Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 129


__ADS_3

Sovia kini merasa bingung harus menjawab apa pada david. David memang orang yang sangat baik tetapi dia saat ini sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa pada david.


Gimana nih? Gue harus jawab apa ni. Gue sama sekali belum ada perasaan apa-apa sama david tapi gue juga gak tega nolak dia. Dia udah baik banget sama gue selama ini batin sovia yang merasa begitu bingung.


Dia kemudian menarik napas dalam dan membuangnya perlahan lalu ia menatap david dengan menampilkan sebuah senyuman.


" Dav, oke kita akan coba tapi kalau sampai suatu saat nanti gue masih belum ada perasaan apa-apa sama lo gimana?"


" Gue siap terima konsekuensinya sov, makasih ya " sahut david lalu memeluk sovia. Sovia begitu nyaman berada dipelukan david.


Lalu david kembali mengemudikan mobilnya mengantar sovia kerumahnya. Walaupun belum diberikan kepastian tetapi david tetap merasa bahagia saat sovia mau mencoba menjalin hubungan dengannya. David memang selalu serius dalam menjalani hubungan dengan seseorang.


Dia juga dulu begitu terhadap diana. Diana selalu menolaknya tetapi david selalu saja mengejarnya hingga saat ia tau kebenaran bahwa sahabat baiknya reyhan adalah orang yang sangat dicintai diana. Hal itu membuat david mengikhlaskan diana walaupun awalnya sulit tetapi saat sovia ada disampingnya dia mulai bisa melupakan diana.


Suasana dalam mobil kini terasa hening karena david fokus menyetir sementara sovia memainkan ponselnya. Wajahnya berubah seketika melihat postingan laura dilaman sosial medianya.


Laura murahan! Gak pernah kapok ya ni anak. Masih aja ngejar-ngejar arsen kayak orang gila, duh kalau tika lihat foto-foto mesra arsen dulu sama laura gimana ya? Mereka berantem gak ya? Aduh cewek sialan ini cari masalah aja! batin sovia kesal.


Melihat raut wajah sovia yang kesal membuat david heran dan langsung menanyakannya.


" Sov, Lo kenapa?"


" Ini dav, coba lo lihat cewek gatel ini. Dia dari dulu sampai sekarang gak pernah kapok gangguin arsen " jelas sovia.


Oh jadi sovia masih kesal gara-gara foto mesra arsen sama laura. Apa jangan-jangan sovia masih sayang sama arsen ya? batin david.


Melihat david diam membuat sovia mengerti pasti david salah paham mengartikan ekspresi dan perkataannya.


" Dav, kenapa diam?"


" Gak apa-apa kok"


" Dav, lo gak usah mikir aneh-aneh ya. Gue kesel disini bukan gara-gara gue masih punya perasaan sama arsen tapi gue kesel karena ni anak gak pernah kapok-kapok gangguin arsen. Gue disini cuma takut tika lihat ini dan berantem sama arsen. Gue berani sumpah deh kalau gue beneran gak punya maksud lain" jelas sovia.


" Kenapa lo harus jelasin sedetail itu sih sov, gue percaya sama lo kok. Laura emang harus dikasih pelajaran sesekali biar kapok"


" Tapi gimana caranya ya dav? Ni anak dari dulu gak pernah kapok-kapok padahal arsen udah nolak dia, permaluin dia depan umum dan banyak lagi deh tapi ni anak gak pernah berhenti ngejar-ngejar arsen dav"


" Lo tenang aja gue udah ada rencana buat dia"


" Rencana apa?"

__ADS_1


" Lihat aja nanti"


" David, gue gak suka ya main rahasia-rahasian kayak gini. Cepetan kasih tau gue"


" Iya ntar juga gue kasih tau sovia bawel" seru david sambil mencubit pelan hidung sovia. Sovia hanya cemberut kesal karena david tak memberitahu rencananya.


Sementara itu tika yang melihat postingan laura merasa semakin geram saja pada laura.


