Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 110 "Dijadikan ratu bukan babu"


__ADS_3

Semua tamu undangan memuji kecantikan pengantin wanita, banyak tamu yang mengatakan kalau Arkan dan Kasih sangat serasi. Diantara tamu undangan yang sibuk memuji kecantikan mempelai wanita ada dua orang yang sangat terkejut melihat siapa yang menjadi pengantin wanita dalam acara resepsi tersebut.


"Kasih..." ucap Raka yang terkejut setengah mati begitu juga dengan Sheila, bahkan Raka sempat menumpahkan minumannya yang ada di meja karena terkejut melihat pengantin wanita. Raka tidak habis pikir bagaimana ia sampai tidak mengetahui kalau yang jadi istrinya Arkan adalah mantan istrinya. Rasa panas sudah menjalar ke seluruh tubuhnya ketika melihat Kasih yang berjalan sambil menunduk karena di pandangi Arkan yang tersenyum menatap istrinya, tanpa sadar tangannya terkepal kuat di bawah meja.


"Apa-apaan ini, kenapa bisa Kasih jadi istrinya bos, aku tidak terima kalau Kasih dapat pengganti yang lebih dari diriku, Kurang ajar. Mau di taruh dimana wajahku kalau begini." Umpat Raka dalam hati.


Sedangkan Sheila sampai menganga melihat Kasih berjalan menuju pelaminan dan yang lebih membuat darahnya mendidih adalah ketika ia melihat ibu mertuanya mengandeng mantan menantunya itu dengan tersenyum bahagia, sedangkan ia sampai sekarang masih belum di terima oleh keluarga Raka.


Rekan kerja Raka yang satu meja dengannya tersenyum miring melihat keterkejutan keduanya, ada rasa puas menyaksikan Raka dan Sheila malam ini "Wah... memang benar ya apa yang di katakan orang-orang, kalau janda semakin di depan. Bos Arkan saja yang terkenal dingin dengan wanita bisa di taklukkan oleh janda ada dua, kasian bangat gadis-gadis yang kalah sama janda. Mba Kasih emang luar biasa." Ucap Dion memanas-manasi Raka dan Sheila.


"Ini mah namanya rela melepas batu kali tapi di ganti batu permata, rezeki anak Soleha. Tuhan memang adil yang baik berjodoh dengan yang baik, sampah dengan sampah." Tambah Anton kemudian mereka tertawa bersama.


"Pasti mba Kasih di perlakukan seperti ratu oleh pak Arkan, bukan di jadikan babu gratis. Enaknya jadi mba Kasih sekarang jadi istrinya seorang CEO perusahaan mana Anak tunggal lagi otomatis semua harta keluarga milik pak Arkan. Tuhan memang tidak pernah tidur!" Seru Nadia yang membuat Raka tersindir dengan kata-kata Nadia.


"Maksud kamu apa Nad?" Tanya Raka yang sudah emosi.

__ADS_1


"Santai pak, gak usah ngegas. bukannya yang aku bilang itu benar, atau pak Raka menyesal meninggalkan mba Kasih. Emang sudah rahasia umum pak, kalau sudah jadi mantan pasti akan lebih mempesona." Ucap Nadia.


"Makanya jangan mudah tergoda dengan wanita penggoda, punya istri sempurna Kasih malah di sia-siakan, kalau kamu melihat wanita lain lebih cantik dan menarik dari istrimu bukannya kamu tergoda dan bermain di belakangnya, tapi modalin istri kamu untuk merawat diri agar cantik. Ingat ketika dulu istri kamu masih gadis dia juga cantik di mata kamu, sekarang bedalah apalagi ia harus merawat anak-anakmu dan melayanimu, lihat sekarang dia berada di tangan laki-laki yang tepat yang akan menjadikan ia jadi ratu bukan babu." Tambah Adam yang mampu membungkam Raka.


Sedangkan di pelaminan kini Arkan dan Kasih duduk berdua, terlihat kedua mempelai tersenyum bahagia seolah-olah mereka adalah pasangan yang saling mencintai. Arkan dan Kasih memang sepakat akan bersikap seperti pasangan yang sesungguhnya jika berada di publik.


