
Sovia menatap pekat pada arsen. Suasana masih terasa hening hingga david tampak datang.
" Sovia, udah lima menit nih. Ayo pergi keburu ada orang yang datang nanti" ajak david.
Arsen terlihat diam sambil menatap sovia. Dia benar-benar merasa kacau begini. Dia merasa bingung sendiri kenapa dia melakukan hal itu pada sovia.
Apa yang udah gue lakuin? Gue gak seharusnya nyium sovia. Gue kenapa sih? batin arsen yang sedang merasa kacau kini.
" Iya, dav. Kita pulang sekarang" ucap sovia kemudian sambil pergi meninggalkan arsen. Arsen terlihat ingin menghentikannya tetapi david menghalanginya.
" Udah bro, mending lo fokus sama istri lo aja sekarang. Gue harap lo bisa terima itu bro" seru david yang kemudian pergi keluar menyusul sovia.
Arsen pun kembali ke tempat acara dan terlihat hanya diam dengan wajah datar.
" Sayang, kamu kenapa?" tanya tika.
" Aku gak apa-apa tik" jawab arsen yang kemudian duduk di bangku pelaminan. Sementara itu reyhan dan diana tampak juga ingin berpamitan pulang.
" Bro, gue pulang dulu ya. Sekali lagi selamat, doain gue sama diana cepat nyusul" ujar arsen. Tika terlihat masih menatap kearah reyhan. Ya walaupun tika menikah dengan arsen dan berusaha menerima arsen tetapi sejatinya dilubuk hatinya yang paling dalam dia masih memiliki perasaan pada reyhan.
Diana kemudian menggenggam tangan tika yang membuat tika segera melirik kearahnya.
" Selamat ya tika, semoga kalian berdua selalu bahagia dan selalu bersama hingga maut memisahkan ya" ucap diana sambil tersenyum.
" Makasih ya na dan aku juga minta maaf atas perlakuan mami sama kamu dan keluarga kamu ya"
" Udah gak usah dipikirin ya, aku udah maafin mami kamu kok"
" Makasih ya na"
Diana, kamu wanita yang baik banget. Pantas saja reyhan begitu menyayangi kamu dengan sepenuh hatinya batin tika yang merasa kagum pada diana.
Reyhan langsung saja pergi menuju mobilnya setelah berpamitan pada arsen dan tika sementara diana tampak berpamitan terlebih dahulu pada karin.
" Tante, diana pulang dulu ya"
" Iya sayang, hati-hati dijalan ya nak. Tolong jagain reyhan ya karena tante gak selalu bisa ada disampingnya nak"
" Iya tante tenang aja ya. Diana bakalan jagain reyhan kok" ujar diana lalu pergi menyusul reyhan.
***
__ADS_1
Diperjalanan menuju kerumahnya sovia terlihat melamun. Dia terlihat memegangi bibirnya dan teringat akan ciuman yang diberikan oleh arsen.
Kenapa arsen nyium gue? Kenapa? Dia seharusnya gak boleh ngelakuin itu. Bukannya dia udah nikah sama tika, tapi kenapa dia ngelakuin itu sama gue. Arsen ada apa sebenarnya sama lo? batin sovia bertanya-tanya sekaligus bimbang.
" Sov, Lo kenapa?" tanya david membuka pembicaraan.
" Gue gak apa-apa dav"
" Lo udah tau semuanya sekarang sov, apa yang bakal lo lakuin?"
" Maksud lo apa dav?"
" Arsen itu sebenarnya suka sama lo, bukannya lo udah denger semuanya tadi ya"
" Lo ngomong apa sih dav, gak usah ngaco gitu deh. Gue tadi gak dengar apa-apa kok" bantah sovia sambil mengalihkan pandangannya.
" Lo serius gak dengar apa-apa?"
" Iya, gue gak denger apa-apa"
" Terus kenapa lo minta waktu ngobrol berdua sama arsen?"
" Emang ngucapin selamat harus ngobrol berdua ya?"
