
Mereka kemudian terus berdebat hingga saling kejar-kejaran karena foto tersebut. Galang kemudian memasukkan foto tersebut ke dalam bajunya.
" Galang, siniin fotonya"
" Gak mau sayang, ini foto kesukaan aku sayang"
" Tapi itu jelek lang"
" Bagus kok"
" Jelek galang"
" Bagus sayang"
Mereka terus saja bermain kejar-kejaran hingga lelah dan ririn duduk diatas ranjang galang. Ririn terlihat bete karena galang tak memberikan fotonya. Galang kemudian datang menghampirinya.
" Sayang"
" Apa?" Jawab ririn jutek.
" Kamu marah sama aku"
" Menurut kamu?"
" Tapi aku suka banget sama foto ini sayang dan foto ini juga udah lama ada disini jadi kalau ini kamu ambil rasanya ada yang hilang gitu sayang" jelas galang.
" Kamu sesuka itu banget ya sama foto itu"
" Iya sayang tapi aku lebih suka orang aslinya lah"
Ririn kemudian tersenyum yang membuat galang juga ikut senang. Ponsel galang tiba-tiba berdering. Ririn langsung mengambil ponsel galang dan melihatnya.
Kak david? Pasti nyariin aku karena aku belum pulang nih batin ririn.
" Gak usah diangkat sayang"
" Kenapa? Itu kan kakak sepupu kamu sayang. Sini aku yang angkat ya, aku bakalan bilang kamu makan malam dulu disini baru aku antar pulang"
" Jangan lang!" tolak ririn" Kamu gak tau Kak david sama mamanya gimana? Mereka paling gak suka aku malam-malam gini keluyuran bisa dimarahin ntar"
" Terus gimana dong?"
" Gini aja, ntar aku bilang kalau aku ada tambahan kerja sedikit sayang makanya agak lama pulang "
" Mau ngebohong nih"
" Demi kebaikan dan keselamatan kan gak apa-apa sayang "
" Hmm"
" Gak usah diangkat ya sayang"
" Iya.. iya"
" Tapi "
" Tapi apa?"
" Kamu gak boleh minta foto ini dari aku dan biarin foto ini dipajang disana"
__ADS_1
Hadeuh, udah ketebak dah keinginan dia. Gak apa-apa deh foto itu dia simpen dibandingkan aku dimarahin tante, apalagi kalau tante sampai ngadu ke mama bisa jadi masalah besar deh batin ririn.
" Yaudah kamu boleh nyimpan foto itu deh"
" Gitu dong sayang" ujar galang memeluk ririn. Mereka kemudian saling menatap satu sama lain. Ketika wajah mereka semakin mendekat tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar.
" Galang, kamu ada didalam nak"
" Iya ma, ada apa?"
" Kamu lihat ririn dimana sayang" tanya mamanya galang. Ririn terlihat gemetar karena takut mamanya galang akan berpikir yang tidak-tidak tentangnya.
Gimana ini? Kalau tante tau aku disini. Bisa-bisa dipecat langsung jadi menantu nih batin ririn. Dia kemudian menatap galang dan galang hanya tersenyum padanya.
" Kamu ngapain senyum-senyum sih? Kalau mama kamu tau aku disini bisa berabe lang" bisik ririn.
" Kamu tenang aja mama gak akan tau kalau kamu nurut sama aku"
" Maksud kamu?"
Galang kemudian mendaratkan sebuah ciuman pada bibir lembut ririn. Hal itu membuat ririn terkejut, jika ia berteriak akan jadi masalah. Dia bingung harus apa kini sementara mamanya galang berdiri didepan pintu kamar.
" Galang, kamu lihat dia gak?" Tanya mamanya lagi.
Galang kemudian melepaskan ciuman tersebut dan menjawab pertanyaan ibunya.
" Enggak ma, mungkin dia lagi jalan-jalan lihat rumah kita ma"
" Oh gitu, yaudah kamu tolong mama cari dia ya soalnya makanan udah siap nak"
" Oke ma"
" Iya mama"
Setelah meyakini bahwa mamanya galang tak lagi disitu, ririn menatap tajam galang.
