Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 42


__ADS_3

Dion terdiam sejenak mendengar perkataan reyhan.


" Saya juga gak akan misahin diana sama zahra kok. Saya tau dulu saya gak bertanggung jawab sama indah dan juga ninggalin dia sama anaknya jadi sekarang saya akan biarkan kak diana yang ngerawat zahra" jelas dion.


" Apa kamu bisa bersungguh-sungguh sama kata-kata kamu bahwa kamu gak akan ngerebut zahra dari diana?"


" Saya bisa tapi satu hal yang saya minta jangan larang saya bertemu zahra dan biarkan zahra tau bahwa saya ayah kandungnya" pinta dion.


" Saya gak bisa memastikan itu sekarang tapi nanti saya akan menyampaikan dulu pada diana dan saya harap kamu bisa pegang kata-kata kamu. Kalau kamu sampai ngelanggar kata-kata kamu, kamu liat aja apa yang bisa saya lakukan sama kamu. Bukan hanya kamu tapi keluarga kamu " tegas reyhan lalu pergi meninggalkan dion dan kembali menuju ke rumah sakit.


Syukurlah anak itu mau memberikan zahra pada diana jadi diana gak perlu sedih lagi mikirin hal ini batin reyhan.


Sementara itu diana yang terbangun dan tidak melihat reyhan disekitarnya pun merasa kebingungan mencari reyhan.


" Reyhan dimana?" Tanya diana pada pengawal yang menjaga diluar ruangan.


" Pak bos reyhan sedang ada perlu diluar nona"


" Kenapa kalian biarin dia keluar sih? Kalian kan tau dia masih sakit kalau sampai kenapa-kenapa gimana?" Umpat diana kesal.


Reyhan kamu kemana sih? Kamu kan belum sembuh banget kenapa malah pergi-pergi sih batin diana khawatir.


Diana berusaha menghubungi ponsel reyhan tetapi dia tidak mengangkatnya.


" Sekarang ku juga kalian harus cari reyhan sampai ketemu?" Perintah diana pada pengawal tersebut.


" Mohon maaf nona tapi pak bos reyhan memerintahkan kami untuk menjaga nona disini"


" Saya itu baik-baik aja ya dan yang sakit itu reyhan jadi sekarang saya perintahkan kalian cari reyhan. Sekarang juga!!" Pekik diana.


" Mohon maaf nona kami tidak bisa melanggar perintah dari pak bos" balas pengawal tersebut menunduk.


Dari kejauhan ternyata reyhan memperhatikan diana yang sedang memarahi pengawalnya. Reyhan pun berdiri dibelakang diana dan menyuruh pengawalnya untuk tidak memberi tau diana bahwa dia dibelakang diana.


" Kalian! Pokoknya saya gak mau tau kalian harus cari dia sekarang" perintah diana yang emosinya semakin menjadi-jadi.


" Maaf nona tapi kami tidak bisa"


Diana terus saja berceloteh yang membuat reyhan tersenyum menahan tawanya karena tingkah diana.


Kamu begitu khawatir pada ku kalau aku kenapa-kenapa na, tapi kenapa kamu selalu bersikap seakan tidak peduli padaku jika aku dihadapan kamu batin reyhan.


Reyhan kemudian menepuk pelan pundak diana. Diana malah marah-marah tanpa melihat kearah reyhan.


" Gak usah ganggu saya dulu saya masih ada kerjaan" bentak diana dengan suara lantang.

__ADS_1


Berani sekali nona ini memarahi pak bos reyhan apa dia tidak takut dengan pak bos batin pengawal.


Reyhan menggenggam tangan diana yang membuat diana menoleh kearahnya. Reyhan kemudian menarik diana kedalam ruangan. Diana segera menyerbu reyhan dengan banyak pertanyaan.


" Reyhan, kamu dari mana aja sih? Udah tau masih sakit tapi masih pergi keluar. Kalau kamu kenapa-kenapa gimana? Kalau kamu" belum selesai diana berbicara reyhan langsung menutup mulut diana dengan ciumannya yang lembut.


" Kalau kamu masih cerewet lagi aku bakalan cium kamu lagi" ujar reyhan yang membuat diana diam dan tampak tersipu malu.


" Maaf ya aku gak bilang kamu aku pergi soalnya kamu tidurnya nyenyak banget jadi aku gak tega bangunin kamu. Aku tadi pergi ketemu Dion" jelas reyhan.


" Ketemu Dion. Buat apa rey?" Tanya diana penasaran.


" Aku menyelesain masalah kamu sama dion. Aku bicara soal zahra sama dia dan kamu tau dia bilang apa"


" Bilang apa rey?" Tanya diana yang tampak sangat penasaran.


" Aku bakalan bilang kalau kamu mau janji satu hal"


" Bilang aja kenapa sih rey? Kenapa harus pakai janji-janji segala"


" Janji dulu baru aku bilang"


" Janji apa rey?"


