
Hal tersebut membuat adam terkejut.
" Sayang, kamu ngomong apaan sih? Jangan becanda gitu dong" ujar adam tak percaya.
" Aku gak lagi becanda dam, aku ngerasa kita udah gak cocok lagi dan sebaiknya kita putus aja dam" sahut ocha yang berusaha bersikap tegar dan biasa-biasa saja.
" Sayang, kamu kenapa sih? Kenapa tiba-tiba begini ha. Pokoknya aku gak mau kita putus" tolak adam.
" Adam, aku mohon tolong ngertiin aku dong. Aku gak bisa lagi buat lanjutin hubungan ini, aku harap kamu ngerti"
" Tapi kenapa cha? Beri aku alasan pasti kenapa kita harus putus padahal selama ini kita baik-baik aja. Kamu tau kan aku sayang banget sama kamu. Apa karena aku gak ngabarin kamu kemarin makanya kamu ngomong begini, oke aku janji bakalan setiap hari ngabarin kamu tapi aku mohon sayang aku gak mau putus"
" Adam tolong! Kamu itu harus ngertiin aku dong. Aku gak bisa jalanin hubungan ini lagi dan tolong jangan cari aku lagi" tegas ocha lalu pergi meninggalkan adam. Ketika adam hendak mengejarnya tiba-tiba saja manager adam datang menghampiri.
" Tuan adam, syuting akan dimulai. Kita harus segera kesana tuan"
Adam pun pergi menyelesaikan syutingnya.
Aku bakalan kerumah ocha buat urusin semuanya nanti setelah selesai syuting ini batin adam.
Sementara itu ocha tampak berlari masuk kedalam mobil galang sambil menangis. Dia tak dapat menahan air matanya lagi.
" Cha, kamu kenapa?"
" Gak apa-apa lang, kita cari ririn sekarang ya" ajak ocha sambil menyeka air matanya.
" Tapi cha, kamu kenapa nangis gini? Apa adam melakukan sesuatu yang buat kamu sedih ha! Biar aku kasih pelajaran dia" tegas galang.
" Udah lang, ini bukan salah siapa-siapa kok. Kita cari ririn sekarang ya"
Mereka kemudian melanjutkan pencarian ririn.
Dilain sisi keluarga ririn tampak mendatangi rumah galang. Kedatangan mereka tentu membuat ibunya galang terkejut.
" Mas setya, zevi, fifi. Kenapa kalian ada disini?" tanyanya penasaran.
" Erna, ada sesuatu yang mau kita omongin"
Erna kemudian mempersilahkan mereka masuk kedalam. Setya tampak memandangi foto-foto galang yang terpajang di dinding.
Ini pasti galang, dia sudah besar sekarang batin setya.
" Ayo silahkan duduk" seru erna, mereka pun segera duduk dan wajahnya terlihat panik" sebenarnya ada apa ini?"
" Er, bukannya waktu itu kita sudah sepakat kan tidak ada masalah lagi diantara kita. Kamu juga ikhlas kan melepaskan mas setya buat aku tapi kenapa kamu malah cerita yang enggak-enggak sama anak kamu" jelas zevi.
" Maksudnya apa ya vi? Cerita apa? Aku aja gak pernah cerita apa-apa sama galang tentang papanya"
" Kalau kamu gak cerita bagaimana dia bisa tau kalau mas setya adalah mantan suami kamu dan dia juga menyalahkan aku dan putriku sebagai penyebab perpisahan kalian"
" Zevi, sepertinya ini ada salah paham. Sumpah demi apapun aku gak pernah menceritakan apapun sama dia"
" Kalau bukan kamu terus siapa er"
__ADS_1
Pembantu erna tampak mendekati mereka.
" Mohon maaf nyonya apa saya boleh bicara"
" Ada apa bik?"
" Sebenarnya yang menceritakan semua cerita itu adalah adik nyonya erna, syifa. Dia sepertinya sangat membenci tuan setya karena nyonya dan tuan berpisah. Nyonya juga tak mau menerima uang yang diberikan oleh tuan setya yang membuat nyonya syifa marah nyonya. Dia menceritakan semua hal itu saat nyonya pergi bekerja dan dia juga mengancam saya nyonya agar menyembunyikan segalanya dari nyonya" jelas pembantu tersebut.
