Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 46 "Mas Raka akhir-akhir ini berubah"


__ADS_3

Melihat Sheila yang merajuk dan mengancamnya, Raka langsung buru-buru mengiyakan permintaan Sheila, tak ingin Sheila marah yang berujung Sheila tidak mau membawanya terbang ke langit ketujuh. Raka menarik Sheila untuk duduk di pangkuannya kemudian ia membelai wajah Sheila tak lupa satu kecupan mendarat di bibir seksi selingkuhannya itu.


Raka yang berusaha mengembalikan mood Sheila yang sedang tidak baik-baik saja akibat dari penolakannya, merayu perempuan tersebut dengan menjanjikan janji-janji manis.


Dasar wanita yang selalu terbuai akan janji manisnya buaya (dalam hati author).


"Ya sudah jangan marah-marah gitu dong honey, aku janji akan menemani kamu." Bujuk Raka.


"Ya sudah telepon sekarang istrimu, dan bilang kamu gak bisa menemani dia kontrol." Suruh Sheila masih dengan wajah juteknya.


"Tapi aku harus alasan apa sama Kasih Honey?" tanya Raka.


"Ya mana aku tahu mas, pikir sendirilah Masa cuma cari alasan begitu saja harus aku yang pikirin." Ucap Sheila.

__ADS_1


Dengan terpaksa Raka menghubungi istrinya,untuk mengatakan bahwa ia tidak bisa menemani Kasih untuk ke Dokter sore nanti.


Setelah Kasih mengangkat teleponnya tanpa basa-basi Raka langsung mengatakan maksudnya.


" Sayang nanti mas gak bisa menemani kamu kontrol ke Dokter, karena mas sedang banyak kerjaan yang harus di selesaikan mas juga nanti lembur, jadi tidak usah menunggu mas makan malam dan beristirahatlah jangan tunggu mas pulang, karena mas tidak tau jam berapa mas selesai lembur." Tutur Raka.


"Tapi mas kan sudah jan ...." ucap Kasih terputus karena Raka langsung memotong ucapan Raka.


"Sudah Kas, mas gak bisa ninggalin kerjaan mas, mas lembur juga untuk kamu dan anak-anak jadi jangan manja. Kamu bisa ke dokter naik taksi online." Ucap Raka sedikit kesal.


"Kenapa mas Raka akhir-akhir ini berubah, dia lebih sering lembur dan marah-marah gak jelas kalau lagi di rumah. Apa dia lagi pusing sama kerjaannya." Ucap Kasih berbicara pada dirinya sendiri.


...*****...

__ADS_1


Sedangkan Sheila tersenyum senang karena Raka sudah memilih menuruti keinginannya dari pada menemani istrinya.


"Mas Raka, mas Raka ternyata kamu sudah patuh pada perintahku, aku akan membuat kamu perlahan-lahan melupakan istri dan anak-anakmu. Sebentar lagi hanya ada aku di dalam hidupmu honey" ucap Sheila didalam hati.


"Sekarang kamu gak marah lagi kan honey, aku udah turutin kemauan kamu?" tanya Raka.


Sheila hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Sheila membisikan sesuatu ke telinga Raka "kalau begitu nanti aku tunggu di apartemen honey" bisik Sheila dengan suara seksinya. kemudian ia bangkit dari pangkuan Raka melangkah meninggalkan ruangan kekasihnya tersebut.


Raka dan Sheila selalu bertemu di apartemen Sheila, mereka tidak menunjukkan kedekatan mereka di kantor, Raka sering pulang dari kantor langsung ke apartemen Sheila, tapi mereka tidak akan berangkat bersama.


Raka akan pulang dengan mobilnya begitu juga dengan Sheila. mereka akan bertemu di apartemen Sheila bahkan Raka sudah mengetahui password apartemen selingkuhannya tersebut.


...*****...

__ADS_1


Sore harinya Kasih dan Dara sudah ada di dalam taksi yang akan membawa mereka ke klinik tempat biasa Kasih kontrol.


Di dalam mobil Kasih asyik dengan pikirannya sendiri, teringat akan masa kehamilannya yang pertama di mana suaminya sangat perhatian kepadanya, sangat berbeda dengan kehamilannya sekarang, Raka terkesan cuek kepadanya, hingga tanpa Kasih sadari mereka sudah sampai di depan klinik tersebut terdengar dari supir taksi yang memberitahu penumpangnya bahwa mereka telah sampai.


__ADS_2