
Sementara di pulau Bali kini Raka dan Sheila sedang menikmati liburan mereka. Setelah sampai di Bali mereka langsung menuju hotel untuk menyimpan barang-barang mereka kemudian dua manusia yang sedang di mabuk asmara itu langsung berkeliling pulau Bali menyusuri tempat-tempat indah di sana.
Sebenarnya Raka dan Sheila ingin istirahat sejenak tapi karena waktu liburan mereka hanya dua hari terpaksa mereka harus pandai-pandai dalam menggunakan waktu.
Tak terasa hari sudah sore, Raka dan Sheila sedang menikmati indahnya sunset di pantai sambil menikmati hidangan cafe yang mereka datangi.
"Mas mana ponsel kamu?" pinta Sheila.
"Untuk apa?" tanya Raka tetapi tetap menyerahkan ponselnya.
Setelah Raka memberikan ponselnya, Sheila langsung menonaktifkan ponsel Raka.
__ADS_1
"Shei kenapa di nonaktifkan, nanti kalau ada telepon yang penting bagaimana?" tanya Raka.
"Sekarang itu hari libur mas, kalau masalah kerjaan gak akan ada yang menghubungimu, hanya ada satu orang yang akan menghubungimu yaitu istrimu dan aku tidak mau nanti istrimu itu mengganggu acara liburan kita." Ucap Sheila.
"Kalau ponsel aku tidak aktif bisa-bisa Kasih tambah curiga sama aku Shei, mana aku belum ngabarin dia kalau aku sudah sampai." Tutur Raka.
"Mas Raka, itu persoalan gampang honey. Bilang saja disini sinyalnya jelek atau kamu sibuk ngurus kerjaan sampai lupa ngabarin,kemudian ponsel kamu kehabisan daya, terus kamu ketiduran karena capek, gampang gak honey?" Ucap Sheila memberi solusi.
Suasana tambah romantis dikala matahari mulai terbenam sehingga menciptakan pemandangan langit yang indah di tambah alunan musik yang menambah keromantisan suasana di cafe tersebut.
...*****...
__ADS_1
Sementara di rumah pak Arman kini mertua dan menantu tersebut sedang duduk di ruang keluarga. Setelah mengantarkan Kasih kembali kerumahnya, mereka langsung pulang ke rumah dengan wajah yang sulit di artikan.
Melihat dua wanita tercintanya pulang dengan keadaan seperti itu, Pak Arman tidak tahan ingin bertanya.
"Mama sama ibu sudah pulang, bagaimana jalan-jalan sama Kasihnya?" tanya pak Arman yang memang sudah tahu siapa Kasih karena sering di ceritakan ibunya.
"Sudah" jawab nenek Murni dengan nada tidak bersahabat.
"Ada apa Bu, kenapa ibu sepertinya sedang Kesal dan marah." Tanya pak Arman lagi.
Tetapi bukan nenek Murni yang menjawab tapi mama Risma. wanita yang sangat di cintainya itu adalah orang yang sangat lembut, penyabar dan jarang sekali marah, tapi kali ini pak Arman dapat merasakan aura kemarahan istrinya itu.
__ADS_1
"Papa tahu gak suaminya Kasih itu berbohong , dia bilang mau kerja keluar kota dengan rekan kantornya, tapi ternyata ia bohong. Kasih malah bertemu dengan teman kantor suaminya dan ternyata itu cuma akal-akalan suaminya, ketika Kasih berusaha menghubungi suaminya malah ponselnya tidak aktif. Dasar laki-laki gak tahu diri, gak bersyukur punya istri sempurna seperti Kasih malah disia-siakan. Nanti kalau sudah berpisah baru menyesal. Walau Kasih janda anak dua nanti mama yakin akan banyak laki-laki yang antri untuk menjadikan Kasih istrinya, jangankan laki-laki mama saja mau Kasih jadi menantu mama walaupun dia janda anak 2." Tutur mama Risma mengeluarkan kekesalan yang ia tahan sejak tadi.