Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 12


__ADS_3

Pesanan mereka pun tiba. Diana dan Reyhan mulai menyantapnya. Seseorang datang menghampiri mereka.


" Reyhan!" Panggil orang tersebut yang membuat Reyhan melirik kearahnya.


" Sovia" seru Reyhan


" Lo apa kabar Rey?" Ujar Sovia sambil menyium pipi kanan dan kiri Reyhan


Diana yang melihatnya tampak kesal dan menghentikan makannya. Dia menatap tajam pada Sovia.


" Gue baik. Lo sendiri gimana?" Sahut Reyhan


" Gue juga baik kok, btw ini siapa?" Tanya Sovia sambil melirik kearah Diana


" Oh iya gue lupa ngenalin ini Diana pacar gue dan Diana ini Sovia teman aku" ujar Reyhan memperkenalkan mereka


" Hay gue Sovia " ujar Sovia sambil mengulurkan tangan sambil tersenyum


" Diana" balas Diana sambil menjabat tangan Sovia dengan senyum masam


" Jadi ini ya pengganti gue" goda Sovia sambil sedikit tertawa


" Hahaha Lo ada-ada aja, Lo sendiri gimana masih jomblo juga sampai sekarang" ujar Reyhan kembali mengejek Sovia


Sovia dan Reyhan asyik berbincang dan tertawa. Diana hanya memperhatikan mereka.


Cewek ini siapa ya? Kok kayaknya Deket banget sama Reyhan Batin Diana kesal


Sovia adalah sahabat dekat Reyhan dari kecil. Reyhan sangat dekat dengannya hingga orang disekitarnya selalu mengira mereka pacaran. Reyhan pernah menyukai Sovia saat mereka duduk di bangku SMP, akan tetapi Sovia menolaknya karena Sovia tidak ingin merusak persahabatan mereka.


" Lo sekarang sekolah dimana Vi? Pas lulus SMP langsung ngilang aja" Tanya Reyhan


" Kayak Lo gak tau bokap gue aja Rey, gara-gara tugas dinasnya dia pindah-pindah Mulu Rey. Kali ini bokap pindah ke kota C, Jadi gue ngikutin bokap aja, kebetulan dikota F ini sepupu gue nikah makanya kesini buat datang ke acara resepsinya, gue bosan disana makanya gue kemari. Gue juga kangen kafe ini, Lo kan sering bawa gue kesini main-main. Eh, ternyata gue ketemu Lo disini. Kebetulan banget kan ya" jelas Sovia sambil tersenyum


" Terus habis acara resepsi Lo mau kemana lagi?" Tanya Reyhan


" Ya, palingan pulang lagi ke kota C soalnya gue kan besok mau sekolah" jawab Sovia


Ketika Reyhan dan Sovia asik berbincang, Diana tampak semakin kesal karena dia merasa Reyhan tidak menganggapnya ada disitu.


Aduh, Diana! Dia itu cuma sahabatnya Reyhan tapi kenapa hati gue gak terima dia bisa Deket banget gitu ya. Ya Ampun gue kenapa sih? Batin Diana bimbang

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Sovia tampak berpamitan pada Reyhan karena seseorang telah menjemputnya. Tak lupa Sovia juga berpamitan pada Diana lalu ia pergi. Reyhan pun menatap Diana yang sedari tadi meliriknya tajam.


" Maaf ya sayang, gara-gara Sovia datang kita keganggu makan. Yuk makan sekarang" ujar Reyhan sambil menyantap makanan yang dihadapannya.


Diana hanya diam dan terus menatap Reyhan.


" Ada apa Na?" Tanya Reyhan karena Diana terus saja menatapnya tajam


" Kamu Deket banget ya sama Sovia. Kamu kok gak pernah cerita ke aku tentang dia." jawab Diana dengan wajah sedikit kesal


" Kamu cemburu ya?" Goda Reyhan sambil tersenyum melihat Diana


" Cemburu apaan sih? Aku ga cemburu ya. Lagian aku kan cuma nanya aja" bantah Diana


Reyhan pun mengeser bangkunya dan duduk disamping Diana. Ia lalu memeluk Diana


" Rey, kamu apa-apaan sih? Ini tempat umum lho" seru Diana sambil melepaskan pelukan Reyhan