" Bagaimana pun kondisinya kelak kamu gak akan pernah ninggalin aku dan selalu ada disamping aku"


" Bisa dibilang begitu, aku mau kamu gak akan pernah ninggalin aku apa lagi ngilang tanpa sebab "


" Yaudah aku janji deh. Dion bilang apa sama kamu tadi?"


" Dia gak akan ngambil zahra dari kamu na. Dia cuma mau dia diakui sebagai ayah kandungnya zahra dan boleh bertemu zahra sesekali"


" Kamu serius dion bilang begitu?" Tanya diana tak percaya.


" Iya aku serius jadi kamu gak perlu takut lagi kalau zahra bakalan diambil dari kamu ya"


Diana terlihat begitu senang mendengar perkataan reyhan yang membuat dia memeluk reyhan begitu erat. Lalu diana pun meminta izin reyhan untuk keluar sebentar membeli makanan ringan. Awalnya reyhan tak memperbolehkannya karena ada pengawal yang bisa disuruh tetapi diana tetap bersikeras yang membuat reyhan memperbolehkannya.


Dilain sisi dion menceritakan pertemuannya dengan reyhan pada clarisa yang membuat clarisa terkejut.


" Jadi anak kamu itu sekarang ada sama diana?"


" Iya kak. Indah itu adiknya kak diana"


Wahh... Ini kabar baik dong buat aku. Aku bisa ngejauhin reyhan dari diana menggunakan anak itu batin clarisa.

__ADS_1


" Dion, kamu ikut kakak sekarang"


" Mau kemana kak?"


" Udah ikut aja"


Clarisa pun membawa dion kerumah sakit tempat reyhan dirawat. Diperjalanan clarisa tampak begitu senang yang membuat dion heran.


" Kakak kenapa sih?" tanya dion.


" Kamu juga bakalan tau nanti. Pokoknya kamu cukup diam aja dan mendengarkan kakak ya"


" Iya kak" balas dion.


Tak lama clarisa langsung memarkirkan mobilnya dan melihat diana sedang membeli makanan ringan diwarung.


Pucuk dicinta ulam pun tiba, kayaknya pribahasa ini cocok buat aku. Syukur deh kalau dia diluar jadi gak perlu ribut didepan reyhan batin clarisa.


" Diana" panggil clarisa yang datang menghampirinya bersama dion.


" Iya" jawab diana lalu terkejut melihat dion bersama clarisa.


" Bisa bicara sebentar ini tentang zahra" ujar clarisa spontan.


" Mau bicara apa ya?"


" Kami datang kemari untuk mengambil zahra anaknya dion"


" Maksud kamu apa ya? Dion kamu jelasin dong ke dia bahwa kamu gak akan ngambil zahra dari kakak" ujar diana pada dion tetapi dion hanya diam seribu bahasa tak menjawab perkataan diana.


" Ayolah diana. Zahra itu anak kandung dion lho, masa kamu tega misahin ayah dan anaknya. Kamu selama ini kan udah sama zahra sekarang gantian dong biarin dion yang ngerawat zahra"


" Kamu dengarin aku ya sampai kapanpun aku gak akan pernah ngasih zahra ke kamu. Zahra itu anak aku dan lagi pula selama ini dion kemana aja saat indah hamil sampai melahirkan. Dion gak pernah ada kan buat indah. Dia malahan meninggalkan tanggung jawabnya dan membuat adik aku meninggal. Sekarang dia datang mau ambil zahra, sorry tapi aku gak akan ngasih zahra ke dia" jelas diana.


" Come on diana, Dion itu dari dulu juga nyariin adik kamu tau cuma dia gak ketemu gara-gara kamu nyembunyiin adik kamu itu. Lagian kenapa kamu bohong sih sama dion kalau anak dia meninggal kamu bisa aku masukin penjara lho gara-gara berusaha misahin ayah dan anak kandungnya"


" Kamu ngomong apa sih? Jelas-jelas adik kamu yang pergi ninggalin adik aku harusnya yang masuk penjara itu dia"


" Tapi kamu juga salah karena gak ngasih tau tentang anak itu ke adik aku. Udah deh aku males debat sama kamu gimana kalau kita bawa kasus ini ke hukum aja biar tau siapa yang bakalan dapat hak asuh zahra" ujar clarisa tersenyum licik.


Gak aku gak mau kasus ini masuk ke hukum karena pasti dion yang akan menang karena dia ayah kandungnya zahra. Ya tuhan bagaimana ini aku gak mau pisah sama zahra batin diana panik.


" Atau aku punya solusi kedua" ujar clarisa lagi.


" Solusi apa?"

__ADS_1


" Kamu tetap boleh ngerawat zahra dan hak asuh zahra juga bakalan jadi milik kamu asal kamu ninggalin reyhan dan menghilang dari kehidupannya. Gimana?"


__ADS_2