Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 72


__ADS_3

Diana kemudian duduk disofa yang ada dekat situ. Dia berusaha keras untuk melupakan kejadian tersebut tapi tetap tidak bisa. Ratmi datang menghampiri diana


" Diana"


" Iya bu"


" Kamu kenapa na?"


" Gak apa-apa bu"


" Serius gak apa-apa? Tapi kenapa wajah kamu gelisah gitu"


" Gak kok bu, perasaan ibu aja kali. Oh ya, ada apa bu cari diana?" Balas diana segera mengganti topik pembicaraan.


" Itu, kamu bisa gak ambilin selimut doraemon kesayangan zahra"


" Dimana bu?"


" Dikamar tamu, cepet ya dan jangan sampai zahra lihat"


" Emang kenapa bu?"


" Iya soalnya ibu mau nyuruh bibik cuci selimut itu, kalau sampai zahra lihat dia pasti gak akan biarin ibu cuci selimut itu. Untuk sekarang dia udah agak lupa masalah selimut itu makanya ibu mau nyuruh bibik buat cuci selimut itu"


" Kenapa diletakin disana Bu?"


" Hadeuh, Diana kamu ini banyak banget sih nanya nya, lebih baik ambil sekarang selagi zahra masih dikamarnya"


" Iya.. iya bu" jawab diana lalu pergi menuju kamar tamu untuk mengambil selimut tersebut. Tanpa basa-basi diana langsung masuk dan mencari selimut tersebut.


Dimana ya ibu letakinnya? batin diana.


Diana terus mencari dan akhirnya menemukannya didalam lemari.


Sementara itu ratmi yang sedang menyiapkan makanan pun teringat bahwa reyhan sedang ada dikamar tamu.


Astaghfirullah! Kenapa aku bisa lupa kalau reyhan ada di sana? Diana pasti main nyelonong masuk aja nih, aku harus segera kesana batin ratmi yang segera pergi bergegas ke sana.


Dikamar tamu ketika diana berbalik kebelakang tiba-tiba saja selimut yang ada ditangannya jatuh dan matanya terfokus pada tubuh reyhan yang hanya ditutupi handuk saja. Lalu diana pun berteriak.


" Aa..... Dasar cowok mesum! Ngapain kamu disini? " Pekik diana sambil membalikkan badannya.


" Diana, seharusnya aku yang nanya dong kamu ngapain disini? Atau jangan-jangan kamu sengaja ya mau lihat aku mandi" goda reyhan.


" Jangan asal ngomong ya kamu! Aku kesini cuma jemput selimut ini disuruh ibu"


" Yang bener disuruh ibu atau cuma alasan aja mau ketemu aku" ujar reyhan yang melangkah perlahan mendekati diana.


" Kamu jangan asal ngomong ya" bantah diana yang berbalik sambil menunjuk reyhan yang kini telah berada dibelakangnya. Diana pun menutup matanya dengan kedua tangannya" Dasar mesum! Ngapain sih pakai dekat-dekat segala"


" Bukannya kamu mau lihat aku begini makanya datang kemari" bisik reyhan yang membuat diana kesal dan langsung mendorong reyhan. Reyhan spontan menarik diana hingga menimpa dirinya. Kini mereka saling beradu mata dan reyhan tersenyum begitu manis pada diana yang membuat diana sementara waktu terlena tetapi kemudian ia segera berdiri menjauhi reyhan karena detak jantungnya semakin cepat.

__ADS_1


Aduh! Kenapa aku apes banget sih? Harus ketemu dia lagi. Kayaknya selama masih dekat reyhan hidup aku gak akan tenang deh batin diana. Diana segera mengambil selimut lalu berlari keluar kamar. Reyhan hanya tertawa melihat tingkah laku diana lalu ia segera memakai pakaiannya.


Ratmi pun menghentikan langkah diana yang berlari sambil membawa selimut.


" Diana, kamu kenapa lari-lari?"


" Ibu, kenapa gak bilang sih ada cowok mesum disana?"


" Apa cowok mesum? Siapa?"


Hadeuhh pakai keceplosan segala lagi nih mulut batin diana.


" Maksud diana kenapa ibu gak bilang kalau dikamar itu ada reyhan?"


" Ini ibu baru mau bilang sama kamu na, tadi ibu lupa bilangnya na"


Telatttt ibu, mata diana udah ternodai gara-gara cowok mesum itu batin diana geram.


