
"Kamar aku di sana mas," Tunjuk Kasih tapi Arkan hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya mendorong kursi roda Kasih ke kamarnya.
"Itu Kamar tamu sayang, kamu bukan tamu tapi kamu nyonya di rumah ini. Kamu istriku jadi harus tidur di kamarku." Ucap Arkan terus mendorong kursi roda istrinya.
"Tapi mas, aku gak bisa tidur di sana, Aku...."
"Sssht, jangan membantah apa kata suami, jadilah istri penurut sayang." Tekan Arkan membuat Kasih hanya menghela napasnya.
__ADS_1
Arkan hanya tersenyum melihat ekspresi kesal sang istri, tapi itu hanya sebentar setelah lelaki itu membuka pintu kamar mereka dan perlahan membawa istrinya memasuki ruangan tersebut, semua ekspresi kesal dan bete Kasih seolah sirna berganti dengan ekspresi terkejut, senang dan tidak bisa berkata-kata.
"Mas, ini.... ke...kenapa berubah? Kemana semua barang-barang almarhumah Rena?" Tanya Kasih menatap semua sudut kamar tersebut.
"Mas sudah berjanji akan berubah, dan berdamai dengan masa lalu, mas sadar telah menyakiti hati kamu begitu dalam. Mulai hari ini tidak akan ada lagi bayang-bayang masa lalu dalan rumah tangga kita. Mas berjanji hanya ada kamu dan anak-anak kita. ." Tutur Arkan.
Arkan menggendong istrinya untuk duduk di ranjang, kemudian ia juga ikut duduk di dekat sang istri. kedua saling menatap dengan cinta, Arkan begitu bahagia melihat indahnya senyuman yang terlukis indah di wajah sang istri. Baru kali ini Arkan melihat Kasih tersenyum seperti ini, lelaki itu juga merasakan rasa lega di hatinya. ternyata benar apa yang di katakan oleh kedua orang tuanya, berdamai dengan masa lalu dan menerima orang baru yang akan menjadi masa depannya adalah hal yang tepat, apalagi sekarang ia sangat mencintai wanita yang ada di depannya ini. Arkan bersyukur ia sadar di waktu yang tepat, sehingga ia tidak kehilangan wanita seperti Kasih.
__ADS_1
"Suka mas, jangan di rombak lagi. Kasih suka bangat malah. Terima kasih ya mas." Ucap Kasih dengan wajah yang berbinar.
"Terima Kasih untuk?" tanya Arkan bingung.
"Terima Kasih sudah mau menerima Kasih dan anak-anak, terima kasih sudah mencintai dan menyayangi anak-anak seperti anak mas sendiri. Terima Kasih karena sudah menghargai dan mencintai Kasih." Jelas kasih dengan senyum yang terus terukir di bibir manis itu.
"Bukan kamu yang harus berterima kasih tapi mas sayang, terima kasih sudah mau menerima dan bersabar menghadapi mas yang bodoh ini. Terima Kasih sudah mau memaafkan mas dan memberi kesempatan itu lagi, maaf karena pernah membuatmu menangis dan terluka." Ucap Arkan yang sudah meneteskan air matanya.
__ADS_1
Kasih tersenyum seraya menghapus air mata di pipi suaminya "Sudah mas jangan nangis lagi, mari kita mulai kisah cinta kita. Akan ada banyak hal yang akan kita hadapi mas, pahit manisnya biduk rumah tangga akan kita hadapi bersama, aku akan selalu ada di samping mu baik dalam keadaan susah dan senang mas tapi satu yang aku pinta kepadamu mas, jika nanti rasa cinta mas sudah mulai memudar tolong katakan kepadaku apa kurangku agar aku bisa memperbaiki diri dan membuat cinta yang memudar itu indah kembali. Jangan kau duakan aku mas, sungguh aku tidak sanggup. " Pinta Kasih yang juga sudah meneteskan air matanya.
Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya ya!