Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 213 "Kita yang salah bukan Kasih"


__ADS_3

"Mas, sakit mas" ucap Kasih dengan suara lirih.


Arkan berlari menghampiri Kasih, lelaki itu sangat takut istri dan anaknya terluka.


"Dimana yang sakit sayang, Apa yang dia lakukan kepadamu?" Tanya Arkan memeriksa tubuh istrinya.


"Perutku sakit mas, Aku terjatuh karena dorongannya mas. Ayo ke rumah sakit mas, aku takut anak kita kenapa-kenapa." Ucap Kasih meremas tangan suaminya menyalurkan rasa sakit yang ia rasakan.


Dengan cepat Arkan menggendong istrinya, Arkan sangat takut melihat istrinya yang kesakitan dengan wajah pucat.


"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan istriku, aku akan membuat hidupmu hancur. Siap-siap menekam di penjara." Ancam Arkan kemudian meninggalkan tempat tersebut.


Rendy yang sedari tadi sudah menunggu bosnya di dalam mobil, heran dan terkejut melihat bosnya berlari sambil menggendong istrinya. Rendy dengan sigap membuka pintu mobil agar bosnya mudah memasuki mobil tersebut.

__ADS_1


"Apa yang terjadi bos, kenapa ibu Kasih kesakitan seperti itu?" Tanya Rendy penasaran.


"Aku gak ada waktu menceritakannya Ren, cepat hidupkan mobilnya, kita harus segera membawa istriku ke rumah sakit." Perintah Arkan dengan nada sedikit tinggi.


Laki-laki itu sudah kalut, takut dan bercampur panik. Arkan tidak ingin terjadi sesuatu kepada Kasih dan kandungannya. Janin yang ada di dalam rahim istrinya sangat dinantikan oleh ia dan keluarganya.


Rendy membawa mobil dengan sedikit cepat, lelaki itu masih memikirkan keselamatan mereka, tapi Arkan yang diliputi ketakutan menyuruh asistennya itu mempercepat laju mobil.


"Sakit mas, Rendy tolong cepat. Sakit sekali...." Rintih Kasih.


Rendy menambahkan kecepatan laju mobil mereka, mendengar rintihan istri bosnya membuat ia juga ikut takut dan ikut panik, bahkan sesekali Kasih menjerit karena rasa sakit yang semakin menjadi, di tambah bentakan dan umpatsn dari sang bos yang terus menyalahkannya. Menuduh Rendy tidak becus membawa mobil.


...*****...

__ADS_1


Raka dan Sheila kini sudah berada di dalam apartemen, setelah Arkan pergi membawa Kasih meninggalkan perusahan, Raka juga melakukan hal yang sama. Raka langsung menarik tangan Sheila dan membawanya pulang.


"Puas kamu hah...., apa kamu sudah gila. Kamu tidak ingat siapa yang kamu aniaya tadi. Dia istrinya bos kita, Apa yang terjadi dengan kita kalau sampai anak yang ada dalam kandungan Kasih kenapa-napa? Mungkin kita akan di pecat dan kamu, kamu akan di penjarakan Arkan. Kamu pikir, dia akan diam saja melihat istrinya terluka karena ulahmu, dimana otak kamu Sheila?" Ucap Raka yang marah dengan kelakuan istrinya.


"Ya, aku puas. Aku puas sudah menyakiti wanita sialan itu. Aku juga berharap dia keguguran, dia memang pantas mendapatkan itu. Dia menghancurkan kebahagiaan ku. Teriak Sheila dengan mata memerah.


Plakkk...


Raka menampar Sheila, dia sudah tidak tahan dengan kegilaan istrinya itu "Jaga ucapan kamu, kamu harusnya sadar kita yang salah bukan Kasih. Kita yang menghancurkan hatinya dengan hubungan ini. Kamu yang merebut kebahagiannya, kita yang salah. Jangan menyalahkan orang lain atas ketidak harmonisan rumah tangga kita." Tutur Raka berusaha menyadarkan Sheila.


"Ini semua gara-gara kamu mas, kamu yang tidak bisa melupakannya. Aku seperti ini karena kamu yang tidak peduli denganku bahkan meminta cerai. Jika aku tidak bisa bahagia dia juga tidak boleh."


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat up-nya, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2