
Arkan dan Kasih menikmati makan malam pertama mereka sebagai pasangan suami istri yang sudah saling mencintai. Selama menikah Arkan memang jarang mengajak Kasih untuk makan diluar, hanya sesekali itupun pasti anak-anak ikut.
Arkan sudah berjanji akan membuat istrinya itu bahagia, dan akan menjadi suami yang peka dan pengertian agar sang istri bahagia.
Dengan mengajak istrinya makan malam membuat Arkan semakin dekat dengan sang istri, bahkan lelaki itu semakin tahu apa yang di sukai dan tidak di sukai wanita yang di cintainya itu. Arkan ingin semakin dekat dengan istrinya dan Arkan ingin mengetahui apapun tentang Kasih sampai hal terkecilpun.
Selama ini dia tidak peduli tentang apapun perihal istrinya, tapi kala cinta sudah bertahta semua mampu mengubah Arkan dari yang tidak peduli menjadi sangat peduli bahkan terkesan posesif.
Sedangkan Kasih juga merasa hubungannya dengan Arkan semakin harmonis dan hangat. Berbeda dari dulu ketika awal mereka menikah seperti ada tembok penghalang di antara mereka. Setelah berdamai dan memulai hubungan yang baru dari awal barulah Kasih merasakan cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya dari Arkan.
Bahkan kini Kasih sudah tidak merasa canggung ketika bersama dengan Suaminya itu, Arkan lelaki yang dulu ia kenal bak gunung es yang susah di runtuhkan kini berubah menjadi laki-laki yang penuh dengan kejutan, romantis bahkan selalu menggoda Kasih dengan kata-kata atau aksi mesumnya yang mampu membuat Kasih sport jantung.
__ADS_1
Kasih juga semakin tahu dan mengenal suaminya dengan interaksi mereka yang semakin sering, bahkan Arkan enggan untuk berjauhan dengannya sekarang.
"Alhamdulillah, makanannya enak sekali mas. terimakasih suamiku." Ucap Kasih setelah selesai dengan acara makanannya.
Arkan tersenyum melihat kelakuan Kasih yang bahagia hanya karena makan malam saja "Ini tidak gratis sayang." Jawab Arkan dengan senyum misteriusnya.
"Maksud mas, jadi aku harus bayar apa yang tadi aku makan mas?" Tanya Kasih bingung.
Arkan menganggukkan kepalanya "Tapi mas gak terima l bayarnya pakai uang" ucap Arkan.
"Mas ingin nanti malam kamu melayani mas di ranjang, mas sudah merindukanmu sayang. Kamu tidak Kasihan sama mas, sudah satu bulan lebih mas puasa sayang." Tutur Arkan dengan wajah yang di buat sedih.
__ADS_1
Mendengar permintaan suaminya itu membuat Kasih merasa kasihan ketika mengingat Arkan yang dengan susah payah setiap malam menahan hasratnya karena dirinya yang belum sembuh. Dengan wajah yang malu-malu Kasih menyetujui permintaan suaminya itu, Arkan semakin bersemangat dan tidak sabar membawa istrinya itu untuk bermain di ranjang mereka.
"Yes, kalau begitu kita pulang sekarang." Ajak Arkan yang sudah tidak sabar.
"Bentar dulu mas, baru juga selesai makan. Makanannya belum turun ke perut. Gak sabaran bangat pak." Ejek Kasih.
"Mas sudah gak sabar sayang, apalagi mas sudah puasa sebulan lebih. Sudah yuk kita pulang sekarang." Arkan berdiri dan menarik tangan istrinya meninggalkan ruangan VIP restoran itu.
"Dulu mas puasa empat tahun aman-aman saja, sekarang puasa satu bulan kok gak tahan?" Tanya Kasih.
"Bedalah sayang, dulu tidak ada wanita yang mampu menggetarkan hatiku sekarangkan ada kamu. Sudahlah gak usah di bahas, ayo pulang."
__ADS_1
Ketika Arkan dan Kasih keluar dari restoran, Kasih melihat Raka dan seorang wanita memasuki restoran itu.
Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.