
Raka terkejut dengan kemarahan Kasih, apalagi Kasih sekarang sedang mempertanyakan kenapa dia tidak bisa dihubungi. Raka berusaha terlihat tenang menjawab pertanyaan istrinya itu.
"Aku ke Surabaya itu kerja kas bukan liburan jadi aku sibuk sama kerjaan aku, gak sempat ngabarin kamu." ucap Raka.
"Emang kamu kerja dari pagi sampai malam, gak ada waktu istirahat, gak bisa hubungi aku 5 menit saja, atau kalau tidak sempat minimal kirimi aku pesan kalau kamu sudah sampai, bukannya 2 hari gak ada kabar berita sama sekali, aku gak tau suamiku sudah sampai atau belum atau sudah mati di jalan karena tidak ada kabar. pikirkan gimana perasaan aku di sini mas, sekali mau di hubungi ponsel kamu tidak aktif. Aku di sini seperti orang bodoh yang berharap kabar darimu, entah apa yang suami aku lakukan di luaran sana sampai-sampai tidak ada waktu untuk sekedar memberitahu kabarnya. Presiden saja yang mempunyai jadwal yang sangat padat sepanjang tahun bisa berkumpul dengan keluarganya, kamu cuma manager keuangan saja sibuknya minta ampun. Aku jadi curiga kalau kamu bukan pergi ke Surabaya mas." Ucap Kasih dengan raut wajah mengintimidasi.
Raka yang baru kali ini melihat kemarahan Kasih sepanjang ia mengenal perempuan tersebut membuat nyalinya menciut, tapi ia tidak mau Kasih curiga sehingga ia bertingkah seolah Kasih yang salah dan ia adalah korban, Raka bahkan meninggikan suaranya sehingga pertengkaran tidak dapat di hindari.
__ADS_1
"Aku sibuk kerja dari pagi sampai malam, ketika sampai hotel ponselku kehabisan daya aku tidak sempat mengisi dayanya karena aku sudah kecapean dan tertidur, paginya aku langsung pergi bertemu klien. aku kerja keras untuk memenuhi kebutuhan Kamu dan anak-anak, kamu tahu sendirikan cuma aku yang bisa menghasilkan uang di sini, kalau aku tidak bekerja keras kamu mau makan apa." Ucap Raka dengan nada yang tinggi sehingga memancing amarah Kasih.
"Siapa dulu yang menyuruhku berhenti bekerja, ingat ya mas sebelum menikah denganmu aku adalah wanita karir dan berpendidikan, tapi kamu yang menyuruhku berhenti bekerja dengan alasan mengurus anak, jadi jangan kamu pikir aku wanita yang tidak bisa mencari uang dan jangan ancam aku dengan mengatakan kalau bukan karena kamu aku tidak makan." Balas Kasih tidak kalah dengan Kata-kata yang menohok.
Setelah mendengar perkataan Kasih Raka segera keluar dari kamar
" Pulang ke rumah bukan bikin nyaman tetapi seperti berada di neraka, lebih baik aku pergi dari sini." ucap raka sambil membanting pintu.
__ADS_1
Tidak mau menangisi nasibnya Kasih segera menghapus air matanya dan mencoba berusaha kuat seperti perintah Sari kakak iparnya, walau kata-kata sari terdengar menyakitkan tapi sebenarnya sari hanya ingin Kasih menjadi wanita kuat dan tegar.
...*****...
Disebuah rumah yang tampak nyaman kini duduk laki-laki dengan ketiga anaknya yang sedang bermain di dalam rumah, hingga terdengar suara mobil menandakan bahwa sang istri telah pulang.
"Mas sudah pulang?" tanya Sari.
__ADS_1
"Iya baru saja, kamu dari mana saja kok gak menyambut mas." Ucap Kakak kedua Raka sembari memeluk istrinya.
"Mas ada anak-anak, kita ke kamar saja ada yang ingin aku bicarakan, ini penting soal Kasih dan Raka." Ucap Sari yang membuat suaminya heran