" Lo kenapa sih dav? Kayak wartawan aja tau gak. Dari tadi nanya-nanya mulu, gue tadi sama arsen cuma ngobrol sebentar aja. Awalnya gue cuma mau ngucapin selamat tapi arsen nanya tentang apa-apa aja yang disukai cewek karena dia mau ngasih surprise buat tika makanya gue lama didalam" jelas tika yang berusaha meyakinkan david dengan kebohongannya. Dia tak ingin david mengetahui yang sebenarnya karena dia tak mau dicap sebagai wanita tak baik.
" Oh gitu. Yaudah kalau gitu" sahut david singkat.
Syukur deh kalau david percaya sama semua bualan gue. Kalau dia sampai tau yang sebenarnya bisa gawat kan. Pokoknya gue mulai sekarang harus ngejauh dari arsen. Gue gak mau lihat tika sakit hati karena dia sekarang istri sahnya arsen. Gue harus ngalah walaupun sebenarnya gue seneng banget saat tau arsen ternyata juga sayang sama gue batin sovia terlihat sedih.
Sovia kemudian memegangi kepalanya yang terasa begitu pusing.
Kepala gue kenapa ya kok sakit banget, perut gue juga batin sovia yang terlihat masih memegangi kepalanya.
" Sov, Lo kenapa?" Seru david yang merasa cemas melihat sovia terlihat lemas sambil memegangi kepalanya.
" Gue gak apa-apa dav" jawab sovia.
" Gak apa-apa gimana? Muka lo pucat gitu kok" seru david panik" Kita kedokter sekarang"
" Gue gak mau dav, antar gue pulang sekarang"
__ADS_1
" Pokoknya kita harus kedokter sekarang" tegas david yang segera mencari klinik atau rumah sakit terdekat. Sementara sovia kini terlihat begitu pucat dan dia akhirnya pingsan.
David semakin panik saja dan terus memanggil sovia tetapi tak ada sahutan. Setelah menemukan sebuah klinik akhirnya david memberhentikan mobilnya diparkir dan menggendong sovia kedalam klinik tersebut.
" Dokter, dokter! " Pekik david yang membuat para tenaga medis segera membawa brangkar. David meletakkan sovia diatas brangkar sambil terus memegangi tangan sovia hingga ia disuruh menunggu diluar sementara dokter memeriksa keadaan sovia didalam.
" Sov, Lo kenapa sih? Ya ampun! Jangan bikin gue cemas gini Napa?" ujar david yang begitu khawatir dengan keadaan sovia.
Tak lama dokter keluar dari dalam ruangan, dengan segera david menghampirinya dan menanyakan keadaan sovia.
" Dok, gimana keadaan sovia?"
" Tenang saja ya pak, istri bapak baik-baik saja. Dia hanya telat makan saja pak dan juga dia memiliki penyakit maag. Seharusnya bapak memperhatikan pola makan istri bapak secara teratur ya pak. Jangan sampai istri bapak telat makan" jelas dokter tersebut dan david hanya mengangguk saja.
" Baik dok, terimakasih. Apa saya boleh melihat kondisi dia kedalam?"
" Tentu pak"
" Sekali lagi makasih ya dok" seru david yang segera masuk kedalam ruangan. Sovia terlihat terbaring diatas ranjangnya dan masih belum sadarkan diri. David segera memesan bubur melalui pemesanan go food. Lalu ia pergi mengambil obat sovia ke apotik.
Setelah selesai mengambil obat dan menerima makanan dari go food, david kembali keruangan sovia. Sovia terlihat mulai membuka matanya perlahan.
" Gue dimana?" tanya sovia yang masih memegangi kepalanya.
" Di klinik sov"
" Klinik! Ngapain gue disini?" ujar sovia yang mencoba duduk dan david pun menolongnya.
" Lo kenapa gak bilang sih kalau belum makan. Lo itu punya penyakit maag, seharusnya lo harus jaga pola makan dong" celoteh david. Kemudian dia memberikan bubur yang tadi dipesannya kepada sovia.
" Gue bisa makan sendiri" ujar sovia tetapi david kekeh ingin menyuapinya. Akhirnya sovia pun menerima suapan dari david.
" Makasih ya dav"
" Buat apa?"
" Lo udah bawa gue kesini"
" Iya sama-sama. Pokoknya lain kali lo gak boleh telat makan lagi ya"
" Iya dav" seru sovia sambil tersenyum yang membuat david juga tersenyum padanya.
__ADS_1