" Kamu nih ya, ambil kesempatan dalam kesempitan"
" Hahaha gak apa-apa dong sayang, kamu suka kan"
" Enggak, udah yuk keluar. Kasihan mama kamu udah nungguin"
" Iya sayang"
Mereka kemudian keluar kamar dan menuju ruang makan. Disana terlihat mama galang sudah menunggu mereka.
" Ririn, sini duduk nak"
" Iya tante"
Ririn kemudian duduk disebelah mamanya galang.
" Mama gak asik ih, menantu datang lupa sama anaknya" seru galang.
" Iya dong, tante kan lebih sayang aku" timpal ririn.
" Iya rin. Soalnya galang itu nakal banget anaknya dan apa kamu tau nak, dia waktu kecil pernah ngerebut mainan temennya" ujar mamanya galang.
"Ma, jangan buka rahasia dong ma" sahut galang.
__ADS_1
" Kenapa nak? Takut ya kalau ririn tau masalah" belum selesai mamanya berbicara galang langsung menyuapkan makanan kedalam mulut mamanya.
" Enak kan ma" seru galang.
" Galang, jangan gitu dong. Tante kan belum selesai bicara" sahut ririn.
" Udah rin, gak apa-apa. Lain waktu tante bakalan cerita ke kamu ya. Sekarang kita makan dulu "
" Iya tante"
Mereka kemudian makan bersama-sama dan terlihat sangat bahagia.
Setelah selesai makan galang tampak akan mengantarkan ririn pulang kerumahnya. Mereka terlihat begitu bahagia terutama ririn karena mamanya galang sepertinya menyukai dirinya.
" Gimana sayang? Mama aku ga makan orang kan"
" Mama kamu baik banget sayang dan kayaknya orangnya hangat juga"
" Jelas dong, mama aku gitu lho"
Mereka kemudian tertawa bersama dan merasa begitu bahagia.
***
Keesokan paginya dikediaman diana terlihat seperti biasa bersiap-siap untuk pergi kerumah sakit. Dia sengaja bangun lebih awal untuk menemui ibunya karena semalam ibunya sudah tidur duluan.
Dimeja makan diana langsung menghampiri ibunya yang sedang makan bersama zahra.
" Bu, diana bisa bicara sebentar"
" Mau bicara apa sih na, mama lagi sibuk sekarang. Nanti aja"
" Tapi bu, diana harus bicara sama ibu sekarang juga"
" Bicara apa sih na, tinggal ngomong aja kok"
Zahra tampak memperhatikan mereka. Diana dan ratmi kemudian pergi agak menjauh dari zahra.
" Mau bicara apa na? Ibu gak bisa lama-lama. Ibu harus antar zahra sekolah kan"
" Bu, ibu masih marah ya sama reyhan"
Ratmi hanya diam dan wajahnya terlihat begitu tidak suka membahas masalah itu.
"Bu, diana cuma mau bilang kalau mulai sekarang diana itu istri satu-satunya reyhan bu" ujar diana. Ratmi terkejut mendengar perkataan diana.
" Apa? Lalu bagaimana dengan wanita itu"
" Reyhan sama dia udah resmi cerai bu, sesuai dengan kemauan ibu jadi diana harap ibu jangan marah lagi ya sama reyhan"
" Ibu sebenarnya tidak marah pada reyhan nak, ibu hanya tidak ingin kamu dibuat sedih sama reyhan. Sudah cukup selama ini dia membuat kamu sedih nak dan ibu tidak tahan lagi melihat kalau nanti kedepannya akan ada wanita-wanita lain lagi yang datang dan mengganggu rumah tangga kalian"
" Ibu, diana tau kalau ibu khawatir sama diana tapi diana yakin kalau reyhan itu orang yang baik dan dia juga sangat menyayangi diana bu. Ibu percaya sama diana kan bu, diana yakin kebahagiaan diana itu cuma ada sama reyhan bu"
" Diana, ibu harap kamu memang akan benar-benar bahagia bersama reyhan"
" Ibu gak marah lagi kan bu sama reyhan"
Ratmi menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada diana. Diana kemudian langsung memeluk ratmi dengan eratnya.
__ADS_1
" Percaya diana ya bu, diana pasti akan bahagia sama reyhan"