah Reyhan begitu tegang, Diana mengambil minum yang ada ditasnya dan memberikannya pada Reyhan.
" Kamu kenapa sih malah berantem sama tunangan kamu Rey?" Tanya Diana
" Aku udah bilang berapa kali na. Aku cuma sayang dan cinta sama kamu, gak akan ada yang bisa gantiin posisi kamu dihati aku baik itu Tika atau wanita manapun" jelas Reyhan
Kalau kamu sayang aku Rey, kenapa dulu kamu ninggalin aku? batin Diana
" Oh ya, tapi itu dulu kan Rey. Seharusnya kamu bisa lupain kenangan itu Rey. Kamu jangan nyakitin cewek lagi Rey, apa lagi kamu udah tunangan sama dia. Seharusnya kamu sayangi dia Rey bukannya malah nolak dia kayak tadi." Seru Diana
Diana menatap Reyhan yang tampak begitu tulus dalam ucapannya. Diana tak tega dan ingin rasanya memeluk Reyhan tapi selalu saja ia terbayang perkataan Reyhan yang menyakitinya.
Diana memalingkan wajahnya menatap keluar kaca mobil agar perasaan ibanya hilang pada Reyhan.
Kenapa aku begini sih? Diana sadarlah Reyhan itu orang yang nyakitin kamu dan dia juga udah punya tunangan sekarang. Lupain dia Diana ujar Diana dalam hatinya
Suasana kini terasa hening karena Reyhan dan Diana sama-sama diam membisu. Hingga ponsel Diana berdering
" Halo Diana, kamu Dimana sih? Kan kamu janji traktir aku makan sekarang kok malah ngilang sih" ujar Ririn
" Maaf ya Rin, kayaknya aku gak bisa sekarang deh soalnya harus ngurusin pasien dulu. Nanti kalau ada waktu luang aku janji bakalan traktir kamu deh" sahut Diana
" Yang bener lho na aku tunggu. Oh ya, na kak David minta nomer kamu nih boleh aku kasih gak" seru Ririn
" Terserah kamu aja Rin" balas Diana
__ADS_1
" Yaudah, aku kasih aja ya hehe... Semoga kalian bisa langsung nikah ya" ucap Ririn cekikikan
" Ririn, kamu ngomong apaan sih?" Balas Diana kesal
" Yaudah aku tutup dulu ya soalnya ada pasien nih" ujar Ririn
" Iya Rin. Semangat ya kerjanya jangan ngeliatin Cogan Mulu" ejek Diana pada Ririn karena ia sangat suka memperhatikan pasien yang memiliki wajah tampan.
" Apaan sih na? Kamu tau-tau aja ya" balas Ririn sambil tertawa
Begitu pun Diana, ia juga tampak tertawa lalu mematikan telponnya. Reyhan yang melihat Diana tertawa merasa begitu senang karena sudah lama ia tak melihat Diana seperti itu. Rasa emosinya yang memuncak tadi kini berubah menjadi sebuah senyuman yang manis. Karena mengetahui Reyhan sedang memperhatikannya Diana pun berhenti tertawa dan memainkan ponselnya.
" Kenapa berhenti tertawa na?" Tanya Reyhan
" Terserah aku dong. Mau ketawa atau enggak bukan urusan kamu" jawab Diana ketus sambil terus fokus pada layar ponselnya lalu ia berkata lagi " kita mau kemana ya? Dari tadi gak nyampai-nyampai"
" Kamu liat aja nanti" sahut Reyhan tersenyum
Diana tampak cemberut karena Reyhan tak memberitahunya.
Aku mau dibawa kemana ya sama nih anak batin Diana bingung
Tak lama mobil mereka berhenti di depan sebuah hotel mewah dan ternama. Diana pun mulai tak nyaman karena mereka berhenti disitu. Mulai timbul pikiran-pikiran aneh dalam otak Diana.
" Kamu ngapain ngajak aku kesini Rey? Kamu jangan macam-macam ya sama aku! " Pekik Diana cemas
" Kamu mikirin apaan sih na, hari ini aku ada pertemuan disini makanya aku langsung kesini tapi kalau kamu mau seperti yang ada dipikiran kamu boleh juga" ujar Reyhan menggoda Diana dengan senyuman jahatnya
Diana langsung memukul Reyhan dengan sekuat tenaganya.
" Jangan macam-macam kamu Rey! Aku gak mikirin apa-apa kok. Pikiran kamu aja tuh yang kotor" seru Diana dengan posisi ingin melindungi tubuhnya
Reyhan pun tak kuasa menahan tawanya karena tingkah Diana.
" Aku gak akan macam-macam kok Na, kamu tenang aja. Kamu disini cuma nemanin aku rapat doang gak lebih." Jelas Reyhan masih sambil tertawa kecil
__ADS_1
" Kenapa aku harus ikut? Aku bisa pulang naik taxi kok, lagian aku itu dokter kamu bukan sekretaris pribadi kamu yang harus selalu ikut kamu kemana pun" ujar Diana