" Sayang kamu dengerin aku ya. Aku bakalan cerita semua tentang Sovia ke kamu. Sovia itu sahabat baik aku dari kecil. Dulu kita selalu sama-sama bahkan orang tua aku dan Sovia juga dekat. Aku bahkan pernah nembak dia karena aku merasa aku cocok banget sama dia, akan tetapi Sovia nolak aku karena dia gak mau ngerusak persahabatan Kami. Aku terima penolakan Sovia dan tetap sahabatan sama dia sampai kita lulus SMP dan Sovia ngilang gitu aja gak ada kabar. Aku udah cari dia kemana-mana tapi ga ketemu. Akhirnya aku mutusin buat gak nyari dia lagi. Sampai hati ini kebetulan banget aku ketemu sama dia dan tau apa alasan dia pergi. Cuma itu aja kok" jelas Reyhan


" Kamu pernah suka sama dia?" Tanya Diana


" Itukan dulu sayang. Itu cuma masalalu aku, sekarang aku udah punya kamu dan aku akan selalu menyayangi kamu sampai aku mati" jawab Reyhan


Setelah selesai makan Reyhan langsung mengantar Diana pulang.


" Rey, nanti kita berhenti di depan bentar ya" pinta Diana sambil menunjuk sebuah kedai kaki lima.


" Mau ngapain sayang?" Tanya Reyhan heran


" Aku mau beli rujak buat Indah, dia pasti suka" seru Diana sambil tersenyum


" Ohh, gimana kabar indah dan ibu?" Ujar Reyhan


" Mereka baik kok Rey, papa dan mama kamu gimana kabarnya?" Balas Diana


" Mereka baik juga kok Na" sahut Reyhan


Reyhan segera memarkirkan mobilnya dan mereka bergegas ke kedai yang tak jauh dari situ. Diana pun memesan rujak kesukaan Indah. Setelah selesai Reyhan langsung mengantar Diana pulang.


" Sayang, aku punya sesuatu buat kamu" ujar Reyhan

__ADS_1


" Apa?" Tanya Diana


Reyhan tampak menggeledah kantongnya dan mengeluarkan sebuah kalung berlian yang ada inisial huruf RD dikalung tersebut.


" Ini apa Rey?" Tanya Diana


" Ini hadiah buat kamu sayang. Sebenarnya aku mau ngasih ini pas hari anniv kita tapi waktu itu kalungnya belum siap makanya belum bisa aku kasih ke kamu" jelas Reyhan


" Sayang, kamu selalu ada buat aku aja itu udah jadi hadiah paling indah buat aku. Lagian aku gak pantas pakai kalung ini Rey. Ini pasti mahal, mending kamu jual lagi aja ya terus uangnya bisa kamu tabung" ujar Diana


" Tapi aku udah nyiapin ini dari lama buat kamu Na, pliss jangan ditolak ya" seru Reyhan dengan wajah memohon


" Tapi Rey" belum selesai Diana berbicara Reyhan langsung memotongnya


" Kalau kamu gak mau kalung ini yaudah aku buang aja"


" Jangan Rey, kok dibuang sih. Yaudah sini kalungnya" seru Diana


Mereka sudah sampai disimpang tempat Reyhan menjemput Diana. Reyhan pun memakaikan kalung tersebut ke leher Diana. Lalu Reyhan memeluk Diana dengan begitu erat.


" Jangan pernah dilepas ya" bisik Reyhan


" Iya sayang, gak akan pernah aku lepas" jawab Diana membalas pelukan Reyhan lalu berkata " aku sayang kamu Rey"


" Aku juga sayang kamu Na" balas Reyhan


Diana pun melepaskan pelukannya lalu turun dari mobil.


" Kamu hati-hati pulangnya ya, jangan kencang-kencang lho bawa mobilnya" ujar Diana


" Iya sayang, nanti kalau udah sampai aku kabarin" sahut Reyhan sambil mengacak-acak rambut Diana.


" Rey, kamu nakal banget sih" pekik Diana


Reyhan hanya tertawa lalu pergi meninggalkan Diana. Diana pun segera masuk kerumahnya dan memberikan rujak yang dibelinya tadi pada Indah.


" Wah, kakak bawa rujak kesukaan Indah ya" ujar indah yang tampak bahagia


" Iya, kakak tau kamu suka banget sama rujak ini makanya pas jalan pulang tadi Kakak beliin" seru Diana


" Makasih ya kak" balas Indah sambil memakan rujak

__ADS_1


" Enak banget kak" ucap Indah lagi sambil terus memakan rujak


Diana hanya tersenyum melihat tingkah adiknya itu.


__ADS_2