" Syifa! Kenapa dia seperti itu bik?" seru erna kesal lalu ia menatap kearah zevi " vi, aku bener-bener gak tau kalau selama ini syifa udah provokasi anak aku. Aku minta maaf atas semua yang terjadi"
Sementara itu dikantornya reyhan terlihat begitu sibuk dengan berkas-berkas yang harus diperiksa dan ditandatanganinya.
" Dit, ini udah semuanya kan"
" Belum pak bos, masih ada beberapa lagi yang direvisi oleh clarisa pak bos"
" Astaga! Kenapa bisa sebanyak ini ya. Yasudah, kamu silahkan kerjakan yang lain saya akan memeriksa semuanya" pinta reyhan. Radit segera keluar dari ruangan reyhan. Dia tampak menghampiri clarisa yang sibuk dengan laporannya.
" Sayang" panggil radit.
" Iya sayang, ada apa? Pak bos minta laporannya sekarang ya"
" Enggak kok, aku kesini cuma mau lihat kamu aja"
" Ya ampun! Aku kirain ada apaan, emang kamu gak ada kerjaan?"
" Ada sih tapi cuma sedikit kok, ntar lagi juga bisa"
" Tapi aku kan masih pengen sama kamu"
" Nanti kan bisa sayang dirumah, sekarang kita fokus tugas dulu ya"
Radit pun menuruti apa yang dikatakan istrinya tersebut. Dia kembali keruangannya dan mengerjakan pekerjaannya.
Dirumah sakit, tampak karmila dan jordan sedang mengintai diana dari luar.
" Kamu yakin istri reyhan itu kerja disini"
" Aku yakin lah, dia itu dokter dirumah sakit ini"
" Terus kita harus apain dia?"
Kalau aku gak bisa milikin reyhan maka diana juga gak boleh kan dapatin reyhan batin karmila.
" Kita habisi dia seperti papanya reyhan"
" Kamu ingin aku membunuh lagi"
" Katanya kamu sayang sama aku, masa iya tugas kecil begini kamu gak sanggup sih"
" Oke, kalau emang dengan membunuh diana bisa membuktikan rasa sayang aku ke kamu maka aku akan lakuin itu"
" Gitu dong" ujar karmila sambil tersenyum picik.
__ADS_1
Diana yang kini masih dalam ke khawatiran tampak jalan bolak-balik yang membuat jason ikut sakit kepala.
" Nana, kamu bisa berhenti jalan bolak-balik gak sih. Kepala aku sakit lihatnya"
" Kalau sakit ya gak usah dilihat lah, itu aja repot" sahut diana kesal.
" Ya aku kan punya mata dan fungsi mata aku kan buat ngelihat nana"
" Kamu kan bisa lihat kearah lain jason"
" Kalau aku gak mau gimana?"
" Ya itu salah kamu lah"
" Kamu nih ya, susah banget dibilangin"
" Kamu juga"
Mereka terus saja berdebat, hingga akhirnya ririn menelpon diana.
" Akhirnya dia nelpon aku" pekik diana senang.
' Halo rin'
' Halo, apa ini saudara pemilik ponsel ini'
' Ini siapa ya?'
' Saya warga sekitar sini mbak, pemilik ponsel ini ditemukan tewas karena kecelakaan'
' Apa? Kecelakaan! Sekarang dia dimana pak?'
' Saya akan share loc tempatnya mbak'
' Baik pak'
Diana kemudian memutuskan panggilan tersebut. Dia terlihat sangat khawatir dan tidak percaya dengan kabar tersebut. Ketika ia mendapat lokasi tersebut, ia segera mengambil tasnya dan hendak pergi tetapi jason mencegahnya.
" Mau kemana na?"
" Aku ada urusan penting jason, aku harus pergi sekarang"
" Terus yang jaga aku siapa?"
" Jason, aku mohon ya kamu jangan buat aku bingung. Aku harus pergi sekarang Jason, ini urgent banget"
Kayaknya diana gak main-main nih, aku harus temanin dia kayaknya mana tau bisa dapat simpati dia kan batin jason.
" Aku ikut"
" Tapi jason"
" Kalau aku gak ikut, kamu gak boleh pergi"
__ADS_1