Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 194 "Masih mencintainya"


__ADS_3

Malam telah tiba, Raka terbangun dari tidurnya setelah melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu karena bantingan pintu yang di perbuat istrinya.


Raka keluar dari kamar mencari keberadaan Sheila yang tak kunjung ia temukan.


"Sial, kemana perempuan sialan itu. sudah malam begini tapi tidak ada makanan yang bisa di makan. Akhhhh...." Teriak Raka meluapkan amarahnya.


Mengetahui Sheila tidak berada di apartemen, Raka mencoba menghubungi Sheila, tapi sayang Sheila tidak mengangkat teleponnya. Kini Raka semakin kesal dengan kelakuan istrinya itu, sedangkan Sheila sedang asyik berbelanja di sebuah mall.


Setelah selesai mandi sore tadi, Sheila meninggalkan Raka yang tertidur dengan nyenyak, Karena terlalu kesal kepada Raka ia memutuskan untuk pergi shopping untuk menyenangkan hatinya.


Sheila tak ingin terlalu membebani pikirannya karena itu tidak baik untuk dirinya dan bayi yang ada dalam kandungannya. Bagi Sheila yang terpenting sekarang sudah tidak mungkin Raka kembali dengan Kasih, karena Kasih juga sudah mempunyai kehidupan yang baru.

__ADS_1


Wanita itu tampak bahagia terbukti moodnya membaik setelah tangannya di penuhi barang belanjaan yang ia beli. Sheila tidak perduli kalau uang Raka habis, wanita itu berpikir kalau bukan dirinya yang menghabiskan uang suaminya siapa lagi, jangan sampai di habiskan wanita lain kira-kira begitulah pikiran Sheila.


Selesai berbelanja, Sheila memasuki restoran ternama yang ada di dalam mall tersebut. Sheila yang sudah beberapa jam berkeliling mengitari mall, keluar masuk toko membuat wanita hamil itu kelaparan.


Setelah selesai mengisi perutnya barulah ia pulang ke apartemen walau rasanya ia malas melihat Raka untuk saat ini, tapi apa boleh buat sekarang hari semakin malam membuat wanita itu tidak memiliki pilihan selain pulang.


Ceklek....


Melihat sikap Sheila membuat Raka berang, Raka sudah berekspektasi kalau Sheila akan merasa bersalah karena pulang terlambat tapi apa yang ia dapatkan, wanita itu malah tidak menyapanya.


Tak tahan dengan kelakuan Sheila Raka segera berdiri dari duduknya "Dari mana saja kamu, pulang malam begini tanpa memikirkan apakah suamimu sudah makan atau belum. Bahkan kamu tidak memasak untukku dan satu lagi kamu tidak pamit kepadaku. Dasar istri tidak tahu diri." Bentak Raka.

__ADS_1


"Kamu tidak lihat aku membawa apa, ini tas belanjaan, itu artinya aku habis belanja untuk memperbaiki moodku yang di rusak olehmu. Aku istrimu bukan pembantu, jadi jangan harap kalau aku akan seperti mantan istrimu itu. Satu lagi, kamu bilang aku istri tidak tahu diri, terus apa sebutan yang pantas untuk dirimu. Laki-laki yang belum bisa move on dari masa lalunya. Dasar laki-laki berengsek." Umpat Sheila yang mulai emosi.


"Apa maksudmu?" Tanya Raka yang bingung dengan perkataan Sheila.


"Saat kamu mabuk, kamu mengatakan kalau kamu masih mencintai Kasih dan ingin kembali dengannya. Kamu juga ingin menceraikanku. Tega kamu mas, aku ini sedang mengandung anakmu tapi kamu tega mengakui cintamu untuk wanita lain." Ungkap Sheila dengan nada sedikit tinggi.


Bukannya merasa bersalah, Raka justru memandang sinis kepada wanita yang ada di hadapannya itu.


"Kamu benar, aku memang masih mencintainya dan aku berharap suatu saat nanti kami akan kembali menjadi sebuah keluarga yang bahagia." Ucap Raka membuat hati Sheila terluka.


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author up lagi.

__ADS_1


__ADS_2