Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 35 "Kamu menolakku"


__ADS_3

Raka membaringkan Kasih di tempat tidur, kemudian membuka pakaiannya. Kemudian dia bergerak di atas tubuh Kasih dan ingin memulai aktivitasnya.


"Mas kamu mau ngapain? jauh-jauh sana aku mual mas." Ucap Kasih sambil menutup hidungnya.


"Kok kamu gitu sama mas, mas mau melakukan itulah. kamu gak mau melayani mas?" ucap Raka.


"Bukan gak mau mas, tapi kamu harus ingat pesan dokter kita belum boleh mas, bahaya." Ucap Kasih mengingatkan.


"Kas, tapi aku udah gak tahan sayang, mas butuh pelepasan." ucap Raka.


Tapi Kasih tetap menolak dia menggelengkan kepalanya. Melihat penolakan Kasih Raka kembali mencumb* istrinya bahkan lebih buas dari tadi.


Kasih yang Kaget dengan tindakan Raka yang tiba-tiba, hanya dapat meronta dibawah kukungan suaminya.


"Mas lepasin aku, ingat apa kata dokter mas." Ucap Kasih mengingatkan Raka.

__ADS_1


Raka yang sudah terbakar gairah tidak memperdulikan perkataan istrinya, dia terus menc*mb* Kasih dengan agresif.


"Mas, lepasin aku mas. aku mohon, ini bisa membahayakan anak kita mas." Pinta Kasih yang sudah berurai air mata.


Melihat reaksi suaminya yang tetap melanjutkan kegiatannya membuat Kasih mendorong suaminya, tapi apalah daya kekuatan Raka tidak sebanding dengan Kasih. Raka yang sudah seperti kerasukan tidak ingat larangan dokter, dia seketika gelap mata akibat hasr*t yang ingin di tuntaskan.


Mendorong Raka tidak berhasil terpaksa Kasih menggunakan cara terakhir. Walaupun nanti suaminya memarahinya tapi tak apa asal anaknya selamat, Kasih tidak mau akibat nafs* suaminya dia kehilangan bayinya.


Kasih menendang kuat pusaka Raka, sehingga Raka berteriak kesakitan dan melepaskan Kasih begitu saja.


"Akh...." Teriak Raka.


Sementara Raka yang meringis kesakitan hanya dapat terduduk sambil memegangi adik kecilnya.


Raka yang masih kesakitan berusaha berdiri dan mendekati Kasih yang khawatir dengan keadaan suaminya.

__ADS_1


"Kas, kamu apa-apaan sih pake nendang milik mas segala, kalau gak mau bilang biar mas tau." Bentak Raka.


Sedangkan Kasih yang sudah menahan mual akibat Raka yang mendekat, berusaha menjawab perkataan Raka.


"Mas bukannya aku tidak mau melayanimu, tapi kita di larang dokter untuk melakukan itu, apa mas tidak takut kita akan kehilangan bayi kita." Ucap Kasih mencoba meredam emosi suaminya.


Raka yang sudah terlanjur emosi dan Kesal tak sadar membentak Kasih.


"Alah, itu cuman alasan kamu saja. Keadaan kamu sudah baik dan sehat masih saja takut untuk melakukannya. Akh...." Ucap Raka sambil berjalan ke kamar mandi.


Raka yang sudah emosi tidak ingin dekat dengan Kasih Karena takut akan lebih menyakiti istrinya dengan kata-katanya, berniat untuk mandi sambil meredam emosinya dan adik kecilnya yang masih tegang. Raka membanting pintu kamar mandi melampiaskan kekesalannya karena Kasih tidak mau melayaninya.


Sedangkan Kasih yang tercengang melihat kemarahan suaminya, tidak menyangka mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut suaminya.


"Apa aku salah menolaknya, tapi aku melakukan itu hanya untuk melindungi anak kami, darah dagingnya penerus keturunannya. Ya Allah sadarkan lah suami hamba, lembutkan hatinya dan kuatkan hati hamba ya Allah." Ucap kasih sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


Raka yang sudah selesai dengan urusannya keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ranjangnya. Dia melihat Kasih sudah menyiapkan baju kerjanya dan kamar mereka sudah rapi tapi tidak melihat istrinya.


Raka memakai bajunya dan bersiap untuk sarapan.


__ADS_2