" Emang nya ada apa na? Kenapa kamu sampai lari-lari begitu?"


" Gak apa-apa bu, diana cuma takut nanti zahra keluar kamar makanya diana pengen cepat-cepat bawa selimutnya"


" Oh gitu. Apa kamu ketemu reyhan didalam?"


" Enggak bu, Diana gak lihat dia"


" Oh syukurlah kalau begitu. Yaudah sekarang selimutnya kamu letakin di tempat kain kotor jangan lupa ditutupin sama kain-kain yang ada disitu biar zahra gak lihat"


" Ibu, kok ada disini?"


" Ibu cuma lihat diana tadi rey"


" Oh... Diana mana bu?"


" Dia lagi ngantarin kain kotor ke dapur, yaudah yuk rey kita siap-siap makan"


" Iya bu"


Mereka segera bergegas menuju ke meja makan. Diatas meja makan tersedia begitu banyak jenis makanan yang lezat.


"Wah... Banyak banget masaknya Bu"


" Iya tadi ibu sengaja masak masakan kesukaan diana, siapa tau dengan makan masakan ini ingatannya bisa pulih"


" Oh begitu bu"


Zahra tampak datang bersama pembantunya disusul oleh diana yang terlihat begitu tidak tenang saat melihat reyhan ada dimeja makan.


" Bu, emang bibik udah tau tentang diana?"bisik reyhan pada ratmi.


" Kamu tenang aja rey, ibu udah ceritain semuanya sama bibik kok dan ibu yakin bibik bisa dipercaya"

__ADS_1


" Hmm.. gitu bu" balas reyhan.


Ngapain sih harus satu meja makan sama dia? Ya tuhan gak bisa apa sebentar aja hidup aku tenang batin diana. Saat melihat reyhan ia teringat kejadian yang dialaminya bersama reyhan dikamarnya dan dikamar tamu. Mereka mulai duduk dan melahap makanan.


" Diana, gimana makanannya?" tanya ratmi.


" Enak bu"


" Apa kamu bisa ingat sesuatu nak?"


Diana kemudian menggelengkan kepalanya karena ia tak ingat apapun. Mereka pun melanjutkan melahap makanan tersebut.


Lebih baik aku cepat-cepat makan dari pada lama-lama dekat reyhan, bisa gila aku batin diana. Ia dengan cepat melahap makanannya yang membuat ratmi, reyhan, zahra dan pembantunya melirik diana.


" Diana, pelan-pelan nak" ujar ratmi.


Diana hanya tersenyum dengan mulut yang penuh dengan makanan. Hal itu membuat reyhan tertawa kecil melihatnya.


Ngapain sih tu anak cekikikan segala? Bikin kesel tau gak batin diana.


" Selamat ulang tahun ayah" ujar zahra yang membuat reyhan dan orang disekitarnya terkejut.


" Ulang tahun!" Balas reyhan bingung.


" Kamu ulang tahun rey" tanya ratmi.


" Aduh oma, kok oma lupa sih bukannya oma ya yang bilang ayah ulang tahun sekarang"


Ratmi pun mencoba mengingat-ingat dan akhirnya ia teringat akan perkataannya tersebut.


" Oh iya, selamat ulang tahun rey" ujar ratmi kemudian.


" Tapi bu" belum selesai reyhan berbicara ratmi memelototinya yang membuat reyhan tersenyum" iya Bu, zahra makasih ya ucapannya"


Ya ampun ulang tahun aku kan sebulan lagi tapi gak apa-apa deh kalau mau diucapin sekarang batin reyhan.


" Bunda, gak ngucapin selamat ulang tahun ke ayah" ujar zahra yang membuat diana yang sedang asyik makan tersedak, reyhan pun memberikannya air minum.


" Makasih rey, selamat ulang tahun ya" seru diana kemudian melanjutkan makannya.


" Cuma itu aja bunda"


" Iya terus apa lagi sayang"


" Kue sama kadonya mana? Zahra kan juga mau nyobain kue ulang tahun"


Kue apaan coba? Aku aja baru tau dia ulang tahun mana sempat beli kue sama kado batin diana.


" Zahra sayang, kado sama kuenya nyusul besok ya"


" Kok gitu oma bukannya ayah ulang tahun sekarang kenapa kuenya datang besok"

__ADS_1


Ratmi terlihat pusing karena tak tau harus menjawab apa lagi begitupun diana.


__ADS_2