Rara kenapa lo jadi wanita gak tau diri gini sih sekarang! Sumpah ya, lo beda banget sekarang. Lo jadi ambisius gak jelas gini cuma buat dapatin arsen batin tika kesal.


Arsen datang menghampiri tika yang membuat tika segera memasukkan ponselnya kedalam tas. Dia tak ingin arsen melihat postingan itu karena akan membuat arsen sangat emosi nanti.


" Sayang, kita foto sama mereka dulu yuk habis itu kita pulang"


" Iya sayang"


Mereka kemudian menuju ketempat radit dan clarisa lalu berfoto bersama. Setelah itu mereka segera bergegas pulang. Ponsel arsen berdering dan ia segera mengangkatnya.


" Sebentar ya sayang, ada telpon"


" Iya"


' Halo '


' Rapat, kenapa mendadak seperti ini pak. Bukannya kita rapat besok pagi'


' Maafkan saya sebelumnya pak karena besok pagi saya harus segera keluar negeri untuk urusan penting makanya saya menginginkan rapatnya sekarang pak. Apakah bapak bisa atau kita pending saja dua minggu lagi'


' Baiklah pak rapatnya kita lakukan hari ini, saya akan sampai dikantor 30 menit lagi pak'


' Baik pak, saya mohon maaf sebelumnya pak'


' Iya tidak apa-apa pak'


Arsen kemudian memutuskan telponnya. Tika menatap arsen yang terlihat tak senang setelah mengangkat telpon.


" Siapa ar?"


" Rekan bisnis aku sayang. Dia minta rapat hari ini karena dia besok akan pergi keluar negeri"


" Yaudah kamu pergi rapat aja sayang"

__ADS_1


" Kamu ikut sama aku ya"


" Kenapa sayang?"


" Aku gak mau kamu sendirian dirumah, lagian rapatnya mungkin cuma sebentar aja kok"


" Iya sayang"


Mereka segera bergegas menuju kantor arsen. Arsen kemudian mengeluarkan ponselnya menelpon sekretarisnya.


' Halo dis, kamu dimana sekarang?'


' Saya masih dikantor pak menyiapkan schedule rapat bapak besok'


' Dis, tolong siapkan dokumen-dokumen rapat dengan pak bagas sekarang'


' Bukannya rapat dengan pak bagas besok pagi pak'


' Pak bagas tadi langsung menelpon saya dan meminta maaf. Dia bilang rapatnya bisa dilakukan hari ini atau dua minggu lagi. Sementara kamu tau sendiri kan proyek ini harus segera kita jalankan makanya saya memilih hari ini jadi segera kamu siapkan semuanya ya'


' Baik pak'


Arsen kemudian memutuskan panggilan dan fokus menyetir. Tika merasa begitu suka saat wajah arsen dalam mode serius. Ntah kenapa baginya arsen semakin membuatnya jatuh cinta dengan raut wajah seperti itu.


Sesampainya dikantor mereka segera memasuki kantor. Arsen menggenggam tangan tika dengan erat dan membawanya keruangannya.


" Arsen, kita mau kemana?"


" Keruangan aku sayang, kamu tunggu disitu dulu ya. Aku bakalan ngirim salah satu karyawan kesana nanti jadi kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa bilang sama dia"


" Oke sayang"


Tika memperhatikan ruangan arsen yang begitu tertata rapi. Dia kemudian melihat foto yang ada di atas meja kerja arsen. Dia tersenyum sendiri melihat arsen memasang foto mereka memakai gaun pengantin diatas meja kerjanya.


Tiba-tiba seorang wanita dengan pakaian yang begitu seksi dan cantik datang memasuki ruangan arsen. Dia membawa beberapa map ditangannya. Tika memperhatikan wanita tersebut dari atas hingga bawah.


" Pak arsen, ini dokumen-dokumen yang kita butuhkan untuk rapat"


" Coba bawa kemari dis"


Wanita tersebut begitu dekat saat memperlihatkan dokumen-dokumen tersebut pada arsen.

__ADS_1


Pantas aja betah dikantor sekretarisnya aja kayak begini batin tika geram.


__ADS_2