Bahkan ketika acara foto keluarga Raka juga harus menyaksikan kalau semua keluarganya hadir di sana dan sedang berpose dengan pengantin, Raka merasa iri bahwa Kasih mendapat restu dari semua keluarganya tapi ia jangankan restu Raka bahkan sudah tidak di anggap lagi oleh keluarganya. Emosi raka bertambah ketika melihat Dara putrinya yang begitu akrab dengan ayah sambungnya itu. Dara bahkan tidak segan-segan merengek ingin di gendong oleh Arkan, sementara Arkan hanya tersenyum menatap gadis kecil itu dan melakukan apa permintaan putri sambungnya itu. Ada rasa sakit di hatinya Raka melihat hubungan Dara dan Arkan yang layaknya ayah dan anak, apalagi ketika ia mengingat betapa terlukanya putrinya itu ketika mendengar semua perkataan Sheila.


"Ayo kita memberi ucapan selamat kepada pengantin. Raka, Sheila ayo?" Ajak Fitri.


Semua tamu undangan kini sedang berbaris menunggu giliran untuk bersalaman dengan pengantin dan memberi ucapan selamat.


Dari pelaminan Arkan melihat Raka dan Sheila sedang mengantri menunggu giliran untuk bersalaman, melihat itu Arkan membisikkan sesuatu ditelinga istrinya "Mantan suami kamu dan istri barunya sedang mengantri untuk mengucapkan selamat kepada kita, apa yang akan kamu lakukan." Ucap Arkan pelan agar tidak terdengar tamu yang sedang menyalami mereka.


"Tidak ada, cukup berdiri dan tersenyum. Tidak ada gunanya memikirkan sampah seperti mereka." Jawab Kasih yang membuat Arkan kagum, ia bahkan merencanakan sesuatu untuk membalas pasangan selingkuh itu.

__ADS_1


Kini Tiba giliran Raka dan teman-temannya, Anton, Adam dan Dion mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, di susul dengan Fitri dan Nadia mengucapkan selamat kepada bosnya dan beralih kepada Kasih.


"Selamat ya Kasih atas pernikahan kamu dan pak Arkan semoga kalian bahagia sampai kakek dan nenek, dan untuk pak bos tolong jangan seperti yang sebelumnya, Jangan khianati Kasih, cintai dan sayangilah dia sepenuh hati." Pinta Fitri dengan berani.


"Kalian tenang saja, mana mungkin saya menyakiti wanita seperti Kasih, dia adalah istri sempurna hanya lelaki bodoh yang mau melepas wanita seperti istri saya ini." Sindir Arkan yang membuat Raka mengepalkan tinjunya.


Melihat itu Arkan hanya tersenyum, Karena targetnya terbakar cemburu, dan Sekarang kini giliran Raka dan Sheila yang mengucapkan selamat kepada mereka "Selamat ya pak Arkan, semoga bapak bahagia dengan menikahi janda anak dua."Ucap Sheila mengejek dan membuat Kasih menatap tajam wanita yang sedang di hadapan suaminya itu.


"Kamu tenang saja Bu Sheila saya pasti akan bahagia dengan istri saya dan satu lagi saya lebih memilih menikahi janda dari pada memilih wanita penggoda suami orang." Jawab Arkan membuat wajah Sheila merah padam menahan malu.


"Mba kalau sudah selesai silahkan pindah masih banyak yang mengantri, jangan terlalu lama menatap suamiku tidak baik untuk hati dan pikiranmu, cukup sekali saya memberikan milikku kepada mu, jangan harap ada yang kedua." Ucap Kasih membuat Sheila diam seribu kata.


Raka menjabat tangan Arkan dan ingin mengucapkan kata selamat tapi tidak jadi karena Arkan mengucapkan sesuatu yang membuatnya menahan emosi "Terimakasih ya bro, sudah melepaskan wanita sesempurna ini." ucap Arkan tersenyum mengejek.


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2