Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 132 "Misi meruntuhkan gunung es"


__ADS_3

Maaf bangat tadi malam gak up, soalnya author ketiduran karena kecapean mengurus dedek bayi yang semakin hari semakin aktif di tambah lagi kesibukan author jadi ibu rumah tangga di mana kerjaan yang gak ada habisnya, ibu-ibu pasti tahu rasanya punya anak dua dan satunya masih bayi di tambah gak punya asisten rumah tangga.


hehehehe...... maaf ya curhat dikit.


Kasih sedang berada di toko kue miliknya, setelah selesai membawa baby Ardy untuk imunisasi, Kasih memang langsung ke toko kuenya. Semenjak menikah dengan Arkan dia memang jarang berkunjung ke sana dan hanya sesekali datang berkunjung. Kasih memang mempercayakan toko kue kepada karyawannya.


Wanita itu kini sedang sibuk melayani pembeli di tokonya, toko kuenya semakin ramai berkat bantuan orang-orang yang menyayangi Kasih, mulai dari mama dan nenek Arkan yang selalu gencar mempromosikan toko kue menantu mereka kepada seluruh keluarga, teman-teman bahkan rekan bisnis mereka, begitu juga dengan mantan mertua dan mantan kakak iparnya yang ikut mempromosikan usaha Kasih, selain itu rasa kue miliknya memang enak ditambah pelayanan yang mereka berikan sangat bagus sehingga memuaskan pembeli.


Sementara Kasih sibuk baby Ardy di jaga oleh Sarti yang kini berada di lantai atas ruko tempat Kasih berjualan. Kasih memang menghubungi Sarti agar menyusulnya ke ruko untuk menjaga putranya itu. Wanita itu menyibukkan diri agar tidak terlalu memikirkan masalahnya dan terbukti dengan jurus itu Kasih mampu melupakan sejenak permasalahannya.

__ADS_1


...*****...


Jika di ruko Kasih sedang sibuk melayani pembeli berbeda halnya dengan Arkan yang sedari tadi gelisah di dalam ruangannya, tak bisa fokus dalam memeriksa berkas-berkas yang ada di mejanya karena di dalam otaknya hanya ada sang istri. Tak biasanya istrinya itu tidak mengiriminya pesan singkat, biasanya Kasih selalu mengingatkan Arkan untuk tidak melewatkan makan siangnya tapi sampai saat ini sudah lewat jalan makan siang Kasih belum menghubunginya.


Sedangkan di rumah Arkan kini keluarganya sedang kedatangan tamu, bahkan keluarga Arkan sangat antusias menyambut tamunya yang akan tinggal bersama mereka selama satu bulan.


"Bayu bagaimana kabar mama papa dan adik-adikmu?" tanya papa Arman sesekali menikmati kopinya.


"Mama dan papamu memang seperti itu Mereka tidak merindukan nenekmu yang sudah tua ini." Sambung nenek Murni membuat Bayu hanya bisa melempar senyum pada sang nenek.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat saja, Tante tahu kamu pasti sudah capek karena perjalanan yang jauh. Tante sudah membersihkan kamar yang biasa kamu tempati." suruh mama Risma.


Setelah Laki-laki seumuran Arkan itu pergi ke kamarnya, kedua perempuan beda usia itu saling pandang dan terbitlah senyuman yang hanya mereka yang tahu. Melihat dua wanita tercintanya tersenyum penuh arti, membuat papa Arman menghela napasnya karena sudah pasti ada sesuatu di balik senyum itu.


"Kali ini apa lagi yang akan mama dan ibu rencanakan, jangan kira aku tidak tahu arti dari senyuman itu." ucap lelaki yang masih terlihat tampan meski sudah tidak lagi muda itu.


"Man kamu harus ikut membujuk Bayu agar mau kerja sama dalam misi membuat anak kamu si gunung es itu ketar ketir." pinta nenek Murni dengan suara pelan.


"Maksud ibu apa sih?"

__ADS_1


"Ya Allah kenapa papa makin tua makin lemot sih, maksud ibu itu kita harus meyakinkan Bayu untuk membantu kita membuat Arkan cemburu, dengan Bayu mendekati Kasih. Bukannya Arkan mengatakan kalau ia tidak punya rasa kepada Kasih. Kita lihat saja apa yang terjadi kalau ada yang mendekati istrinya." ucap mama Risma menjelaskan maksud dari rencana mereka


Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.


__ADS_2