
Jika di rumah Arkan, semua keluarga sedang sibuk dengan mempersiapkan kejutan untuk dirinya, di toko kuenya Kasih juga sibuk membuat kue yang di pesan pelanggan, pesanan hari ini sangat banyak sehingga Kasih dan Karyawannya cukup kewalahan.
Sedangkan Arkan sedang menyelesaikan pekerjaannya agar bisa segera menjemput Kasih, Arkan bahkan sudah menyuruh Rendy memesan seikat bunga mawar merah sebagai tanda permintaan maafnya untuk sang istri, lelaki itu sudah tidak sabar untuk menemui istrinya untuk mengatakan isi hatinya yang sudah jatuh cinta dan tidak mau kehilangan sang istri.
"Ma, apa semuanya sudah selesai?" tanya Arkan yang menghubungi mamanya.
"Kamu tenang saja nak, semuanya sudah beres, tinggal sedikit lagi. Kamu tidak usah khawatir karena sebelum kalian sampai di rumah mama jamin semuanya akan rampung." Jawab wanita itu dengan yakin.
Arkan mematikan ponselnya setelah selesai menghubungi sang mama, bertepatan dengan ketukan di pintu ruangannya. Arkan segera mempersilahkan orang itu masuk, yang ternyata adalah manager keuangan di perusahaannya atau lebih tepatnya Raka.
"Permisi pak, saya ingin mengantarkan berkas ini untuk bapak." Ucap Raka dengan sopan, bagaimana pun Arkan adalah bosnya walau ia sangat kesal dan tidak suka dengan pria itu, tapi apa boleh buat dari pada karirnya yang jadi taruhan.
"Silahkan letakkan di sini." ucap Arkan sembari melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Mata Raka tak sengaja melihat foto keluarga yang ada di meja Arkan, dada Raka sangat sesak melihat foto keluarga yang seharusnya ialah yang berada di dalam foto itu bukan orang yang di hadapannya sekarang, mata lelaki itu berkaca-kaca ketika melihat Arkan yang menggendong bayi laki-laki yang sangat menggemaskan itu, Raka semakin merasakan sakit kala mengingat ia sudah menyia-nyiakan keluarga yang sangat sempurna demi nafsu sesaat dan bodohnya ia rela melepas berlian demi batu kerikil.
"Bos ini pesanan bunga untuk istri bos yang bos pesan tadi." Ucap Rendy memasuki ruangan Arkan dan memberikan sebuket bunga mawar yang sangat indah kepada atasannya itu.
Raka segera menghapus air matanya yang sempat jatuh agar Arkan dan Rendy tidak melihatnya. Arkan tersenyum melihat buket bunga yang sudah di tangannya membuat Raka berdehem "ekhmm"
"Oh maaf pak Raka, saya kira bapak sudah pergi. Maafkan saya yang terlalu bahagia, karena saya ingin memberi sedikit kejutan untuk istri saya. Bagaimana menurut bapak, apa bunga ini sangat indah?" Tanya Arkan sengaja memanas-manasi mantan suami Kasih itu.
"I...i...iya pak Arkan sangat indah," ucap Raka dengan terpaksa.
"Pak Arkan saya ingin bertemu dengan kedua anak saya, sesuai dengan janji pak Arkan jika saya ingin bertemu dengan kedua anak saya, bapak menyuruh saya menghubungi bapak terlebih dahulu."
"Baiklah, kalau begitu bagaimana kalau akhir pekan datanglah ke rumah dan bawa anak-anak bermain tapi dengan satu syarat, pengasuh mereka harus ikut." ucap Arkan.
__ADS_1
Arkan kini sedang berada di dalam mobil menuju toko kue Kasih, ia segera pergi setelah Raka menyetujui syarat yang ia berikan "Mba saya mau tanya istri saya dimana ya?" Tanya Arkan kepada salah seorang karyawan Kasih.
Sesampai di toko kue istrinya ia segera memasuki toko tersebut dan mencari wanita yang ia cintai itu, tapi sejauh mata memandang lelaki itu tidak menemukan orang yang ia cari.
"Mba Kasih sedang membeli tepung ke toko yang di sebrang jalan pak, karena persediaan tepung kami kurang. Bapak bisa duduk atau pergi ke atas untuk menunggu mba Kasih, nanti saya sampaikan kalau bapak datang." ucap Karyawan itu dengan sopan.
"Tidak usah, saya duduk di sana saja." ucap Arkan.
Lelaki itu menatap ke toko yang ada di sebrang jalan dan ia melihat Kasih yang keluar dari toko itu. Senyum Arkan mengembang melihat istri cantiknya yang akan menyebrang jalan untuk sampai ke toko kuenya, tapi senyum itu hilang kala seorang pengendara sepeda motor menabrak tubuh sang istri.
"Braaakkk...."
Ayo siapa yang penasaran dengan kelanjutannya, jangan lupa Like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir teman-teman.