Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 100 "Merestui"


__ADS_3

Semua orang yang mendengar ucapan Dara terkejut, mereka tidak menyangka gadis kecil itu meminta Arkan menjadi Ayahnya.


"Om mau, tapi om tidak tahu mama kamu mau atau tidak kalau om jadi papa kamu dan dedek Ardi." Jawab Arkan.


"Mama mau ya kalau om ganteng jadi papanya Dara." Bujuk Dara yang membuat Kasih terdiam.


"Kalau Dara ingin om Arkan jadi papanya Dara, itu artinya mama kamu dan om Arkan harus menikah dulu baru boleh tinggal satu rumah dan Dara bisa panggil om Arkan papa." Ucap mama Risma.


"Ya sudah kalau begitu om dan mama menikah saja, Dara ingin kalau mama datang ke acara sekolah tidak sendiri lagi karena teman-teman Dara selalu bertanya di mana papa Dara. Mereka juga sering mengejek Dara tidak punya papa." Aduh Dara yang membuat semua orang terkejut.

__ADS_1


Rian yang mendengar ungkapan hati keponakannya itu, merasakan sakit di hatinya. Karena ulah adiknya gadis kecil itu sudah menanggung penderitaan seperti ini, mereka baru mengetahui bahwa Dara selama ini menyimpan lukanya sendiri, tak ingin Keponakannya itu lebih lama menderita dan kehilangan Kasih sayang seorang ayah. Rian memantapkan hati mendukung Arkan menjadi ayah sambung kedua keponakannya.


Entah kenapa Rian merasakan kalau Arkan tulus menyayangi keponakannya itu.


"Kasih apa yang di katakan Dara itu benar, dia pasti kehilangan dan merindukan sosok ayah." Ucap Rian.


"Tapi bang" ucap Kasih yang merasa tidak enak kepada mantan Kakak iparnya itu.


"Kasih ingin berpikir dulu bang, Kasih tidak mau gagal lagi untuk yang kedua kalinya, jadi Kasih ingin memikirkannya dengan baik." Ucap Kasih jujur.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu saya tunggu kamu berpikir selama satu Minggu ini." Ucap Arkan kini.


Setelah berbincang-bincang tidak terasa hari sudah sore, keluarga Arkan pamit duluan sedangkan Rian dan keluarganya masih di sana. Setelah kepergian keluarga Arkan kini tinggal Kasih, Dini dan Rian yang masih duduk diruang tamu sementara anak-anak sudah asyik bermain.


"Kas mba pikir tidak ada salahnya kamu menerima lamaran Arkan, kalau mba lihat dia adalah lelaki yang baik, keluarganya juga menerima kamu dan status kamu yang terpenting dia sudah mapan. Bukannya mba mengajari kamu matre tapi kita sebagai wanita harus realistis dek dan kalau bisa kamu harus dapat pengganti Raka yang jauh lebih dari dia, biar dia menyesal." Ucap Dini memberi saran.


"Iya dek, kamu beruntung keluarganya bisa menerima kamu bahkan kalau Abang lihat mereka sangat menginginkan kamu jadi menantu mereka. Jangan sia-siakan kesempatan ini dek, bukannya abang ingin merendahkan mu tapi tidak mudah bagi sebagian orang tua menerima menantu seorang janda terlebih janda yang mempunyai anak." Jelas Rian.


"Tapi bang aku yakin pak Arkan tidak mencintai aku bang, yang aku dengar dia sangat mencintai almarhumah istrinya, begitu juga dengan aku bang aku masih terluka. Apa kata orang kalau aku menikah yang baru 6 bulan menjanda." Tutur Kasih yang gelisah.

__ADS_1


"Cinta bisa datang seiring berjalannya waktu kalian adalah dua orang yang sama-sama terluka, setidaknya Arkan adalah lelaki yang setia terhadap pasangannya." Ucap rian.


__ADS_2