
"Sheila kamu jangan macam-macam. Kamu tahu mas sudah berkeluarga, mas sudah ada yang punya. Jangan main-main nanti kamu sendiri yang sakit." Ucap Raka mengingatkan.
"Aku gak macam-macam mas, aku cuma mau satu macam yaitu jadi pacarnya mas. Aku sudah ambil resiko kok mas bagaimana jadi selingkuhan. Tidak apa-apa jadi yang kedua tapi di utamakan daripada yang pertama tapi di duakan." Jawab Sheila sambil menyatukan bibi* mereka.
"Aku tak bisa menjanjikan apapun kepada kamu shei, kau harus tau aku adalah milik istriku jadi jika suatu saat aku meninggalkanmu jangan menuntut apapun, karena cintaku hanya untuk Kasih, kita hanya saling membutuhkan. Aku butuh kamu, karena istriku tidak bisa melayaniku, ingat baik-baik." Ucap Raka menjelaskan agar Sheila tak menyesal di kemudian hari.
"Aku tau mas, kamu tidak mencintaiku saat ini tapi kita lihat nanti setelah kamu mencoba permainanku apa kamu masih tetap pada pendirianmu." Balas Sheila memperdalam tautan mereka.
Setelah itu mereka langsung saling membelit dengan agresif, Raka yang sudah tidak sabar karena puasa sudah terlalu lama, langsung mengeksekusi Santapannya dengan rakus.
Di saat sedang asyik-asyiknya tiba-tiba Sheila menghentikan aktivitas mereka.
__ADS_1
Raka yang heran langsung mengkerutkan keningnya "Ada apa, apa kamu ingin mundur shei? tanya Raka.
"Siapa bilang aku ingin mundur, tapi aku tidak ingin melakukannya disini mas." Ucap Sheila sembari turun dari pangkuan Raka.
Sheila mengulurkan tangannya, dan di sambut oleh Raka. Kemudian mereka pergi ke kamar Sheila.
Sesampai di kamar Raka langsung mendekati Sheila kemudian mengulang aktivitas mereka, di mulai dengan bersilat lidah kemudian hisap menghisap tak lupa di lanjutkan dengan acara mendaki gunung sheilamalaya.
"Sayang siapa yang akan memimpin acara kita." ucap Sheila dengan suara yang amat s***.
"Kamu, aku mau kamu yang memimpin apakah perkataanmu bisa di pegang, kamu mengatakan bisa melayaniku dengan baik dan membuatku candu padamu. Tapi tunggu, apa kamu punya kond**? aku tidak mau kamu mengandung benihku."Ucap Raka
__ADS_1
Sheila hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak mempunyai benda tersebut. Raka yang sudah terbakar gair*h tidak ingin gagal lagi.
"Ya sudah tidak apa-apa, lanjutkan tugasmu." Ucap Raka.
Mendengar perkataan Raka, Sheila langsung beraksi dengan lihai, Sheila yang sudah ahli dalam bidang ini, mengeluarkan kemampuan terbaiknya, dia sudah terbiasa melakukannya dengan mantan pacarnya atau teman laki-lakinya.
Tak peduli dengan Kata-kata Raka yang hanya menganggapnya pemuas ranjang bagi Raka, Sheila yakin dia bisa membuat Raka bertekuk lutut dan melupakan Cintanya kepada Kasih.
Sehingga hanya racauan dan Desa*** yang terdengar di dalam kamar tersebut.
Di malam yang dingin dengan diiringi tetesan air hujan yang membasahi bumi serta suara petir yang memecah kesunyian malam tak membuat kedua manusia yang sedang melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan itu terusik, mereka berlomba-lomba mencapai puncak kenikmatan yang tiada Tara.
__ADS_1
Ketika Raka sudah merasa ingin mencapai puncaknya, ia membalikkan keadaan sehingga ia yang memimpin jalannya permainan, dan ketika gelombang itu sudah datang ia langsung mencabutnya dan mengeluarkannya di luar.